Berita DaerahBerita Sosial

Tari Kamoro Sambut 2026, Kampung Nawaripi Jadi Simbol Perdamaian di Mimika

174
×

Tari Kamoro Sambut 2026, Kampung Nawaripi Jadi Simbol Perdamaian di Mimika

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Suku Kamoro bersama aparatur Pemerintah Kampung Nawaripi berfoto bersama usai kegiatan silaturahmi dan penyerahan bantuan di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (05/01/2026). Kegiatan budaya ini menjadi simbol kebersamaan, perdamaian, dan keharmonisan antara masyarakat adat dan pemerintah kampung dalam menyambut Tahun Baru 2026.

PAPUA, SNIPERNEW.id — Kam­pung Nawaripi, Dis­trik Wania, Kabu­pat­en Mimi­ka, Papua Ten­gah, kem­bali menun­jukkan komit­men­nya seba­gai kam­pung yang men­jun­jung ting­gi nilai per­dama­ian dan per­saudaraan. Men­gawali Tahun Baru 2026, masyarakat Suku Kamoro Kam­pung Nawaripi mengge­lar kegiatan tar­i­an dan nyanyian tra­di­sion­al di depan Kan­tor Pemer­in­tah Kam­pung Nawaripi, Senin (05/01/2026).

Kegiatan budaya terse­but men­ja­di sim­bol kuat keber­samaan antara masyarakat dan aparatur pemer­in­tah kam­pung. Tidak hanya berfungsi seba­gai hibu­ran dalam menyam­but tahun baru, tar­i­an dan nyanyian ini juga men­ja­di sarana mem­per­erat silat­u­rah­mi, men­ja­ga kehar­mon­isan, ser­ta mem­perku­at hubun­gan sosial antar­war­ga di Kam­pung Nawaripi.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

Sejak pagi hari, masyarakat Suku Kamoro tam­pak antu­sias men­datan­gi kan­tor kam­pung. Mere­ka menampilkan tar­i­an adat dan lagu-lagu khas daer­ah Mimi­ka yang sarat mak­na budaya dan filosofi kehidu­pan. Iringan musik tra­di­sion­al yang mengge­ma men­cip­takan suasana penuh sukaci­ta dan ener­gi posi­tif di lingkun­gan kam­pung.

Kehadi­ran masyarakat den­gan balu­tan budaya lokal ini dis­am­but hangat oleh aparatur Pemer­in­tah Kam­pung Nawaripi. Para pegawai kam­pung tidak hanya menyak­sikan, tetapi juga turut bergabung menari bersama masyarakat. Keber­samaan terse­but mencer­minkan hubun­gan yang har­mo­nis dan men­cairkan sekat antara pemer­in­tah kam­pung dan war­ga.

Kepala Kam­pung Nawaripi, Nor­man Ditubun, saat dite­mui di lokasi kegiatan, menyam­paikan bah­wa tra­disi tar­i­an dan nyanyian Suku Kamoro ini telah berlang­sung sejak lama dan men­ja­di bagian dari kehidu­pan sosial masyarakat Kam­pung Nawaripi.

“Tra­disi ini bukan hanya dilakukan tahun ini saja, tetapi sudah ber­jalan bertahun-tahun. Ini sudah men­ja­di budaya dan kebi­asaan masyarakat kami. Kegiatan seper­ti ini san­gat posi­tif dan patut untuk terus dija­ga,” ujar Nor­man Ditubun.

  APDESI Tanggamus Sambut Baik Keputusan Presiden Mencabut PMK 81/2025

Menu­rut­nya, kegiatan budaya terse­but memi­li­ki nilai strate­gis dalam men­ja­ga sta­bil­i­tas sosial di kam­pung. Melalui tar­i­an dan nyanyian, masyarakat dap­at menyalurkan ekspre­si keba­ha­giaan, mem­perku­at rasa per­saudaraan, ser­ta menum­buhkan seman­gat keber­samaan dalam kehidu­pan sehari-hari.
Ia juga mene­gaskan bah­wa Pemer­in­tah Kam­pung Nawaripi selalu men­dukung kegiatan-kegiatan budaya yang mem­bawa dampak posi­tif bagi masyarakat.

Dukun­gan terse­but meru­pakan bagian dari upaya men­ja­ga per­sat­u­an, kedama­ian, dan kehar­mon­isan di ten­gah keber­aga­man.
Dalam kegiatan terse­but, masyarakat Suku Kamoro dan aparatur Pemer­in­tah Kam­pung Nawaripi menari bersama di depan kan­tor kam­pung den­gan diirin­gi lagu-lagu khas daer­ah Mimi­ka. Momen ini men­ja­di gam­baran nya­ta sin­er­gi antara pemer­in­tah kam­pung dan masyarakat dalam mer­awat nilai-nilai budaya lokal.

Sete­lah rangka­ian tar­i­an dan nyanyian sele­sai, kegiatan dilan­jutkan den­gan sesi foto bersama seba­gai ben­tuk doku­men­tasi dan kenang-kenan­gan keber­samaan. Pemer­in­tah kam­pung juga mem­berikan sum­ban­gan kepa­da masyarakat Suku Kamoro seba­gai wujud kepedu­lian sosial dan apre­si­asi ter­hadap per­an masyarakat dalam men­ja­ga per­sat­u­an dan kehar­mon­isan kam­pung.
Pem­ber­ian sum­ban­gan terse­but dihara­p­kan dap­at semakin mem­per­erat hubun­gan antara pemer­in­tah kam­pung dan masyarakat, ser­ta men­ja­di moti­vasi untuk terus melestarikan tra­disi budaya yang telah diwariskan secara turun-temu­run.

  Nanda Indira Lantik 9 Kades PAW, Tekankan Integritas dan Transparansi

Melaluikegiatan ini, Kam­pung Nawaripi menun­jukkan bah­wa kear­i­fan lokal dan budaya adat mam­pu men­ja­di perekat sosial yang efek­tif. Tra­disi tar­i­an dan nyanyian Suku Kamoro tidak hanya mem­perku­at iden­ti­tas budaya, tetapi juga men­ja­di media mem­ban­gun per­dama­ian dan keber­samaan di Kabu­pat­en Mimi­ka.

Kam­pung Nawaripi pun dini­lai layak men­ja­di con­toh atau teladan bagi kam­pung-kam­pung lain dalam men­ja­ga har­moni sosial, mem­perku­at per­saudaraan, ser­ta men­cip­takan lingkun­gan yang aman, damai, dan penuh tol­er­an­si melalui pen­dekatan budaya.

Penulis: (isk/Erwin)