Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Tidak Ada Ampun Bagi ASN Pelanggar Pemilu di Pasaman, Gakumdu Terapkan Wilayah Kajari Pasaman Sobeng Suradal SH,MH

545
×

Tidak Ada Ampun Bagi ASN Pelanggar Pemilu di Pasaman, Gakumdu Terapkan Wilayah Kajari Pasaman Sobeng Suradal SH,MH

Sebarkan artikel ini

Pasaman, SniperNew.id – Kejak­saan Negeri Pasaman, Provin­si Sumat­era Barat Sobeng Suradal, SH. MH., mene­gaskan Gakum­du Pasaman sudah sep­a­kat untuk men­er­ap­kan ambang batas Zero Tol­er­an­si ter­hadap ASN Pelang­gar Pemilu di Kabu­pat­en Pasaman.

“Kami akan tin­dak lan­ju­ti seti­ap lapo­ran pelang­garan tin­dak pidana pemilu, dan kami akan tin­dak sesuai keten­tu­an hukum yang berlaku”.

Hal itu dis­am­paikan Pem­bi­na Sen­tra Pene­gakan hukum ter­padu (Gakum­du) Kabu­pat­en Pasaman, Sobeng Suradal, dalam gelaran acara Bimbin­gan Tek­nis (Bimtek) Men­ja­ga Netral­i­tas ASN, TNI/Polri pada taha­pan kam­pa­nye Pemil­i­han Serentak Tahun 2024, Rabu (02/10) di aula salah satu hotel di Lubuk Sikap­ing.

  Putus Fanbelt, UKW Lulus, Semangat Tak Putus

Kajari Sobeng men­gungkap, jelang pelak­sanaan Pilka­da serentak di Kabu­pat­en Pasaman, Gakum­du telah mende­tek­si banyak pelang­garan yang dilakukan ASN.

“Saya ingatkan kem­bali, para ASN Wajib Netral dalam Pilka­da. Netral bukan berar­ti Golput, tapi bersikap pasif mem­berikan dukun­gan, namun tetap pun­ya pil­i­han,” jelas­nya.

Dibeberkan pula, bah­wa pelang­garan ter­banyak dilakukan di media sosial, con­tohnya meng-upload visi misi calon, foto akti­fi­tas paslon atau pro­gram­nya, ter­ma­suk men­garahkan orang untuk memil­ih salah satu paslon.

“Berpuasalah dulu, tidak usah like, share dan komen di media sosial,” harap Kajari ter­hadap maraknya peng­gu­naan akun pal­su di media sosial, turut di ‘warn­ing’ Kajari. “Saya sudah kan­ton­gi sejum­lah nama pemi­lik akun pal­su. Kalau macam macam akan kami tin­dak,” tegas kata Kajari Sobeng.

Khusus kepa­da ASN, dim­inta untuk berpandai pandai men­ja­ga diri. Jabatan itu semen­tara, tidak usah dim­inta, apala­gi dibeli (mem­ba­yar).

“Saya cin­ta Pasaman, Saya ingin Pasaman ini rukun dan damai dalam situ­asi apapun,” katanya.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

Ter­hadap selu­ruh Paslon berikut tim suk­ses­nya, dim­inta bermain “fair play’, kare­na pemil­ih di Pasaman sudah melek poli­tik dan cer­das dalam memil­ih.

“Tidak per­lu sok suci, sam­pai menya­ma-nya­makan diri den­gan Rasul. Toh ibadah itu hubun­gan manu­sia den­gan Tuhan­nya,” ulas Kajari Pasaman meng-ilus­trasikan.

Di ujung sambu­tan­nya, kajari berharap selu­ruh stake hold­er di Pasaman mau berkomit­men untuk men­cip­takan Pilka­da Badunsanak(keluarga

“Boleh Sep­a­kat untuk tidak sep­a­kat, tapi tetap bersa­ha­bat,” ujarnya.

Sebelum­nya, Bupati Pasaman diwak­ili Sek­da Yas­ri Urip­syah menyam­paikan komit­men Pemkab Pasam­ab untuk men­dukung pelak­sanaan Pilka­da damai.

“Pemkab sudah men­gelu­arkan Surat Edaran ten­tang Netral­i­tas ASN dalam Pemilu Kada 2024,” ujar Sek­da.

Sek­da berharap para ASN tidak terko­tak-kotak dalam meng­hadapi Pilka­da tahun ini.

“Ada dua jenis pelang­garan ASN dalam pemilu, yakni Pelang­garan Kode Etik dan Pelang­garan Disi­plin. Ked­u­anya memi­li­ki kon­sekuen­si sangsi hukum yang berat,” pesan­nya.

  Belajar Serius tapi Tetap Kocak di Villa Ivan

Namun Sek­da Yas­ri yakin, ASN di Pasaman sudah mema­ha­mi atu­ran ten­tang netral­i­tas ASN dalam pemilu, lan­taran sudah beber­a­pa kali Pemilu dilalui.

Bimbin­gan tek­nis yang dis­e­leng­garakan Badan pen­gawas pemilu (Bawaslu) Kabu­pat­en Pasaman, meng­hadirkan dua nara sum­ber, dari kalan­gan akademisi dan Prak­tisi hukum. Khair­ul Anwar, MH Dosen Hukum Tata Negara Unand Padang dan Beni Kharis­ma Ara­sul­li, MH.

Ked­ua nara sum­ber meny­im­pulkan, bah­wa par­tisi­pasi pemil­ih dalam pemilu cen­drung dipen­garuhi pil­i­tik uang.

“Kami juga mem­per­oleh data bah­wa pada pemilu leg­is­latif awal 2024 kemaren, dite­mukan indikasi presure kepala daer­ah kepa­da ASN, baik kepala OPD, Camat juga Wali nagari untuk men­dukung calon ter­ten­tu yang ada hubun­gan­nya den­gan kepala daer­ah,” ungkap nar­sum Khair­ul Anwar, mem­be­berkan.

Bimtek dige­lar sehari penuh, dihadiri Forkopim­da, BIN, Kepa­da OPD, Camat, Pimp­inan Per­gu­ru­an Ting­gi dan kepala seko­lah di Kabu­pat­en Pasaman.( Ade putra )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *