Berita Daerah

Ringkus Ayah Bejat Yang Cabuli 3 Putri Kandungnya,Terungkap Berkat Putri Bungsunya👇👇

281
×

Ringkus Ayah Bejat Yang Cabuli 3 Putri Kandungnya,Terungkap Berkat Putri Bungsunya👇👇

Sebarkan artikel ini

Simalungun.(Snipernew.id) — Pol­res Simalun­gun berhasil men­gungkap kasus pen­cab­u­lan yang menggegerkan masyarakat sete­lah seo­rang ayah berin­isial “TRT” (41 tahun) nekat men­cab­u­li tiga putri kan­dungnya sendiri. Kasus ini terungkap sete­lah kor­ban keti­ga berin­isial “Anggrek” (13 tahun) mem­beranikan diri mencer­i­takan keja­di­an terse­but kepa­da ked­ua kakaknya.

KBO Reskrim Pol­res Simalun­gun IPDA Bil­son Hutau­ruk saat dikon­fir­masi pada Sab­tu (24/5/2025) sek­i­tar pukul 16.00 WIB men­je­laskan bah­wa kasus ini dila­porkan melalui Lapo­ran Polisi Nomor LP/B/196/V/2025/SPKT/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT ter­tang­gal 22 Mei 2025 atas nama pela­por inisial “JT” yang meru­pakan kakek dari kor­ban.

Berdasarkan hasil penye­lidikan, ter­sang­ka “TRT” melakukan per­bu­atan keji terse­but sebanyak dua kali ter­hadap putri bung­sun­ya “Anggrek”. Keja­di­an per­ta­ma ter­ja­di pada Juli 2023 sek­i­tar pukul 16.00 WIB di dalam kamar rumah kedia­man ter­sang­ka di salah satu keca­matan wilayah Kabu­pat­en Simalun­gun, Sumat­era Utara. Keja­di­an ked­ua berlang­sung pada 8 April 2025 sek­i­tar pukul 14.00 WIB di dalam kamar warung tuak milik ter­sang­ka.

  Berbagi Berkah Ramadhan, Ketum WLC Turun Langsung Pimpin Baksos di Tiga Titik Bandar Lampung

Modus operan­di ter­sang­ka san­gat keji dan teren­cana. Pada keja­di­an ked­ua, ter­sang­ka men­ga­jak putri kan­dungnya per­gi ke warung tuak den­gan dal­ih mem­ber­sihkan rumput di sek­i­tar warung. Sete­lah kor­ban sele­sai bek­er­ja dan ter­tidur kare­na kele­la­han, ter­sang­ka lang­sung masuk ke kamar dan men­gun­ci pin­tu. Mes­ki kor­ban melakukan per­lawanan den­gan menen­dang dan bert­e­ri­ak “JANGAN PAK…JANGAN PAK”, ter­sang­ka tetap memak­sa mem­bu­ka paka­ian kor­ban dan melakukan per­se­tubuhan.

“Kor­ban sem­pat melakukan per­lawanan den­gan cara menen­dang kaki sam­bil bert­e­ri­ak, namun kare­na lokasi warung tuak terse­but jauh dari perkam­pun­gan, ter­sang­ka tidak menghi­raukan dan tetap melakukan per­bu­atan kejinya,” ungkap IPDA Bil­son Hutau­ruk.

  Klarifikasi Kacabdin Soal Chat Tipikor

Kasus ini terungkap sete­lah kor­ban “Anggrek” mencer­i­takan keja­di­an trau­ma­tis terse­but kepa­da ked­ua kakaknya. Menge­jutkan, ked­ua kakak kor­ban men­gaku juga per­nah men­gala­mi pele­ce­han seru­pa saat masih duduk di bangku kelas 5 SD. Menge­tahui hal terse­but, kakak kor­ban lang­sung menyam­paikan keja­di­an ini kepa­da kakek kor­ban untuk segera mela­porkan kepa­da Pihak Pol­res Simalun­gun.

“Terungkap­nya kasus ini sete­lah adiknya lapor kepa­da kakaknya. Terny­a­ta ked­ua kakaknya juga per­nah dicab­u­li saat masih kelas 5 SD. Sekarang ked­ua kakak kor­ban sudah kuli­ah dan bek­er­ja,” jelas IPDA Bil­son.

Ter­sang­ka “TRT” memi­li­ki empat orang anak yang ter­diri dari tiga perem­puan dan satu laki-laki. Dari tiga putrinya, semuanya men­ja­di kor­ban tin­dakan cab­ul ayah kan­dungnya sendiri. Hal ini menun­jukkan beta­pa kejam­nya ter­sang­ka yang seharus­nya melin­dun­gi anak-anaknya malah men­ja­di preda­tor bagi putri-putrinya sendiri.

Pol­res Simalun­gun bertin­dak cepat dan pro­fe­sion­al dalam menan­gani kasus ini. Ter­sang­ka “TRT” diper­sangkakan melakukan tin­dak pidana berdasarkan Pasal 81 ayat (1) Jo ayat (3) dan atau Pasal 82 ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016 ten­tang peruba­han ked­ua atas UU RI No 23 tahun 2002 Ten­tang Per­lin­dun­gan Anak, yaitu “Seti­ap orang yang den­gan sen­ga­ja melakukan kek­erasan atau anca­man kek­erasan memak­sa anak melakukan per­se­tubuhan den­gan­nya atau den­gan orang lain” dan atau “Seti­ap orang yang den­gan sen­ga­ja melakukan kek­erasan atau anca­man kek­erasan, memak­sa, melakukan tipu mus­li­hat, serangka­ian kebo­hon­gan, atau mem­bu­juk anak untuk melakukan atau mem­biarkan dilakukan per­bu­atan cab­ul”.

  90 Lansia Pesawaran Terima ATENSI Kemensos

Penan­ganan kasus ini menun­jukkan komit­men Pol­res Simalun­gun dalam men­ja­ga kea­manan dan ketert­iban masyarakat, khusus­nya dalam melin­dun­gi anak-anak dari tin­dak keja­hatan sek­su­al.

Pro­fe­sion­al­isme aparat kepolisian dalam men­gungkap kasus sen­si­tif ini men­ja­di buk­ti dedikasi Pol­ri dalam mene­gakkan kead­i­lan dan melin­dun­gi kor­ban keja­hatan, teruta­ma anak-anak yang meru­pakan gen­erasi penerus bangsa.(Fitriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *