Berita Daerah

Ruas Jalan Tulungagung–Mataram Masih Dalam Perbaikan, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

429
×

Ruas Jalan Tulungagung–Mataram Masih Dalam Perbaikan, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id - Per­baikan jalan di Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung, tepat­nya di ruas jalan Desa Tulun­ga­gung menu­ju Desa Mataram melalui Sim­pang ABC, masih terus berlang­sung hing­ga Rabu (10/09/2025).

Infor­masi ini dibagikan oleh akun media sosial Face­book atas nama Niki Kur­ni­awan di Grup Pringsewu Comu­ni­ty yang men­gung­gah foto kon­disi terki­ni lokasi per­baikan. Dalam ung­ga­han itu, ter­li­hat sebuah alat berat jenis ekska­va­tor bera­da di ping­gir jalan, semen­tara seo­rang peker­ja lapan­gan men­ge­nakan rompi hijau tam­pak men­gawasi pros­es per­baikan.

Per­baikan jalan di Desa Tulun­ga­gung, jalan Sim­pang ABC sam­pai Desa Mataram masih berlan­jut, jadi jalur Sim­pang ABC masih …”

Ung­ga­han ini segera menarik per­ha­t­ian war­ganet lokal kare­na jalur terse­but meru­pakan salah satu akses pent­ing penghubung antarde­sa dan menu­ju pusat Kabu­pat­en Pringsewu.

Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu melalui dinas terkait ten­gah melak­sanakan proyek per­baikan jalan pada ruas Desa Tulungagung–Mataram. Kegiatan ini bertu­juan mem­per­bai­ki kerusakan jalan yang sela­ma beber­a­pa bulan ter­akhir dikeluhkan war­ga.

Kerusakan beru­pa lubang-lubang besar dan per­mukaan jalan yang tidak rata dini­lai mem­ba­hayakan pen­gen­dara. Peker­jaan ini meliputi pen­gu­pasan lapisan jalan lama, per­ataan tanah dasar, ser­ta pelapisan ulang aspal agar lebih kokoh dan aman.

Lokasi per­baikan bera­da di ruas jalan Sim­pang ABC Desa Tulun­ga­gung menu­ju Desa Mataram, Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung. Ruas ini ter­ma­suk jalur vital yang menghubungkan beber­a­pa desa sek­i­tar dan men­ja­di akses alter­natif menu­ju pusat kota Pringsewu maupun jalan lin­tas provin­si. Jalur ini ker­ap digu­nakan kendaraan roda dua maupun roda empat, ter­ma­suk angku­tan barang.

  Paslon Bupati dan Wakil Bupati Dikawal Polisi, Kapolres Pringsewu Pastikan Personel Harus Tetap Netral

Menu­rut lapo­ran ung­ga­han pada Rabu (10/09/2025) sore, per­baikan sudah berlang­sung beber­a­pa hari dan diperki­rakan masih berlan­jut hing­ga beber­a­pa wak­tu ke depan. Pemer­in­tah daer­ah belum mengu­mumkan tang­gal pasti penye­le­sa­ian, namun pihak pelak­sana proyek menye­butkan bah­wa peker­jaan akan dilakukan secara berta­hap agar hasil­nya mak­si­mal.

Pihak yang bertang­gung jawab adalah Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu melalui Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para peker­ja lapan­gan, oper­a­tor alat berat, dan pen­gawas proyek ter­li­bat lang­sung dalam pros­es per­baikan.

Semen­tara itu, masyarakat sek­i­tar, peng­gu­na jalan, dan pen­gen­dara meru­pakan pihak yang ter­dampak lang­sung dari aktiv­i­tas proyek terse­but. Niki Kur­ni­awan, war­ga lokal, turut menye­barkan infor­masi ini melalui media sosial agar masyarakat lebih was­pa­da.

Per­baikan dilakukan kare­na kon­disi jalan sebelum­nya sudah rusak parah. Jalan berlubang dan bergelom­bang ser­ing menim­bulkan keluhan war­ga, ter­lebih keti­ka musim hujan tiba, genan­gan air menu­tupi lubang-lubang sehing­ga berpoten­si menye­babkan kece­lakaan. Pemer­in­tah daer­ah meni­lai bah­wa per­baikan jalan meru­pakan kebu­tuhan mende­sak demi kelan­car­an arus trans­portasi, kea­manan pen­gen­dara, ser­ta per­tum­buhan ekono­mi lokal. Jalan yang baik akan mem­per­lan­car dis­tribusi barang dan mobil­i­tas masyarakat antarde­sa.

Pros­es per­baikan dim­u­lai den­gan pem­ber­si­han area jalan dan penu­tu­pan semen­tara seba­gian jalur. Selan­jut­nya, alat berat ekska­va­tor digu­nakan untuk men­gu­pas dan mer­atakan per­mukaan jalan yang rusak. Sete­lah itu, peker­ja menyi­ap­kan lapisan dasar baru sebelum pen­gas­palan dilakukan. Di beber­a­pa titik, arus lalu lin­tas diber­lakukan sis­tem buka-tut­up untuk men­gu­ran­gi kemac­etan. Pemer­in­tah daer­ah juga memasang ram­bu peringatan dan menu­gaskan petu­gas lapan­gan untuk men­gatur lalu lin­tas.

  Sekian Lama Hilang, Warga Desa Manis Mata Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Berdasarkan pan­tauan dari ung­ga­han Niki Kur­ni­awan, kon­disi jalan yang sedang diper­bai­ki mem­bu­at pen­gen­dara harus lebih berhati-hati. Di satu sisi jalan ter­li­hat becek aki­bat sisa tanah dan genan­gan air hujan.

Seba­gian pen­gen­dara sepe­da motor yang melin­tas tam­pak men­gu­ran­gi kecepatan untuk menghin­dari per­mukaan yang tidak rata. Selain itu, papan ram­bu jalan yang ter­li­hat di lokasi sudah mir­ing, yang menan­dakan per­lun­ya per­ha­t­ian tam­ba­han dari pihak terkait untuk mem­per­baikinya agar lebih jelas ter­li­hat oleh peng­gu­na jalan.

Para war­ga yang biasa melin­tas di ruas Sim­pang ABC–Mataram juga men­gungkap­kan kekhawati­ran men­ge­nai kemac­etan pada jam-jam sibuk. Sejum­lah penge­mu­di angku­tan barang dila­porkan memil­ih rute alter­natif mes­ki memakan wak­tu lebih lama, demi menghin­dari risiko kerusakan kendaraan aki­bat jalan yang belum sepenuh­nya mulus.

Melalui grup-grup komu­ni­tas lokal, pemer­in­tah daer­ah mengim­bau masyarakat untuk bersabar dan mema­ha­mi bah­wa per­baikan ini dilakukan demi kenya­manan bersama.

Dinas PUPR Pringsewu men­yarankan pen­gen­dara yang tidak memi­li­ki kepentin­gan mende­sak untuk semen­tara wak­tu meng­gu­nakan jalur alter­natif. Bagi mere­ka yang tetap harus melin­tas, dihara­p­kan menye­suaikan kecepatan dan lebih was­pa­da ter­hadap perg­er­akan alat berat maupun kon­disi jalan yang licin.

Ung­ga­han Niki Kur­ni­awan di grup Pringsewu Comu­ni­ty men­da­p­at beber­a­pa tang­ga­pan dari anggota grup lain. Meskipun hanya mem­per­oleh beber­a­pa tan­da suka, komen­tar yang muncul umum­nya men­dukung langkah pemer­in­tah mem­per­bai­ki jalan.

Gam­bar sebuah alat berat yang ter­li­hat diruas jalan yang dik­abarkan masih dalam per­baikan, Doc Istime­wa Diku­tip Rabu 10 Agus­tus 2025.

Beber­a­pa war­ganet juga menyam­paikan hara­pan agar proyek segera sele­sai dan kual­i­tas jalan kali ini lebih tahan lama. Ada pula war­ga yang mem­inta pihak terkait mem­per­hatikan drainase di sek­i­tar ruas jalan agar per­baikan tidak mudah rusak saat musim hujan.

  Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Selamatkan Pertanian, Sawit Hancurkan Desa

Kabu­pat­en Pringsewu, seba­gai salah satu wilayah penyang­ga jalur uta­ma di Lam­pung, memi­li­ki tingkat mobil­i­tas masyarakat dan dis­tribusi barang yang cukup ting­gi. Kerusakan jalan ser­ing men­ja­di per­soalan klasik yang dikeluhkan war­ga.

Dalam beber­a­pa tahun ter­akhir, pemer­in­tah daer­ah telah meningkatkan anggaran untuk infra­struk­tur jalan, ter­ma­suk melakukan pen­gawasan lebih ketat ter­hadap kual­i­tas penger­jaan.

Per­baikan ruas Tulungagung–Mataram men­ja­di bagian dari pro­gram pen­ingkatan konek­tiv­i­tas desa yang juga dihara­p­kan dap­at men­dorong perekono­mi­an lokal, teruta­ma sek­tor per­tan­ian dan perda­gan­gan.

Bagi peng­gu­na jalan yang biasanya mele­wati jalur Sim­pang ABC–Mataram, beber­a­pa alter­natif rute bisa diper­tim­bangkan. Pen­gen­dara dari arah Tulun­ga­gung menu­ju Mataram dap­at meng­gu­nakan jalur memu­tar melalui Desa Suko­har­jo atau meman­faatkan jalan kabu­pat­en lain yang kon­disinya lebih baik. Meskipun memakan wak­tu sedik­it lebih lama, rute ini dini­lai lebih aman, teruta­ma bagi kendaraan den­gan muatan berat atau roda empat.

Kon­disi jalan yang sedang diper­bai­ki ker­ap men­ja­di titik rawan kece­lakaan jika pen­gen­dara tidak berhati-hati. Pemer­in­tah daer­ah menekankan pent­ingnya mematuhi ram­bu-ram­bu peringatan yang telah dipasang. Peng­gu­naan helm, sabuk penga­man, dan pen­gat­u­ran kecepatan kendaraan di bawah batas nor­mal dis­arankan untuk men­gu­ran­gi risiko.

Per­baikan jalan di Desa Tulun­ga­gung hing­ga Desa Mataram melalui Sim­pang ABC, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, adalah upaya nya­ta pemer­in­tah daer­ah meningkatkan kual­i­tas infra­struk­tur dan kese­la­matan peng­gu­na jalan. Meskipun menim­bulkan sedik­it keti­daknya­manan semen­tara, langkah ini akan mem­bawa man­faat jang­ka pan­jang bagi war­ga sek­i­tar.

Peng­gu­na jalan diim­bau tetap was­pa­da, mematuhi ara­han petu­gas, dan mem­per­tim­bangkan jalur alter­natif sam­pai per­baikan sele­sai sepenuh­nya.

Den­gan adanya infor­masi ini, masyarakat dap­at lebih siap dalam meren­canakan per­jalanan, menghin­dari kemac­etan, ser­ta men­ja­ga kese­la­matan diri dan orang lain sela­ma melin­tasi ruas jalan yang sedang dalam per­baikan terse­but. (Abd/Ahm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *