Berita Olahraga

Usai Janice Tjen Juara WTA 250 Chennai, Dukungan Pemerintah Tuai Sorotan Warganet

489
×

Usai Janice Tjen Juara WTA 250 Chennai, Dukungan Pemerintah Tuai Sorotan Warganet

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id —  Pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dengan petenis Indonesia Janice Tjen tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam unggahan di platform Threads, Erick menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Janice yang menjuarai WTA 250 Chennai Open 2025 di India sebuah capaian besar bagi atlet muda berusia 23 tahun tersebut.

Dalam unggahan yang dibuat 23 jam lalu, Erick menuliskan kebanggaannya bisa bertemu langsung dengan Janice, yang kini menempati peringkat 53 dunia WTA untuk sektor tunggal.

“Kami dari Kemenpora memastikan akan mendukung atlet-atlet yang punya potensi besar seperti Janice untuk bisa tampil di level Olimpiade agar olahraga menjadi cermin kedigdayaan bangsa Indonesia di dunia,” tulis Erick.

  Elemen Mahasiswa Sumut Bertemu Kapolda, Dorong Kolaborasi Tekan Narkoba dan Kriminalitas

Unggahan tersebut disertai foto Erick Thohir dan Janice Tjen yang berdiri berdampingan sambil tersenyum ke kamera.

Performa impresif Janice sepanjang 2025 juga ramai dibicarakan warganet. Akun jhonusat menyoroti progres tajam Janice dalam setahun terakhir. “Janice Tjen memulai tahun 2025 diperingkat WTA 500-an dan mengakhiri tahun ini di peringkat WTA 53 di nomor tunggal dan peringkat 85 di nomor ganda. Salute…”

Lonjakan tersebut dinilai sebagai salah satu perkembangan paling signifikan dari atlet tenis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, di sisi lain, unggahan Erick memicu gelombang komentar kritis dari pengguna Threads yang mempertanyakan konsistensi dukungan negara terhadap atlet sebelum mereka mencapai panggung besar.

Akun ver_nap70 menuliskan. “Giliran udah berprestasi jabat tangan foto. Kemarin-kemarin dia berjuang didukung gakkk??”

  Malaysia Fokus Bangun Ekosistem Sukan Berdaya Saing Global

Nada serupa muncul dari bukanpetrolhead yang menyindir pola dukungan terhadap atlet. “Didukung sebelum berprestasi

Didukung setelah berprestasi” Komentar bernada satire lain datang dari yoga.darmajati. “Basi rik, basi… malah udah bau tai… ckckck”

Sementara itu, boteksss menyinggung pernyataan Erick yang menyebut Janice “punya potensi”, padahal atlet tersebut sudah berada di jajaran 60 besar dunia:

> “Udah peringkat 53 WTA, masih dicap ‘punya potensi’. Itu mah Barang Jadi pak! Negara kebelet banget keliatan andil tanpa andil beneran.”

Beberapa komentar lain hadir dalam tone berbeda. Akun ba.pointhealthy sekadar menuliskan. “Barokallah”

Ada pula warganet yang menyinggung jabatan Erick sebagai Ketua PSSI. “Lah, bafack kan ketua PSSI. Dia pemain” — ltd_shop_point

Di sisi lain, ada usulan konkret yang disampaikan pengguna tegarid mengenai pembiayaan kompetisi internasional bagi atlet tenis:

  Garuda Kena Lemparan, Filipina Tersenyum di Semifinal

“Biayain tournya 2 M cukup tuh setahun… biar uang sponsor hadiah dll masuk ke rekeningnya utuh… baru paten.”

Usulan tersebut merujuk pada biaya perjalanan dan akomodasi yang sering menjadi tantangan bagi atlet tenis profesional Indonesia untuk mengikuti rangkaian turnamen internasional.

Kabar pertemuan Erick Thohir dan Janice Tjen menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap talenta nasional yang tengah bersinar. Namun, tingginya respons publik juga menandakan ekspektasi besar mengenai perlunya dukungan institusional yang berkelanjutan — dimulai jauh sebelum seorang atlet meraih prestasi internasional.

Saat Janice memasuki jajaran teratas tenis dunia, publik kini menunggu realisasi komitmen pemerintah agar performa atlet Indonesia tidak hanya sesaat, tetapi mampu bersaing di level tertinggi, termasuk Olimpiade.

(Seluruh kutipan di atas merupakan pernyataan langsung para pengguna media sosial, ditampilkan apa adanya sesuai kaidah KEJ tanpa perubahan substansi.)

Penulis Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *