Sijunjung, SniperNew.id — Kecelakaan maut kembali mengguncang jalur lintas Sumatera. Sebuah bus ANS (Antar Nagari Sumatera) terlibat tabrakan hebat dengan truk pengangkut ayam, Senin sore (14/07/2025) sekitar pukul 17:00 WIB, tepatnya di jalan lintas Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
Dari informasi yang dihimpun dari unggahan akun Facebook atas nama “Roza Cipto” yang viral sore ini, menyebutkan bahwa dalam kecelakaan tersebut satu orang meninggal dunia (MD) dan beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Korban jiwa diduga adalah sopir truk, yang tragisnya terjepit di kolong truk akibat kerasnya benturan.
Dalam unggahan yang memperlihatkan foto lokasi kejadian, tampak bagian depan bus ANS ringsek parah, sementara beberapa warga dan petugas kepolisian terlihat berada di lokasi untuk melakukan evakuasi serta pengamanan. Sebagian warga terlihat syok menyaksikan kondisi bus dan korban.
Seorang petugas dari unit laka lantas yang berada di lokasi menyampaikan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Kami belum bisa memastikan kronologinya.Tim sedang bekerja di lapangan, dan korban luka telah dilarikan ke RS terdekat untuk perawatan medis,” ujarnya.
Bus ANS, yang dikenal sebagai salah satu armada antarkota dan antarprovinsi legendaris di Sumatera Barat, disebut sedang dalam perjalanan reguler saat insiden terjadi.
Sementara truk ayam yang terlibat disebut mengangkut hewan ternak dari arah berlawanan.
Kondisi di lokasi kejadian pun sempat membuat lalu lintas macet karena kerumunan warga dan proses evakuasi kendaraan yang cukup memakan waktu.
Beberapa netizen yang membagikan foto di media sosial menuliskan keprihatinannya, serta berharap agar korban segera mendapatkan pertolongan terbaik.
Unggahan dan dokumentasi langsung dari akun “Roza Cipto” membuat peristiwa ini cepat viral di Facebook.
Netizen pun ramai-ramai mengomentari tragedi ini dengan doa dan harapan agar pihak berwenang segera mengusut tuntas penyebab kecelakaan.
Tetap ikuti SniperNew.id untuk update terkini perkembangan kejadian ini.
Editor: (Darma).



















