Pringsewu, SniperNew.id - Perbaikan jalan di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, tepatnya di ruas jalan Desa Tulungagung menuju Desa Mataram melalui Simpang ABC, masih terus berlangsung hingga Rabu (10/09/2025).
Informasi ini dibagikan oleh akun media sosial Facebook atas nama Niki Kurniawan di Grup Pringsewu Comunity yang mengunggah foto kondisi terkini lokasi perbaikan. Dalam unggahan itu, terlihat sebuah alat berat jenis ekskavator berada di pinggir jalan, sementara seorang pekerja lapangan mengenakan rompi hijau tampak mengawasi proses perbaikan.
“Perbaikan jalan di Desa Tulungagung, jalan Simpang ABC sampai Desa Mataram masih berlanjut, jadi jalur Simpang ABC masih …”
Unggahan ini segera menarik perhatian warganet lokal karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting penghubung antardesa dan menuju pusat Kabupaten Pringsewu.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui dinas terkait tengah melaksanakan proyek perbaikan jalan pada ruas Desa Tulungagung–Mataram. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki kerusakan jalan yang selama beberapa bulan terakhir dikeluhkan warga.
Kerusakan berupa lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata dinilai membahayakan pengendara. Pekerjaan ini meliputi pengupasan lapisan jalan lama, perataan tanah dasar, serta pelapisan ulang aspal agar lebih kokoh dan aman.
Lokasi perbaikan berada di ruas jalan Simpang ABC Desa Tulungagung menuju Desa Mataram, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Ruas ini termasuk jalur vital yang menghubungkan beberapa desa sekitar dan menjadi akses alternatif menuju pusat kota Pringsewu maupun jalan lintas provinsi. Jalur ini kerap digunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk angkutan barang.
Menurut laporan unggahan pada Rabu (10/09/2025) sore, perbaikan sudah berlangsung beberapa hari dan diperkirakan masih berlanjut hingga beberapa waktu ke depan. Pemerintah daerah belum mengumumkan tanggal pasti penyelesaian, namun pihak pelaksana proyek menyebutkan bahwa pekerjaan akan dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal.
Pihak yang bertanggung jawab adalah Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para pekerja lapangan, operator alat berat, dan pengawas proyek terlibat langsung dalam proses perbaikan.
Sementara itu, masyarakat sekitar, pengguna jalan, dan pengendara merupakan pihak yang terdampak langsung dari aktivitas proyek tersebut. Niki Kurniawan, warga lokal, turut menyebarkan informasi ini melalui media sosial agar masyarakat lebih waspada.
Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya sudah rusak parah. Jalan berlubang dan bergelombang sering menimbulkan keluhan warga, terlebih ketika musim hujan tiba, genangan air menutupi lubang-lubang sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pemerintah daerah menilai bahwa perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak demi kelancaran arus transportasi, keamanan pengendara, serta pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat antardesa.
Proses perbaikan dimulai dengan pembersihan area jalan dan penutupan sementara sebagian jalur. Selanjutnya, alat berat ekskavator digunakan untuk mengupas dan meratakan permukaan jalan yang rusak. Setelah itu, pekerja menyiapkan lapisan dasar baru sebelum pengaspalan dilakukan. Di beberapa titik, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup untuk mengurangi kemacetan. Pemerintah daerah juga memasang rambu peringatan dan menugaskan petugas lapangan untuk mengatur lalu lintas.
Berdasarkan pantauan dari unggahan Niki Kurniawan, kondisi jalan yang sedang diperbaiki membuat pengendara harus lebih berhati-hati. Di satu sisi jalan terlihat becek akibat sisa tanah dan genangan air hujan.
Sebagian pengendara sepeda motor yang melintas tampak mengurangi kecepatan untuk menghindari permukaan yang tidak rata. Selain itu, papan rambu jalan yang terlihat di lokasi sudah miring, yang menandakan perlunya perhatian tambahan dari pihak terkait untuk memperbaikinya agar lebih jelas terlihat oleh pengguna jalan.
Para warga yang biasa melintas di ruas Simpang ABC–Mataram juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemacetan pada jam-jam sibuk. Sejumlah pengemudi angkutan barang dilaporkan memilih rute alternatif meski memakan waktu lebih lama, demi menghindari risiko kerusakan kendaraan akibat jalan yang belum sepenuhnya mulus.
Melalui grup-grup komunitas lokal, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memahami bahwa perbaikan ini dilakukan demi kenyamanan bersama.
Dinas PUPR Pringsewu menyarankan pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif. Bagi mereka yang tetap harus melintas, diharapkan menyesuaikan kecepatan dan lebih waspada terhadap pergerakan alat berat maupun kondisi jalan yang licin.
Unggahan Niki Kurniawan di grup Pringsewu Comunity mendapat beberapa tanggapan dari anggota grup lain. Meskipun hanya memperoleh beberapa tanda suka, komentar yang muncul umumnya mendukung langkah pemerintah memperbaiki jalan.

Beberapa warganet juga menyampaikan harapan agar proyek segera selesai dan kualitas jalan kali ini lebih tahan lama. Ada pula warga yang meminta pihak terkait memperhatikan drainase di sekitar ruas jalan agar perbaikan tidak mudah rusak saat musim hujan.
Kabupaten Pringsewu, sebagai salah satu wilayah penyangga jalur utama di Lampung, memiliki tingkat mobilitas masyarakat dan distribusi barang yang cukup tinggi. Kerusakan jalan sering menjadi persoalan klasik yang dikeluhkan warga.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah meningkatkan anggaran untuk infrastruktur jalan, termasuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pengerjaan.
Perbaikan ruas Tulungagung–Mataram menjadi bagian dari program peningkatan konektivitas desa yang juga diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal, terutama sektor pertanian dan perdagangan.
Bagi pengguna jalan yang biasanya melewati jalur Simpang ABC–Mataram, beberapa alternatif rute bisa dipertimbangkan. Pengendara dari arah Tulungagung menuju Mataram dapat menggunakan jalur memutar melalui Desa Sukoharjo atau memanfaatkan jalan kabupaten lain yang kondisinya lebih baik. Meskipun memakan waktu sedikit lebih lama, rute ini dinilai lebih aman, terutama bagi kendaraan dengan muatan berat atau roda empat.
Kondisi jalan yang sedang diperbaiki kerap menjadi titik rawan kecelakaan jika pengendara tidak berhati-hati. Pemerintah daerah menekankan pentingnya mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang. Penggunaan helm, sabuk pengaman, dan pengaturan kecepatan kendaraan di bawah batas normal disarankan untuk mengurangi risiko.
Perbaikan jalan di Desa Tulungagung hingga Desa Mataram melalui Simpang ABC, Kabupaten Pringsewu, Lampung, adalah upaya nyata pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan. Meskipun menimbulkan sedikit ketidaknyamanan sementara, langkah ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.
Pengguna jalan diimbau tetap waspada, mematuhi arahan petugas, dan mempertimbangkan jalur alternatif sampai perbaikan selesai sepenuhnya.
Dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat lebih siap dalam merencanakan perjalanan, menghindari kemacetan, serta menjaga keselamatan diri dan orang lain selama melintasi ruas jalan yang sedang dalam perbaikan tersebut. (Abd/Ahm).



















