Terupdate

Pembangunan Proyek Dermaga Kapal Cepat Oleh BPKS Diduga Terindikasi Mark,up

623
×

Pembangunan Proyek Dermaga Kapal Cepat Oleh BPKS Diduga Terindikasi Mark,up

Sebarkan artikel ini

Sabang, SniperNew.id — Proyek pem­ban­gu­nan der­ma­ga kapal cepat yang berlokasi di Pelabuhan Balo­han, Keca­matan Suka­jaya, Kota Sabang diduga kuat dari mulai dari pros­es ten­der hing­ga pelak­sanaan peker­jaan sarat per­mainan, Jum’at (7/2/2025).

Bahkan berhem­bus kabar tak sedap, proyek milik Badan Pen­gusa­haan Perda­gan­gan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tahun 2024, seni­lai Rp. 9 mil­iar terindikasi mark’up alias sen­ga­ja dicip­takan untuk mengam­bil untung besar.

Selain pani­tia dan rekanan pelak­sana proyek, keter­li­batan lang­sung sejum­lah oknum peja­bat di BPKS, mere­ka diduga ikut kong kalikong lahirnya proyek seni­lai Rp 9 mil­iar terse­but.

Bahkan, proyek yang terindikasi kuat adanya mark’up besar terse­but nilainya dilu­ar nalar untuk sebuah der­ma­ga kapal cepat yang kap­a­sitas­nya kecil itu.

Berdasarkan sejum­lah sum­ber yang berhasil dihim­pun awak media dari para peja­bat BPKS menye­butkan, proyek pem­ban­gu­nan der­ma­ga seni­lai Rp 9 mil­iar diban­gun cuma sebatas pen­gadaan tiang pan­cang atau paku bumi. Dan pros­es peker­jaan­nya juga hanya sebatas peman­can­gan saja.

Sehing­ga muncul tan­da tanya besar dari banyak kalan­gan masyarakat yang meni­lai proyek terse­but dicip­takan hanya bertu­juan mem­perkaya pihak-pihak ter­ten­tu khusus­nya mere­ka yang ter­li­bat lang­sung.

  Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

Tak cuma itu, hadirnya proyek yang diduga merugikan uang negara ini juga men­ja­di sorotan para wak­il raky­at Kota Sabang sekali­gus meni­lai oknum BPKS yang men­cip­takan proyek dimak­sud sem­pat menim­bulkan pro kon­tra. Teruta­ma adanya reak­si peno­lakan dari sejum­lah peja­bat BPKS lain­nya yang tidak setu­ju proyek pem­ban­gu­nan der­ma­ga kapal cepat diban­gun lagi.

“Kami sudah menden­gar lapo­ran dari sejum­lah peja­bat di BPKS, ter­ma­suk juga dari Pegawai Negeri Sip­il yang diper­ban­tukan di BPKS men­gaku tidak setu­ju adanya proyek pem­ban­gu­nan der­ma­ga kapal cepat.
Namun anehnya meskipun ada peno­lakan, proyek itu tetap dipak­sakan untuk dimunculkan berkat dukun­gan kuat dari pimp­inan BPKS., kata anggota DPRK Sabang Sidik Indra Fajar

Lebih lan­jut dikatakan dirinya juga menden­gar ada diantara mere­ka saat rap­at tidak setu­ju den­gan proyek terse­but, apala­gi dik­er­jakan hanya sebatas pen­gadaan dan pemasan­gan pan­cang tiang beton saja. Proyek dimak­sud tidak dik­er­jakan sele­sai den­gan alasan dana tidak cukup.

Pada­hal bila dihi­tung secara benar, proyek pem­ban­gu­nan der­ma­ga den­gan nilai sebe­sar Rp. 9 mil­iar seharus­nya bisa sele­sai dik­er­jakan, tapi pada keny­ataan­nya proyek terse­but sen­ga­ja dicip­takan men­ja­di proyek mul­ti­y­er.

Awal mula, peren­canaan proyek yang diang­garkan nilainya san­gat fan­tastis sekali men­ca­pai Rp.16 mil­iar, kemu­di­an turun Rp.12 mil­iar dan akhirnya turun lagi men­ja­di Rp. 9 mil­iar. Sung­guh iro­nis menu­rut peni­la­ian kami, untuk apa BPKS memak­sakan diri mem­bu­at der­ma­ga tam­bat kapal cepat lagi, pada­hal der­ma­ga kapal cepat sudah ada,” ujarnya.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

“Jadi wajar saja apa yang dilakukan oknum BPKS terse­but menu­rut kami terindikasi kuat adanya dugaan per­mainan yang sen­ga­ja dilakukan sejum­lah oknum BPKS. Sehing­ga disinyalir katanya ada aktor kuat yang ker­janya ker­ap mem­pen­garuhi pimp­inan BPKS diba­lik muncul­nya proyek cari untung besar., pungkas­nya.

Itu belum lagi dua proyek lain­nya di lokasi yang sama yaitu proyek pem­ban­gu­nan inte­ri­or gedung A dan gedung B yang nilainya men­ca­pai Rp. 2,7 mil­iar ser­ta pem­ban­gu­nan pen­ingkatan Gang­way kapal cepat dan kapal lam­bat Rp. 1 mil­iar.

Kami minta aparat pene­gak hukum untuk segera turun tan­gan pros­es oknum yang ikut ter­li­bat sia­pa dalang ter­cip­tanya proyek itu.
Kami minta Kejati Aceh atau Pol­da Aceh turun lang­sung pros­es dugaan mark’up proyek-proyek itu, sebe­narnya kita sudah muak menden­gar isu dan lapo­ran di dalam tubuh BPKS yang tidak ada habis­nya,” harap anggota DPRK Sabang Risa Nir­mala yang ikut didukung anggota dewan lain­nya Sid­dik Indra Fajar.

Dari pan­tauan di lokasi Pelabuhan Balo­han hing­ga kini peker­jaan proyek peman­can­gan pem­bu­atan der­ma­ga masih dik­er­jakan meskipun sudah lewat wak­tu pelak­sanaan.

“Memang proyek itu peker­jaan ter­lam­bat kare­na kapal tongkang yang men­gangkut tiang pan­cang sem­pat di tahan aparat terkait di Pelabuhan Belawan Medan. Infonya tongkang yang men­gangkut tiang pan­cang tidak dilengkapi surat, sehing­ga harus men­jalani pros­es hukum sela­ma ham­pir dua bulan baru dilepas, itu yang kami tahu,” ungkap­nya.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Semen­tara itu saat dikon­fir­masi awak media Kepala ( UKPBJ ) Unit Ker­ja Pen­gadaan Barang dan Jasa, BPKS Sabang Mak­in­ud­din Asmar, ST men­gakui peker­jaan proyek seni­lai Rp 9 mil­iar itu hanya sebatas pen­gadaan dan pemasan­gan tiang pan­cang.

“Iya benar, peker­jaan proyeknya untuk tahap awal hanya sebatas pem­be­lian tiang pan­cang dan pemasan­gan pan­cang paku bumi dan proyek ini memang tidak dik­er­jakan sele­sai. Jadi sebe­narnya proyek ini proyek mul­ti­y­er atau proyek berke­lan­ju­tan dan ren­cana kami proyek akan dis­e­le­saikan tahun berikut­nya kalau ada dana lagi tahun 2025 ini,” ujarnya.

Kecuali itu, menyangkut adanya isu pem­ba­gian fee proyek kepa­da sejum­lah peja­bat BPKS, mem­ban­tah hal terse­but seper­ti Mak­in­ud­din Asmar yang bersangku­tan menepis dan men­gaku isu terse­but tidak benar.

“Itu tidak benar, kami hitung proyek pem­ban­gu­nan der­ma­ga kapal cepat sudah sesuai peren­canaan.
Jadi, kalau ada isu bagi-bagi fee proyek ter­ma­suk untuk Kepala BPKS beli mobil baru itu jelas tidak ada dan tidak benar,” ban­tah Maki.

Seper­ti dike­tahui lem­ba­ga yang didanai APBN ini telah meng­habiskan uang negara triliyu­nan sejak didirikan pada tahun 2000 namun, belum ada man­faat bagi Sabang sendiri konon Aceh secara keselu­ruhan. Yang pal­ing banyak kegiatan dilakukan pemangku kepentin­gan lem­ba­ga ini adalah gon­ta-gan­ti peja­bat. (Abdul Man­af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *