Jakarta, SniperNew.id — Sebuah unggahan di media sosial dari akun @yudi.pratama96 tengah menjadi perbincangan hangat warganet. Dalam unggahan tersebut, terlihat rekaman video memperlihatkan iring-iringan kendaraan konvoi berbendera kuning yang melintas di jalan raya dan dinilai mengganggu pengguna jalan lain, Senin (10/11).
Melalui keterangan unggahannya, pemilik akun menulis. “Pasukan bendera kuning yang bener-bener sudah sangat meresahkan kalau di jalanan. Udah nabrak, ga ada maaf-maafnya, sama sekali langsung main kabur. Kalau mau konvoi silakan, boleh aja tapi taat pakai helm dan rapi.”
Unggahan ini langsung memicu beragam komentar dari warganet. Akun @rezaakbar989 menulis sindiran keras. “Yang berkelakuan begini rata-rata mukanya muka orang susah, kere, miskin. Kenapa yak wkwkwk.”
Sementara akun @seputargojek2025 membagikan pengalamannya. “Pernah nemuin modelan begini, ada dua bocah paling depan udah klakson-klakson sambil bawa bendera kuning, sedangkan ambulansnya di belakang jauh banget, sekitar dua kilometer. Lah saya tendang plus kasih bacotan dikit, soalnya bikin risih klakson-klakson nggak jelas.”
Beberapa warganet juga mengkritik kebiasaan masyarakat saat mengantar jenazah di jalan. Akun @jadenorlando3 menulis:
“Cuma di Indonesia kalau ada orang mau dikubur, rame-nya kudu poll! Jalanan harus clear pokoknya. Mayatnya bisa hidup lagi kah kalau telat sampai kuburan?”
Akun lain, @dualapanddesember_, menambahkan. “Gue kadang suka sebel sama yang nganter jenazah kenapa harus buru-buru banget. Burunya melebihi pasien darurat. Nggak mau minggir, auto dikeroyok.”
Namun, tidak semua komentar bersifat kritik. Akun @mbibu48 memberikan penjelasan berdasarkan ajaran agama:
“Kenapa cepat-cepat? Sebab jika ada seorang Muslim meninggal dunia maka segera makamkan, karena Nabi bersabda: ‘Percepatlah wahai yang membawa jenazahku’, sebab orang itu sudah melihat tempatnya yang baik.”
Di sisi lain, akun @w.sadiarsa turut menjelaskan fungsi alat di kendaraan dalam konteks keselamatan:
“Ada yang namanya towing bar besi untuk di belakang. Fungsinya bukan untuk towing, tapi melindungi mobil dari benturan biar nggak rusak.”
Unggahan tersebut menuai lebih dari empat ribu tayangan dan puluhan komentar dari pengguna lain. Fenomena “pasukan bendera kuning” atau konvoi pengantar jenazah ini pun menjadi sorotan publik, karena di satu sisi dianggap bagian dari tradisi penghormatan terakhir, namun di sisi lain dinilai dapat mengganggu ketertiban lalu lintas.
Sesuai Kode Etik Jurnalistik, informasi ini disajikan dengan menjaga keberimbangan pandangan masyarakat, menghormati nilai-nilai sosial dan keagamaan, serta menghindari penyebaran kebencian.
Penulis: (Iskandar)












