Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

RSUDAM Lampung di Bawah Sorotan, Imam Ghozali Janji Benahi Satu per Satu

386
×

RSUDAM Lampung di Bawah Sorotan, Imam Ghozali Janji Benahi Satu per Satu

Sebarkan artikel ini

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id - Jumat 26 Sep­tem­ber 2025, Rumah Sak­it Umum Daer­ah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lam­pung kem­bali men­ja­di bahan pem­bicaraan pub­lik. Baru dua bulan bergan­ti kepemimp­inan, rumah sak­it terbe­sar di Provin­si Lam­pung ini lang­sung diter­pa badai kri­tik, warisan per­soalan lama, hing­ga tekanan dari berba­gai pihak.

Sosok yang kini bera­da di kur­si Direk­tur Uta­ma adalah dr. Imam Ghoza­li, Sp.An, KMN. Dok­ter spe­sialis aneste­si ini res­mi dilan­tik pada 8 Agus­tus 2025, meng­gan­tikan dr. Luk­man Pura, Sp.PD, K‑GH, MJSM. Belum lama men­ja­bat, ia lang­sung dihadap­kan pada gelom­bang masalah yang kom­pleks.

Imam Ghoza­li, yang sebelum­nya per­nah men­ja­bat seba­gai Pelak­sana Tugas (Plt) Direk­tur RSUDAM, kem­bali diper­caya untuk memimpin rumah sak­it rujukan uta­ma di Lam­pung. Namun, sejak awal masa jabatan­nya, ia meng­hadapi beragam kri­tik dan tekanan.

Kri­tik itu datang dari banyak arah: pub­lik, media sosial, aktivis, hing­ga lem­ba­ga pemerik­sa negara. Mulai dari isu pelayanan rumah sak­it yang dini­lai kurang opti­mal, dugaan prak­tik pung­utan liar, masalah pen­gadaan alat medis, hing­ga kabar adanya per­mainan proyek yang meny­eret nama oknum luar rumah sak­it.

Lebih pelik lagi, Imam harus meng­hadapi tekanan dari oknum LSM yang diduga melakukan prak­tik pemerasan. Tekanan itu dise­but-sebut muncul melalui pem­ber­i­taan mir­ing, isu demon­strasi, hing­ga tun­tu­tan persen­tase dari proyek rumah sak­it.

  Sambut Temu Ramah Kasatlantas Batubara Bersama Awak Media: Perkuat Sinergi Dan Transparansi

Mes­ki begi­tu, Imam mene­gaskan dirinya tidak akan mundur meng­hadapi badai. Ia berpe­gang pada hara­pan besar yang diberikan pimp­inan daer­ah, sekali­gus amanah untuk men­gubah wajah RSUDAM men­ja­di rumah sak­it yang lebih pro­fe­sion­al, ramah, dan mod­ern.

RSUDAM yang berdiri sejak 1937 dan berlokasi di jan­tung Kota Ban­dar Lam­pung, memang sudah lama men­ja­di pusat layanan kese­hatan terbe­sar di provin­si ini. Seba­gai rumah sak­it rujukan uta­ma, may­ori­tas pasien den­gan kon­disi serius dari 15 kabupaten/kota di Lam­pung akhirnya berakhir di RSUDAM.

Namun, sejak lama pula, rumah sak­it ini ker­ap men­ja­di sorotan. Pub­lik men­ju­lukinya seba­gai “rumah sak­it ter­akhir” bagi pasien yang sudah tidak pun­ya pil­i­han lain. Kri­tik terkait fasil­i­tas, pelayanan, hing­ga integri­tas pen­gelo­laan proyek, semakin men­guat dalam beber­a­pa tahun ter­akhir.

Momen pelan­tikan Imam Ghoza­li di awal Agus­tus 2025 mem­bawa hara­pan baru, tetapi sekali­gus mem­bu­ka lem­baran tan­ta­n­gan besar. Dalam hitun­gan ming­gu sete­lah dilan­tik, masalah demi masalah mulai menge­mu­ka ke per­mukaan.

Ada beber­a­pa alasan uta­ma men­ga­pa RSUDAM kem­bali men­u­ai kri­tik: Alat vital seper­ti MRI dan CT-Scan dila­porkan tidak berfungsi den­gan baik. Hal ini berdampak lang­sung pada pasien yang mem­bu­tuhkan pemerik­saan cepat dan aku­rat.

Pub­lik men­geluhkan soal keber­si­han kamar dan ruang tung­gu, kenya­manan pasien, hing­ga antre­an yang pan­jang. Hal-hal men­dasar ini seharus­nya men­ja­di per­ha­t­ian uta­ma rumah sak­it.

Per­soalan insen­tif bagi tena­ga kese­hatan (nakes) belum sepenuh­nya terse­le­saikan. Pada­hal, nakes adalah gar­da ter­de­pan yang menen­tukan kual­i­tas layanan rumah sak­it.

Lapo­ran lem­ba­ga pemerik­sa negara meny­ing­gung soal pen­gelo­laan keuan­gan yang belum transparan. Dugaan per­mainan dalam pen­gadaan barang dan jasa juga menyeru­ak ke pub­lik.

  Pj Wali Kota Bekasi Ajak ASN Turun ke Lapangan, “Birokrasi Harus Hadir Sebelum Warga Mengeluh

Beber­a­pa pasien maupun kelu­ar­ga pasien menye­but adanya pung­utan tidak res­mi. Mes­ki belum ter­buk­ti secara hukum, isu ini menam­bah cit­ra buruk rumah sak­it.

Semua masalah terse­but ibarat tumpukan warisan yang harus diu­rai satu per satu oleh kepemimp­inan baru.

Guber­nur Lam­pung Rah­mat Mirzani Djausal bersama Wak­il Guber­nur Jihan Nurlela menyadari bah­wa trans­for­masi RSUDAM tidak bisa instan. Namun, mere­ka tetap mem­berikan dukun­gan penuh kepa­da Imam Ghoza­li.

Menu­rut ked­u­anya, Imam dini­lai tepat kare­na bukan orang asing di RSUDAM. Pen­gala­man sebelum­nya seba­gai Plt mem­bu­at­nya mema­ha­mi peta per­soalan. Hara­pan­nya, pen­gala­man itu bisa mem­per­cepat langkah per­baikan.

“Peruba­han tidak bisa ter­ja­di dalam seke­jap. Tapi ini kesem­patan emas untuk mem­bawa RSUDAM men­ja­di lebih baik,” ujar Guber­nur dalam perny­ataan­nya saat ser­ah ter­i­ma jabatan.

Meng­hadapi sorotan dan kri­tik, Imam memil­ih untuk tetap opti­mistis. Ia men­gaku mema­ha­mi betul bah­wa masalah RSUDAM tidak sedik­it.

“Saya paham masalah di RSUDAM tidak sedik­it. Tapi ini rumah sak­it kita bersama. Saya ingin semua pihak tena­ga kese­hatan, man­a­je­men, maupun masyarakat ikut berg­er­ak mem­per­bai­ki,” ujarnya.

Ia pun mem­inta wak­tu agar bisa melakukan kon­sol­i­dasi inter­nal, mem­ban­gun komu­nikasi, dan menyusun langkah strate­gis. Baginya, peruba­han besar hanya bisa dica­pai bila semua pihak ikut ter­li­bat.

“Insya Allah, den­gan doa masyarakat Lam­pung, dan den­gan sama-sama men­ja­ga kon­dusi­fi­tas, saya akan berusa­ha mem­be­nahi per­soalan satu per satu,” pungkas Imam.

Bagi masyarakat, yang ter­pent­ing adalah adanya peruba­han nya­ta di lapan­gan. Sulas­tri, salah satu kelu­ar­ga pasien, menyam­paikan hara­pan­nya seder­hana namun dalam:

“Kami tahu tidak bisa lang­sung sem­pur­na, tapi pal­ing tidak ada peruba­han nya­ta. Itu yang kami tung­gu,” ujarnya.

  Tegar Setelah Bencana: Siti Nurdiah Terima Rp299 Juta dari Asuransi BRINS BRI Kanca Perdagangan Usai Kandang Ayam Diterpa Puting Beliung dan Banjir

Hara­pan pub­lik ini men­ja­di beban sekali­gus moti­vasi bagi Imam Ghoza­li. Bila peruba­han tidak segera terasa, kri­tik bisa semakin men­guat. Seba­liknya, bila ada per­baikan mes­ki kecil, dukun­gan pub­lik akan datang den­gan sendirinya.

Para penga­mat meni­lai, mes­ki badai kri­tik datang bertubi-tubi, Imam seharus­nya diberi kesem­patan. Ia memi­li­ki modal pen­gala­man dan pema­haman inter­nal yang bisa men­ja­di kun­ci.

Kini, bola ada di tan­gan­nya. Mam­pukah ia men­gubah cit­ra RSUDAM dari rumah sak­it penuh keluhan men­ja­di rumah sak­it yang mem­bawa hara­pan dan kel­e­gaan bagi pasien?

Sorotan dan kri­tik ter­hadap RSUDAM Lam­pung yang kini dip­impin oleh Direk­tur baru, dr. Imam Ghoza­li.

dr. Imam Ghoza­li seba­gai Dirut baru, didukung Guber­nur dan Wak­il Guber­nur, sekali­gus dikri­tisi oleh pub­lik dan aktivis.

RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Ban­dar Lam­pung, Provin­si Lam­pung. Sorotan men­guat sete­lah pelan­tikan Imam pada 8 Agus­tus 2025, dan masih berlan­jut hing­ga Sep­tem­ber 2025.

Kare­na adanya per­soalan men­dasar seper­ti alat medis rusak, fasil­i­tas kurang memadai, masalah insen­tif nakes, dugaan pungli, hing­ga pen­gelo­laan proyek. Imam Ghoza­li memil­ih meng­hadapi den­gan opti­misme, mem­inta wak­tu, dan ber­jan­ji melakukan per­baikan berta­hap den­gan meli­batkan semua pihak.

Kepemimp­inan baru di RSUDAM Lam­pung men­ja­di babak pent­ing yang dipan­tau pub­lik. Kri­tik keras yang datang jus­tru bisa men­ja­di pemicu lahirnya peruba­han. Namun, semua itu bergan­tung pada kon­sis­ten­si dan keberan­ian Imam Ghoza­li dalam mengam­bil langkah-langkah nya­ta.

Masyarakat kini menung­gu buk­ti, bukan sekadar jan­ji. Bila Imam berhasil, RSUDAM bisa bangk­it dari bayang-bayang masa lalu dan men­ja­di sim­bol pelayanan kese­hatan berkual­i­tas di Provin­si Lam­pung. (Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *