Washington, D.C. SniperNew.id – Dunia politik Amerika Serikat kembali memanas setelah mantan Presiden Donald Trump mengumumkan pemecatan terhadap Komisioner Biro Statistik Ketenagakerjaan (Bureau of Labor Statistics), Dr. Erika McEntarfer. Pemecatan ini disampaikan langsung oleh Trump melalui unggahan di media sosial Threads, yang kemudian dilaporkan oleh NBC News melalui jurnalis Gedung Putih mereka, Monica Alba, Sabtu (02/08/25).
Trump menuduh Dr. McEntarfer yang merupakan pejabat yang diangkat oleh Presiden Joe Biden, telah “memalsukan” data pertumbuhan pekerjaan menjelang Pemilu Presiden 2024. Dalam unggahan yang viral itu, Trump menulis:
“Saya baru saja diberi tahu bahwa angka pekerjaan negara kita diproduksi oleh pejabat Biden, Dr. Erika McEntarfer… yang memalsukan angka pekerjaan sebelum pemilu untuk meningkatkan peluang kemenangan Kamala.”
Ia menyebut BLS telah melebih-lebihkan pertumbuhan lapangan kerja pada Maret 2024 sebesar 818.000 dan di bulan Agustus–September sebesar 112.000. Trump menuntut data pekerjaan yang “jujur dan akurat” serta menyatakan bahwa posisi McEntarfer akan segera digantikan oleh sosok yang “lebih kompeten dan netral secara politik.”
Reaksi publik di media sosial langsung meledak. Seorang pengguna bernama lostvegas44 menyambut pemecatan ini sebagai “kemenangan manis” dan menuding McEntarfer sebagai bagian dari “deep state” yang ingin menjatuhkan Trump:
“Dia harus dieksekusi di depan regu tembak di TV nasional… Mereka semua harus dikirim ke kamp kerja untuk membayar dosa terhadap Trump.”
Komentar ekstrem ini langsung mengundang perhatian, bahkan salah satu pengguna lain menandai akun FBI atas pernyataan berbahaya tersebut.
Sementara itu, akun lain bernama barrych12 menyoroti data lapangan kerja yang mengejutkan:
“Hanya ada 73.000 pekerjaan baru di bulan Juli, jauh di bawah ekspektasi. Mei & Juni direvisi turun sebanyak 258.000.”
Ia melanjutkan bahwa penurunan ini terjadi di hampir semua sektor pemerintah, manufaktur, ritel kecuali di sektor kesehatan. Ia menyebut situasi ini sebagai “bukan resesi, tapi sabotase.”
Dalam berita lain, MSNBC juga melaporkan pernyataan Kamala Harris di acara The Late Show with Stephen Colbert, di mana ia mengungkap alasan menolak pencalonan gubernur California. Harris mengatakan sistem politik saat ini “rusak,” namun ia tetap berkomitmen untuk berkontribusi secara nasional.
Pemecatan Komisioner Statistik oleh Trump menjadi isu nasional yang mencuat cepat dan memicu perdebatan tajam, mulai dari dugaan manipulasi data, tuduhan “deep state”, hingga prediksi kehancuran ekonomi. Situasi ini bisa berdampak besar terhadap dinamika politik dan ekonomi jelang pemilu AS yang akan datang.













