Maros, SniperNew.id – Pencarian korban hanyut di Sungai Wisata Bislab, Dusun Pattunuang, Desa Samangki, Kecamatan Simbang, mulai membuahkan hasil. Jane (19) menjadi korban pertama yang ditemukan oleh tim gabungan pada Kamis (22/1) pukul 21.30 WITA. Jenazahnya ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di aliran sungai belakang SPBU Pattunuang, Kamis (23/1/225).
Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, mengonfirmasi penemuan ini. “Jane ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus deras. Lokasi penemuan berada di area sungai yang curam dan sulit dijangkau,” jelasnya.
Penemuan Resky Tak Jauh dari Lokasi Awal
Beberapa jam kemudian, tim pencari berhasil menemukan korban kedua, Resky (21), sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat bekerja tanpa henti meskipun menghadapi derasnya arus dan kondisi medan yang licin.
“Kami terus berupaya dengan segala keterbatasan, dan Alhamdulillah dua korban berhasil ditemukan meski dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, pencarian terhadap korban ketiga masih berlangsung,” ujar AKP Hj Ema Ratna AR, Kapolsek Bantimurung.
Syadsya Asal Mallawa Masih Hilang
Korban terakhir yang masih hilang, Syadsya (19), diketahui merupakan warga Kecamatan Mallawa, Maros. Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya mencari keberadaan Syadsya di sepanjang aliran sungai. Kondisi medan yang sulit dan cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam pencarian korban terakhir ini.
“Kami berharap korban segera ditemukan. Tim pencarian terus menyisir titik-titik strategis yang kemungkinan menjadi lokasi korban tersangkut,” jelas salah satu petugas Basarnas.
Tangis Haru dan Penantian Keluarga
Kabar penemuan Jane dan Resky disambut haru oleh keluarga korban yang berada di lokasi. Namun, duka belum sepenuhnya usai karena keluarga Syadsya masih menanti dengan penuh harap agar ia segera ditemukan.
“Semoga Syadsya segera ditemukan. Kami hanya ingin semuanya kembali dengan damai,” ujar salah seorang anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Pelajaran dari Tragedi Alam
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk berhati-hati saat berwisata di kawasan alam, terutama di musim hujan. “Kami mengimbau wisatawan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar seorang petugas BPBD Maros.
Pencarian Syadsya akan dilanjutkan dengan harapan cuaca membaik agar tim dapat bekerja lebih optimal. Seluruh pihak berharap pencarian ini segera berakhir, memberikan kelegaan bagi keluarga dan rekan korban. (Syamsir)



















