Lumajang, SniperNew.id — Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana selama periode 19–25 November 2025 setelah aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat tajam.
Penetapan ini merujuk pada informasi resmi yang disampaikan melalui unggahan akun Threads wargakagetAN, Kamis (20/11).
Menurut unggahan tersebut, erupsi Gunung Semeru mulai terjadi pada Rabu, 19 November 2025, yang menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Dampak kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sehingga ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
Dalam laporan itu disebutkan pula bahwa dampak erupsi tidak hanya dirasakan wilayah sekitar Lumajang, tetapi juga menjangkau sejumlah kawasan di Kabupaten Malang yang berbatasan langsung dengan area terdampak.
Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, status Gunung Semeru saat ini ditingkatkan menjadi Level IV atau “Awas”, yang merupakan level tertinggi dalam status pemantauan gunung api di Indonesia.
Unggahan tersebut juga menyertakan sebuah video yang menampilkan kepulan abu besar dari puncak Semeru, memperlihatkan intensitas erupsi yang terjadi. Video itu diambil dari kanal YouTube bernama triotewur dan dibagikan kembali melalui Threads oleh akun wargakagetAN.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, sementara proses evakuasi dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Penulis Iskandar













