Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Syarat Kepentingan Politik, Kadiskes Deli Serdang Diminta Mundur Dari Jabatannya

222
×

Syarat Kepentingan Politik, Kadiskes Deli Serdang Diminta Mundur Dari Jabatannya

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, Snipernew.id — Sejum­lah kalan­gan mem­inta dr Asri Ludin Tam­bunan atau yang ser­ing di sapa den­gan dr Aci mundur dari Kepala Dinas Kese­hatan (Kadiskes) Deli Ser­dang untuk mundur dari jabatan­nya atau Pen­ja­bat (Pj) Bupati Deli Ser­dang, Ir Wiriya Alrah­man MM men­gusulkan pem­ber­hent­ian (copot) ke Menteri Dalam Negeri (Menda­gri) Muham­mad Tito Kar­na­vian.

Menteri Dalam Negeri (Menda­gri) Tito Kar­na­vian mener­bitkan surat edaran pada 16 Mei 2024 men­ge­nai kon­sekuen­si bagi para pen­ja­bat (pj) kepala daer­ah yang ingin mengiku­ti Pilka­da Serentak 2024. Dalam surat itu, Tito mene­gaskan, mere­ka harus mundur seba­gai aparatur sip­il negara (ASN) pal­ing lam­bat 40 hari sebelum pendaf­taran pasan­gan calon.

Ada­pun pendaf­taran pasan­gan calon kepala daer­ah akan dibu­ka KPU pada 27–29 Agus­tus 2024 dan pene­ta­pan pasan­gan calon dilakukan per 22 Sep­tem­ber 2024.

Yang (ingin) ikut run­ning Pilka­da saya sudah kir­im surat­nya tang­gal 16 Mei 2024, seba­gaimana dije­laskan agar rekan-rekan mem­berikan infor­masi melam­pirkan (surat pen­gun­duran diri) kepa­da Menda­gri 40 hari sebelum tang­gal pendaf­taran calon,” ujar Tito, diku­tip keteran­gan situs res­mi Kemenda­gri.

Ia meny­er­ahkan kepu­tu­san kepa­da para pj kepala daer­ah yang bermi­nat maju kon­tes­tasi. Pil­i­han­nya ada dua: men­gun­durkan diri atau diber­hen­tikan. “Jadi ting­gal pil­ih (ingin) di mata pub­lik posi­tif dan elek­ta­bil­i­tas akan naik kare­na fair, diband­ingkan den­gan isu yang kelu­ar si A itu yang calon diber­hen­tikan kare­na dia tidak mela­por,” ucap eks Kapol­ri itu.

  Warga Timbangan Keluhkan Kos-Kosan Tidak Tertib kepada Kapolsek Indralaya

Terkait hal terse­but, dr Aci yang saat ini Bakal Calon (Balon) Bupati Deli Ser­dang yang sudah mener­i­ma beber­a­pa rekomen­dasi dari par­tai poli­tik (Par­pol) diduga syarat kepentin­gan poli­tik den­gan meman­faatkan jabatan untuk peme­nan­gan Pemil­i­han Kepala Daer­ah (Pilka­da) Deli Ser­dang.

ejum­lah pihak berbicara kepa­da Wartawan, mere­ka adalah Penga­mat Poli­tik dari Uni­ver­si­tas Islam Negeri Sumat­era Utara (UIN-Sumut) Dr. Ahmad Mukhlasin dan Prak­tisi Pen­gawas Pemilu Kabu­pat­en Deli Ser­dang yang meru­pakan Man­tan Ket­ua Badan Pen­gawas Pemil­i­han Umum (Bawaslu) Deli Ser­dang, M. Ali Sitorus, S. Ag.

Seba­gaimana dike­tahui pas­ca dibukanya penjaringan/pendaftaran calon kepala daer­ah (Caka­da) Bupati-wak­il Bupati Deli Ser­dang oleh Par­pol, dr Asri Ludin Tam­bunan aktif mem­bu­at kegiatan ke masyarakat den­gan mem­bu­at pro­gram, seper­ti kegiatan men­gatas namakan sosial­isasi kese­hatan gratis yang meng­hadirkan poli­tisi dari par­tai, ada senam sehat, khi­tanan sunat mas­sal dan lain­nya yang dikaitkan den­gan kese­hatan.

Sehing­ga menim­bulkan per­tanyaan apakah dalam kegiatan itu meng­gu­nakan dana Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Daer­ah (APBD ) atau prib­a­di dr Aci. Sebab dalam kegiatan itu span­duk atau back­drop yang dipasang ker­ap memasang foto dr Asri Ludin Tam­bunan dan san­gat jarang bersamaan den­gan foto PJ Bupati Deli Ser­dang.

Tidak itu saja, dr Aci yang meng­hadiri undan­gan atau perte­muan den­gan pimp­inan Par­pol baik di Kota Medan maupun di Jakar­ta biaya per­jalanan­nya juga men­ja­di per­tanyaan apakah anggaran­nya meng­gu­nakan APBD den­gan dima­sukkan kepa­da Surat Per­in­tah Per­jalanan Dinas (SPPD) yang diba­lut seo­lah-olah dalam lapo­ran­nya untuk kegiatan ked­i­nasan.

  Menyambut HUT RI Ke 79, Kecamatan Tanjung Morawa Seleksi Paskibra 2024

Dr Ahmad men­gatakan, seharus­nya dr Asri Ludin Tam­bunan yang sudah direkomen­dasikan sejum­lah par­pol seharus­nya men­jun­jung ting­gi eti­ka berpoli­tik. Sebab salah satu vari­abel pent­ing dalam kepemimp­inan adalah eti­ka dan moral­i­tas.

“Secara moral sese­o­rang yang yang sudah berni­at untuk bertarung atau berkon­tes­tasi di Pilka­da nan­ti dan yang bersangku­tan adalah peja­bat yang meng­gu­nakan uang negara, ya mundur,” katanya.

Dr Ahmad men­je­laskan, men­ga­pa harus mundur kare­na aktiv­i­tas seba­gai bakal calon den­gan seba­gai peja­bat tidak dap­at dip­isahkan sehing­ga akan samar dan cen­derung bias. “Itu tidak etis menu­rut saya. Jadi jika tidak mau dipersep­sikan masyarakat meng­gu­nakan jabatan seba­gai alat untuk bersosial­isasi poli­tik, ya mundur. PJ Bupati juga seharus­nya mem­berikan tin­dakan tegas, bila memang yang bersangku­tan tidak mau men­gun­durkan diri, maka selayaknya men­gusulkan ke Menda­gri untuk per­gant­ian Kadis Kese­hatan, bila tidak masyarakat bisa bera­sum­si PJ berpi­hak atau tidak netral jelang Pilka­da ini,” ungkap­nya.

Pan­dan­gan Dr Ahmad yang mem­inta PJ Bupati Deli Ser­dang untuk meng­gan­ti dr Aci dari Kadiskes Deli Ser­dang den­gan ter­lebih dahu­lu men­da­p­at per­se­tu­juan dari Menda­gri, kare­na sam­pai saat ini dr Asri Ludin Tam­bunan belum men­ga­jukan surat pen­gun­duran diri ke Badan Kepe­gawa­ian dan Pengem­ban­gan Sum­ber Daya Manu­sia (BKPSDM) Deli Ser­dang untuk diteruskan ke Menda­gri.

Dr Ahmad menye­but, hak semua orang untuk berpoli­tik ter­ma­suk mencalonkan diri seba­gai pemimpin, tapi jan­gan lupa hak raky­at untuk men­da­p­at layanan mak­si­mal dari peja­bat yang bersangku­tan tan­pa ada unsur kepentin­gan poli­tik. “Diten­gah-ten­gah turun­nya indeks demokrasi dan kecen­derun­gan turun­nya moral­i­tas penye­leng­garaan negara untuk cawe-cawe, saya pikir saat­nya menun­jukkan kede­wasaan dan moral­i­tas demokrasi,” sebutnya.*Sambil Nye­lam Minum Air Sosial­isas­ikan Diri*

  Pemuda Muhammadiyah Deli Serdang Ultimatum PT Angkasa Pura Solusi dan PT Angkasa Pura Aviasi Kualanamu: Rekrutmen Tanpa Keterlibatan Pengusaha Lokal Akan Dibawa ke KPPU*

Semen­tara itu secara ter­pisah, Prak­tisi Pen­gawas Pemilu Kabu­pat­en Deli Ser­dang M. Ali Sitorus menye­but, secara reg­u­lasi Aparatur Sip­il Negara (ASN) yang mencalonkan diri wajib men­gun­durkan diri. Dimana pen­gun­duran diri terse­but wajib dilakukan saat mendaf­tarkan diri, sesuai den­gan Pasal 7 ayat (2) huruf p ten­tang TNI, Pol­ri, ASN dan Kepala Desa wajib, yang mundur saat men­ja­di peser­ta pemil­i­han.

“Akan tetapi bagaimana pula kalau Balon kepala daer­ah yang meru­pakan ASN/seorang Peja­bat Eselon melakukan kegiatan-kegiatan ked­i­nasan yang diduga menye­lam sam­bil minum air men­sosial­isas­ikan dirinya, dis­i­t­u­lah harus hadirnya pen­gawasan,” kata Ali.

Menu­rut Ali, ada tiga pihak pen­gawasan yang disi­ap­kan negara yakni Bawaslu untuk pelang­garan pemilu, aparat pene­gak hukum untuk berkai­tan tin­dak pidana dan Komisi Aparatur Sip­il Negara (KASN) berkai­tan den­gan pelang­garan disi­plin. Selain itu keter­li­batan masyarakat dan media (wartawan) san­gat diper­lukan agar ter­cip­tanya kead­i­lan bagi selu­ruh Bakal Calon (Balon) yang maju Pilka­da Deli Ser­dang.

“Kita minta masyarakat harus ter­li­bat men­gawasi, mela­porkan apa­bi­la ada peja­bat yang meman­faatkan jabatan untuk kepentin­gan poli­tik. Media harus berani mem­pub­likasi hal ini, agar Pemil­i­han Kepala Daer­ah berkead­i­lan bagi semua bakal calon,” tegas­nya.

Semen­tara itu Pj Bupati Deli Ser­dang Wiriya Alrah­man keti­ka dikon­fir­masi Wartawan melalui pesan singkat What­sApp berkai­tan dirinya dim­inta untuk men­gusulkan pem­ber­hent­ian atau men­copot dr Asri Ludin Tam­bunan dari jabatan Kadiskes Deli Ser­dang hing­ga beri­ta ini ter­bitkan belum merespon.(HRT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *