Labuhan batu,snipernew.id
Reses Tahun kedua DPRD Kabupaten Labuhan batu Tahun 2025 di Aula Kantor Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan labuhan batu Selasa (20/5), menuai cemoohan masyarakat , wadah untuk menyalurkan aspirasi itu justru dinilai sekadar formalitas yang jauh dari makna sesungguhnya.
Yang anehnya, kegiatan reses hari itu hanya dihadiri satu anggota dewan Maisyaroh dari Partai Gerindra, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPC Partaii Gerindra Labuhanbatu. Maisyaroh tanpa didampingi anggota lainnya memicu pertanyaan besar, soal keseriusan legislatif untuk mendengarkan suara rakyat.
Hari itu acara terhitung sangat singkat, hanya kurun waktu lebih kurang 30 menit berahir, tanpa ada dialog yang bermakna. Terpantau Warga yang hadir disitu sekitar 20 orang— minimnya informasi diperoleh, bahkan terkessn sebagai ajang kegiatan tak bermakna
Lebih jauh lagi, kegiatan Reses itu hanya seperti serimoni. Sangat tidak pantas disebut pertemuan aspiratif,” ujar seorang warga yang hadir. “Bu Dewan tampaknya tidak siap. Tidak ada poin pembahasan yang jelas, malah terburu-buru untuk meninggalkan ruangan.”
Saat wartawan coba untuk meyakinkan jumlah anggota dewan yang minim hadir, Maisyaroh menjawab santai, “Tergantung kesepakatan, bisa satu orang, bisa tiga, bisa empat.” Jawab singkat seorang Anggota Dewan dari lembaga legislatif terhormat itu
Leih jauh ditanya kembali terkait anggaran pun tidak dijawab dengan transparan. “Kalau tiga orang, anggarannya dikali tiga. Kalau satu, ya untuk satu,” ujar Maisyaroh sambil berlalu cepat ke sesi foto, terkesan enggan untuk menjelaskan lebih jauh kepada awak media.
Sikap tertutup dan enggan berdiskusi inilah yang membuat warga kecewa. Seorang ibu muda yang ikut hadir mengaku kesal. ruangan ini bukan untuk medengar sambutan kosong, melainkan untuk berdialok.
Yang paling sangat disayangkan, acara baru dibuka, tidak begitu lama udah selesai. Aneh sekali ujarnya, Seharusnya mereka harus persiapkan waktu minimal dua jam untuk berdiskusi, bukan harus buru” selesai
Minimnya partisipasi anggota dewan dengan waktu yang sangat singkat, hingga tidak ada waktu untuk berdialog, warga berharap untuk menyampaikan aspirasi, fungsi reses yang semestinya menjadi penghubung antara legislatif dan rakyat,.tetapi ini terlihat tidak , ujar ibu muda itu ( one)


















