Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Terpal Jadi Alas Rezeki: Kisah Ibu-Ibu Hebat Penjual Bumbu yang Tak Kenal Lelah di Pasar Taji

456
×

Terpal Jadi Alas Rezeki: Kisah Ibu-Ibu Hebat Penjual Bumbu yang Tak Kenal Lelah di Pasar Taji

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id - Pasar tra­di­sion­al selalu meny­im­pan kisah inspi­ratif yang menyen­tuh hati. Salah sat­un­ya ter­li­hat dalam ung­ga­han akun Face­book Yusuf Far­da Chan­nel yang mem­bagikan potret dua ibu pen­jual bum­bu dapur di Pasar Tra­di­sion­al Taji, Tam­bak Rejo. Den­gan cap­tion menyen­tuh hati:, Rabu 16 Juli 2025.

  BBM Mahal di Wamena Jadi Sorotan Saat Kunjungan Gibran

“Ibu Yang Lucu, Potret Pen­jual Bum­bu Dapur Beralaskan Ter­pal Bisa Men­cukupi Kehidu­pan Sehari Hari Di Pasar Tra­di­sion­al Taji Tam­bak Rejo.”

Ung­ga­han ini tak hanya mem­per­li­hatkan kece­ri­aan dan seman­gat ibu-ibu terse­but, tetapi juga menyam­paikan pesan kuat ten­tang keta­hanan ekono­mi masyarakat kecil.

Berbekal tikar ter­pal dan ane­ka hasil bumi seper­ti cabai, bawang putih, bawang mer­ah, tomat, dan sayur mayur lain­nya, mere­ka mam­pu berta­han dan men­cukupi kebu­tuhan hidup har­i­an.

Senyum lebar yang dita­mpilkan dalam foto, lengkap den­gan tawaran lucu sebuah buah labu yang dia­cungkan ke kam­era, adalah sim­bol keba­ha­giaan dari hasil jer­ih payah yang halal. Mere­ka tidak mem­bu­tuhkan eta­lase mewah, cukup tem­pat seder­hana dan seman­gat untuk melayani pelang­gan den­gan ramah.

  Bea Cukai Batam Digoyang Isu, LSM Kepri: Ada yang Terusik Penindakan

Fenom­e­na ini men­ga­jarkan banyak hal. Di ten­gah gem­pu­ran gaya hidup instan dan dig­i­tal, ekono­mi ker­aky­atan yang tum­buh dari pasar tra­di­sion­al tetap men­ja­di tulang pung­gung banyak kelu­ar­ga. Mere­ka bek­er­ja sejak pagi buta, menyusun dagan­gan den­gan telat­en, dan men­jual­nya den­gan penuh can­da tawa.

Potret seper­ti ini harus men­ja­di inspi­rasi, teruta­ma bagi gen­erasi muda. Di ten­gah tan­ta­n­gan ekono­mi yang fluk­tu­atif, seman­gat ker­ja keras, pan­tang meny­er­ah, dan keseder­hanaan tetap men­ja­di kun­ci uta­ma berta­han. Tak per­lu gengsi berjualan di pasar, kare­na dari sini­lah reze­ki yang halal dan berkah men­galir.

  Huawei Soroti Inovasi Teknologi dalam Rantai Pasok Global

Ung­ga­han ini pun men­ja­di viral kare­na menyen­tuh hati banyak neti­zen yang merindukan kehangatan dan ketu­lu­san suasana pasar tra­di­sion­al. Banyak war­ganet yang mem­berikan komen­tar posi­tif dan merasa ter­mo­ti­vasi, teruta­ma di era di mana banyak orang men­cari peker­jaan, namun lupa bah­wa kesem­patan bisa dim­u­lai dari hal kecil di sek­i­tar kita.

Mari kita dukung para pelaku UMKM seper­ti ibu-ibu tang­guh ini. Kare­na dari tan­gan-tan­gan mere­ka, ekono­mi raky­at bisa terus berg­er­ak. Pasar tra­di­sion­al bukan sekadar tem­pat transak­si, tapi juga pusat inspi­rasi dan pela­jaran hidup yang tak terni­lai. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *