Berita DaerahBerita Sosial

Tari Kamoro Sambut 2026, Kampung Nawaripi Jadi Simbol Perdamaian di Mimika

64
×

Tari Kamoro Sambut 2026, Kampung Nawaripi Jadi Simbol Perdamaian di Mimika

Sebarkan artikel ini

Kampung Nawaripi Teladan Harmoni Sosial Lewat Tradisi Budaya Suku Kamoro

Masyarakat Suku Kamoro bersama aparatur Pemerintah Kampung Nawaripi berfoto bersama usai kegiatan silaturahmi dan penyerahan bantuan di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (05/01/2026). Kegiatan budaya ini menjadi simbol kebersamaan, perdamaian, dan keharmonisan antara masyarakat adat dan pemerintah kampung dalam menyambut Tahun Baru 2026.

PAPUA, SNIPERNEW.id — Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampung yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan persaudaraan. Mengawali Tahun Baru 2026, masyarakat Suku Kamoro Kampung Nawaripi menggelar kegiatan tarian dan nyanyian tradisional di depan Kantor Pemerintah Kampung Nawaripi, Senin (05/01/2026).

Kegiatan budaya tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan antara masyarakat dan aparatur pemerintah kampung. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam menyambut tahun baru, tarian dan nyanyian ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga keharmonisan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga di Kampung Nawaripi.

Sejak pagi hari, masyarakat Suku Kamoro tampak antusias mendatangi kantor kampung. Mereka menampilkan tarian adat dan lagu-lagu khas daerah Mimika yang sarat makna budaya dan filosofi kehidupan. Iringan musik tradisional yang menggema menciptakan suasana penuh sukacita dan energi positif di lingkungan kampung.

Kehadiran masyarakat dengan balutan budaya lokal ini disambut hangat oleh aparatur Pemerintah Kampung Nawaripi. Para pegawai kampung tidak hanya menyaksikan, tetapi juga turut bergabung menari bersama masyarakat. Kebersamaan tersebut mencerminkan hubungan yang harmonis dan mencairkan sekat antara pemerintah kampung dan warga.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, saat ditemui di lokasi kegiatan, menyampaikan bahwa tradisi tarian dan nyanyian Suku Kamoro ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Kampung Nawaripi.

“Tradisi ini bukan hanya dilakukan tahun ini saja, tetapi sudah berjalan bertahun-tahun. Ini sudah menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat kami. Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut untuk terus dijaga,” ujar Norman Ditubun.

Menurutnya, kegiatan budaya tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial di kampung. Melalui tarian dan nyanyian, masyarakat dapat menyalurkan ekspresi kebahagiaan, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kampung Nawaripi selalu mendukung kegiatan-kegiatan budaya yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan, kedamaian, dan keharmonisan di tengah keberagaman.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Suku Kamoro dan aparatur Pemerintah Kampung Nawaripi menari bersama di depan kantor kampung dengan diiringi lagu-lagu khas daerah Mimika. Momen ini menjadi gambaran nyata sinergi antara pemerintah kampung dan masyarakat dalam merawat nilai-nilai budaya lokal.

Setelah rangkaian tarian dan nyanyian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan kebersamaan. Pemerintah kampung juga memberikan sumbangan kepada masyarakat Suku Kamoro sebagai wujud kepedulian sosial dan apresiasi terhadap peran masyarakat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kampung.
Pemberian sumbangan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah kampung dan masyarakat, serta menjadi motivasi untuk terus melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melaluikegiatan ini, Kampung Nawaripi menunjukkan bahwa kearifan lokal dan budaya adat mampu menjadi perekat sosial yang efektif. Tradisi tarian dan nyanyian Suku Kamoro tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi media membangun perdamaian dan kebersamaan di Kabupaten Mimika.

Kampung Nawaripi pun dinilai layak menjadi contoh atau teladan bagi kampung-kampung lain dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi melalui pendekatan budaya.

Penulis: (isk/Erwin)