Unggahan akun media sosial wiyatmoko5915 di platform Threads dikutip ini hari Kamis (6/11/25) menjadi perbincangan setelah membagikan wacana penghapusan jabatan kepala desa (kades) dan lurah di seluruh Indonesia.
Dalam unggahannya, ia menyampaikan keinginannya untuk menjadi kepala desa dengan membawa program berbasis lingkungan, seperti energi mandiri, ekonomi hijau, pengembangan ekonomi ramah lingkungan, sekolah alam, dan eco wisata.
Namun, ia menyayangkan adanya rencana penghapusan jabatan tersebut oleh pemerintah pusat yang dinilai tak lagi memiliki fungsi.
Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari warganet. Akun arisdanial3 menulis, “Ide yang bagus, sebab paling banyak korupsi adalah kepala desa.” Sementara dudung8236 berpendapat bahwa administrasi desa sebaiknya diserahkan kepada RW yang kompeten. Komentar senada disampaikan oleh akun umkmkomunitaskomunitas yang menyebut, “Baru rencana… kades dihapus… bagus! Banyak oknum korup.”
Akun lain, sutarno_53, menyetujui rencana tersebut namun menegaskan perlunya pejabat pengganti yang tetap melayani masyarakat secara administratif.
Ia menilai sebagian besar kepala desa saat ini masih terlibat penyalahgunaan dana desa. Sementara itu, akun sapridi_sp menulis singkat, “Ide bagus ini,” disertai emotikon tertawa.
Wacana ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan masyarakat terkait keberadaan kepala desa dan lurah, antara pentingnya reformasi tata kelola desa dan kekhawatiran hilangnya peran pelayanan publik di tingkat lokal.
Penulis (Iskandar)












