Cirebon, SniperNew.id — Sebuah peristiwa mencurigakan terjadi di Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (21/8/2025). Pemilik sebuah rumah yang lokasinya tepat di samping SMP Negeri 2 Pabedilan mendapati dua orang tak dikenal diduga mencoba membuka paksa pintu samping kediamannya.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali beredar melalui unggahan akun media sosial Trends bernama “cirebontimur_official” yang membagikan keterangan singkat disertai video situasi pascakejadian. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kedua pelaku sempat berpura-pura menggunakan modus meminta sumbangan. Keduanya datang berboncengan dengan sepeda motor jenis Honda Vario berwarna merah.
Pemilik rumah, yang tidak disebutkan identitasnya, mengaku mulai merasa curiga ketika mendengar suara asing dari arah pintu samping. Saat diperiksa, ternyata terdapat dua orang yang mencoba memaksa masuk. Menyadari aksinya diketahui, kedua orang itu segera pergi meninggalkan lokasi.
Menurut keterangan warga, pola berpura-pura meminta sumbangan atau donasi kerap dipakai sejumlah pelaku untuk mengelabui calon korban. Dengan membawa map, kertas, atau kotak amal, mereka mendatangi rumah-rumah warga, sekolah, bahkan toko. Namun dalam beberapa kasus, niat tersebut ternyata bukan benar-benar untuk menggalang dana, melainkan mencari kesempatan melakukan tindak kejahatan.
“Kalau dari ceritanya, orang itu pakai modus sumbangan. Itu sudah sering kita dengar. Biasanya pura-pura minta donasi, padahal tujuannya mengintai rumah atau bahkan langsung melakukan aksi kejahatan,” ujar salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Warga menyebut, sepeda motor yang digunakan pelaku adalah Honda Vario merah, yang sempat terlihat diparkir tidak jauh dari rumah target. Identitas kedua orang tersebut masih belum diketahui.
Peristiwa ini sontak membuat geger warga sekitar. Pasalnya, lokasi kejadian berada di dekat sekolah, sehingga menjadi kawasan yang cukup ramai setiap pagi hingga siang hari. Namun di waktu tertentu, khususnya saat rumah-rumah warga dalam keadaan kosong, area tersebut bisa relatif sepi.
Melalui unggahan di media sosial, admin akun cirebontimur_official menyampaikan pesan kewaspadaan kepada masyarakat sekitar. Warga diminta untuk lebih berhati-hati, terutama bila rumah sedang dalam kondisi kosong.
“Warga sekitar diminta tetap waspada, terutama saat kondisi rumah sepi,” demikian bunyi imbauan yang disertakan dalam unggahan tersebut.
Pesan tersebut segera menuai berbagai komentar warganet. Beberapa menyatakan keprihatinan sekaligus mengingatkan agar setiap rumah dilengkapi kunci ganda, kamera pengawas (CCTV), serta melibatkan peran aktif ronda malam untuk meningkatkan keamanan lingkungan.
Kasus upaya pembobolan rumah bukan hal baru di wilayah Cirebon Timur. Polisi sebelumnya juga kerap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama dalam menghadapi modus-modus klasik seperti meminta sumbangan, berpura-pura menjadi tukang servis, hingga menyamar sebagai petugas dari lembaga tertentu.
Beberapa langkah yang bisa ditempuh warga untuk meminimalisasi risiko kejadian serupa antara lain:
1. Memasang kunci ganda pada pintu depan maupun samping.
2. Mengaktifkan CCTV atau minimal memasang lampu sensor gerak di sekitar pintu dan halaman.3. Tidak langsung membuka pintu ketika ada tamu tidak dikenal. Pastikan terlebih dahulu identitas dan tujuan kedatangan.
4. Meningkatkan ronda malam atau siskamling, terutama di lingkungan perkampungan.
5. Segera melaporkan orang asing yang gerak-geriknya mencurigakan kepada aparat desa atau pihak kepolisian.
Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, warga dapat menciptakan kondisi lingkungan yang lebih aman dan saling menjaga.
Kasus di Babakan Losari juga menunjukkan betapa pentingnya peran media sosial sebagai sarana berbagi informasi cepat di tingkat lokal. Hanya dalam hitungan menit, unggahan cirebontimur_official langsung mendapat perhatian dari ribuan pengguna dan menjadi perbincangan hangat.
Namun demikian, masyarakat diimbau agar tetap bijak dalam menyebarkan informasi. Fakta-fakta yang beredar perlu dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan. Dalam hal ini, kerja sama antara masyarakat, media lokal, dan aparat keamanan menjadi kunci utama.
Meski belum ada laporan resmi yang dipublikasikan dari kepolisian setempat, warga berharap aparat segera turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Identifikasi terhadap ciri-ciri pelaku, termasuk kendaraan yang digunakan, diharapkan bisa segera dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
“Kalau bisa motor Vario merah itu dilacak, karena itu petunjuk penting. Kita khawatir mereka melakukan hal serupa di tempat lain,” kata seorang tokoh masyarakat Desa Babakan Losari.
Masyarakat Babakan Losari pada prinsipnya ingin hidup dalam suasana tenteram. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat dalam saling mengawasi, ditambah kesigapan aparat, diyakini dapat mencegah tindak kejahatan serupa terulang kembali.
Sebagaimana disampaikan dalam unggahan cirebontimur_official, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Rumah-rumah yang sering kosong karena ditinggal bekerja sebaiknya mendapat perhatian khusus. Dengan begitu, upaya pelaku kriminal bisa diminimalisasi sedini mungkin.
Kasus dua orang tak dikenal yang diduga mencoba membobol rumah di Desa Babakan Losari, Cirebon Timur, menjadi alarm bagi seluruh masyarakat. Meski tidak sampai menimbulkan kerugian besar, peristiwa ini menunjukkan masih adanya ancaman kejahatan dengan modus klasik yang terus dipakai.
Pesan utamanya jelas: jangan lengah, tetap waspada, dan perkuat kerja sama warga demi keamanan bersama. Karena pada akhirnya, lingkungan yang aman dan nyaman hanya bisa tercipta bila setiap orang mau saling menjaga.
Editor: (Ahm)













