Lampung, SniperNew.id — Akun media sosial @suara_rakyattertindas menyoroti kondisi jalan rusak parah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) Kecamatan Bangku, Lampung. Dalam unggahannya, akun tersebut menulis bahwa jika saja anggaran APBN sebesar Rp1,2 triliun yang digunakan untuk membayar bunga proyek kereta cepat Whoosh dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti pengerasan jalan, maka sedikitnya 120 ruas jalan dapat diperbaiki setiap tahunnya dengan anggaran Rp10 miliar per jalan.
Unggahan tersebut menampilkan video kondisi jalan berlumpur yang hanya bisa dilalui menggunakan kerbau, menggambarkan sulitnya mobilitas warga di empat desa wilayah tersebut.
Unggahan itu juga memicu berbagai tanggapan dari warganet. Akun @hawa_rancangbangun menilai bahwa perbaikan jalan seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah maupun pusat. Ia menuliskan, “Harusnya ini prioritas. Tapi bertanya-tanya, ada Pemda, Pemprov, perwakilan daerah… ngapain aja yaa kerjanya sudah berabad-abad. Melestarikan zaman Majapahit sepertinya.”
Sementara itu, akun @alvinlafino menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia. “Tidak perhatikan pulau lain… Jawa saja yang diperhatikan. Coba lihat perbedaannya. Kalau pemerataan pembangunan seharusnya daerah luar Jawa lebih banyak dibangun,” tulisnya. Ia juga menyinggung proyek kereta api antar-Sulawesi yang hingga kini belum rampung.
Tagar yang disertakan dalam unggahan ini antara lain #whoosh #jokowi #prabowo #viralreels #reels, menggambarkan kritik publik terhadap prioritas pembangunan nasional dan harapan agar pemerataan infrastruktur di daerah 3T lebih diperhatikan pemerintah.
Penulis Iskandar












