Amerika, SniperNew.id - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai kontroversi tajam setelah secara terbuka memuji dan mengundang Lawrence Taylor seorang pelaku kejahatan seksual yang telah divonis dalam sebuah acara kebugaran anak-anak.
Kejadian ini memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, terutama karena acara tersebut diselenggarakan dengan latar belakang simbol resmi kepresidenan Amerika Serikat.
Dalam unggahan akun media sosial @barrych12 dengan nama pengguna “TrumpIsANationalDisgrace”, dijelaskan bahwa Trump tidak memberikan penjelasan apa pun terkait riwayat kriminal Taylor yang sudah tercatat sebagai pelanggar seksual terdaftar. Lebih mengejutkan lagi, acara yang dihadiri Taylor itu berlangsung di atas panggung yang dihiasi dengan lambang resmi kepresidenan, menambah kesan legitimasi terhadap kehadirannya.
“Acara ini dinilai sangat tidak sensitif dan tidak pantas terutama karena status Taylor sebagai pelaku kejahatan seksual terdaftar yang justru diberi panggung di acara bertema anak,” tulis akun tersebut. Kritik keras terus bergulir, menilai langkah Trump sebagai bentuk pembiaran terhadap masa lalu kelam yang seharusnya menjadi perhatian serius.
Beberapa pengamat politik menyebut bahwa tindakan ini kembali menunjukkan bagaimana Trump tidak mampu lepas dari bayang-bayang skandal masa lalu, termasuk keterkaitannya dengan kasus Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual terkenal yang juga sempat menjadi sorotan dunia karena koneksi elitnya, termasuk dengan Trump.
“Trump tidak bisa lari dari bayang-bayang Epstein sekeras apa pun ia mencoba,” tulis akun tersebut dengan menyertakan emoji mata melotot, jari menunjuk, dan badut sebagai sindiran keras.
Foto yang beredar menunjukkan Trump berdiri di samping Taylor bersama beberapa pria lainnya, semua mengenakan jas formal di depan podium yang memajang lambang kepresidenan. Kehadiran Taylor dalam forum tersebut, tanpa penjelasan apa pun dari pihak penyelenggara, menimbulkan pertanyaan besar tentang kebijakan dan nilai yang diusung oleh tokoh politik yang masih memiliki pengaruh besar dalam partai Republik tersebut.
Sementara pihak Gedung Putih atau perwakilan Trump belum memberikan komentar resmi, gelombang kritik publik terus membesar di media sosial, mempertanyakan integritas moral Trump serta potensi pengaruh buruk terhadap masyarakat, khususnya anak-anak, jika figur publik seperti Taylor diangkat tanpa pertanggungjawaban.
Isu ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan menjelang tahun politik yang semakin memanas di AS.
Editor: (Ahd/Dar)



















