Luwuk, SniperNew.id — Suasana penuh haru menyelimuti halaman SMP Negeri 2 Luwuk pada Selasa, 15 Juli 2025. Seorang pria sederhana yang telah menjadi sosok akrab di mata guru dan siswa selama dua dekade terakhir, kini mengucapkan salam perpisahan yang penuh makna. Dialah Pak Tiar, satpam setia yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer selama 20 tahun, kini resmi mengenakan seragam baru sebagai anggota Dinas Perhubungan (Dishub) dengan pangkat Blok Kuning 1, setelah dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Momen perpisahan ini terekam oleh akun Facebook Sekitar Info, yang membagikan foto dan kisah perjuangan Pak Tiar. Unggahan tersebut sontak mengundang ribuan reaksi dan komentar dari warganet yang ikut terharu dan bangga atas pencapaian luar biasa pria bersahaja ini.
Tangis haru pecah, bukan hanya dari Pak Tiar, tapi juga dari para guru, staf sekolah, hingga murid-murid yang selama ini telah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Beberapa siswa bahkan tak kuasa menahan air mata saat memberikan pelukan perpisahan.
“Pak Tiar itu bukan sekadar satpam, beliau seperti bapak sendiri di sekolah ini. Selalu ramah, selalu siap membantu, dan jadi teladan dalam kesabaran,” ungkap Ibu Rani, salah satu guru SMPN 2 Luwuk, dengan suara bergetar.
Selama dua puluh tahun, Pak Tiar menjalani tugasnya dengan penuh dedikasi, meski hanya berstatus tenaga honorer. Di tengah keterbatasan, ia tetap mengabdi dengan tulus. Keikhlasannya akhirnya terbayar lunas saat namanya tercantum dalam daftar kelulusan P3K, membuka jalan baru baginya menjadi bagian dari Dishub.
Kini, dengan mengenakan seragam Dishub berwarna kebanggaan dengan pangkat Blok Kuning 1, Pak Tiar siap menjalani babak baru dalam hidupnya. Saat memberikan sambutan perpisahan, ia tak bisa menahan air mata haru.
“Terima kasih SMPN 2 Luwuk. Tempat ini bukan hanya tempat kerja, tapi rumah kedua bagi saya. Saya mohon doa agar amanah di tempat baru,” ucap Pak Tiar sambil menyeka air mata.
Pepatah bijak yang sering ia ucapkan kembali menggema di tengah suasana syahdu: “Kuda lari bisa dikejar, tapi nasib orang siapa tahu.”
Kisah Pak Tiar menjadi simbol harapan dan semangat bagi para tenaga honorer di seluruh Indonesia. Bahwa perjuangan panjang dan ketulusan pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri menuju keberhasilan.
Selamat bertugas Pak Tiar. Seragam boleh berubah, tapi kenangan dan jasa di SMPN 2 Luwuk akan selalu hidup dalam hati. (Ahm)













