Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Protes di SMKN 1 Tambun Utara, Ortu & Siswa Gembok Sekolah Usai 36 Siswa Dikeluarkan

357
×

Protes di SMKN 1 Tambun Utara, Ortu & Siswa Gembok Sekolah Usai 36 Siswa Dikeluarkan

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id – Aksi protes pec­ah di depan SMKN 1 Tam­bun Utara, Kabu­pat­en Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (23/7–2024). Orang tua dan siswa baru menggem­bok pagar seko­lah seba­gai ben­tuk keke­ce­waan mere­ka sete­lah seko­lah men­gelu­arkan 36 siswa pada tahun ajaran 2024–2025.

  Wabendum PWI Pusat M. Ihsan Mengundurkan Diri Terkait PWI Gate Dugaan Korupsi Bantuan Dana BUMN Untuk UKW

Marni (41), salah satu orang tua siswa, men­gatakan bah­wa anaknya diter­i­ma di SMKN 1 Tam­bun Utara melalui jalur keti­ga, yaitu penam­ba­han kelas. Anak-anak terse­but bahkan telah mengiku­ti kegiatan masa pen­ge­nalan lingkun­gan seko­lah (MPLS).

“Sudah diter­i­ma bela­jar anak ibu di sini, sudah tan­da tan­gan, sudah ikut MPLS, sudah beli baju. Kena­pa kita dikumpulkan lagi anak kita dikelu­ar­in, tega banget,” ungkap Marni den­gan nada kesal.

Susan, orang tua siswa lain­nya, men­gungkap­kan bah­wa kepu­tu­san ini telah merusak kon­disi psikol­o­gis anaknya.

  Polres Metro Bekasi Adakan Penyuluhan, Antisipasi Cegah Anggota Kepolisian Bekasi Terlibat Aktivitas Judi Online

“Kalau begi­ni tiba-tiba dikelu­arkan, anaknya jadi nge­drop dan malu untuk seko­lah di sini,” tuturnya.

Sak­i­nah, salah satu siswa yang dikelu­arkan, mene­gaskan keing­i­nan­nya untuk tetap berseko­lah di SMKN 1 Tam­bun Utara kare­na kon­disi ekono­mi kelu­ar­ganya yang tidak memu­ngkinkan untuk masuk ke seko­lah swasta.

“Harus diusa­hakan masuk di sini kare­na ekono­mi kelu­ar­ga saya,” katanya den­gan penuh harap.

Menu­rut pen­gakuan orang tua siswa, mere­ka men­da­p­atkan pengu­mu­man dari seko­lah yang meny­atakan bah­wa 36 siswa terse­but tidak diizinkan melan­jutkan pen­didikan oleh Dinas Pen­didikan (Dis­dik) Provin­si Jawa Barat dan Kementer­ian Pen­didikan, Kebu­dayaan, Riset, dan Teknolo­gi (Kemendik­bu­dris­tek).

  Polres Pekalongan Sukses Amankan Kampanye Rapat Umum Terbuka 2 Paslon Cabup dan Cawabup

Kepala SMKN 1 Tam­bun Utara, Fir­daus B. Selo­mo, men­je­laskan bah­wa awal­nya seko­lah mener­i­ma penam­ba­han satu kelas baru atas per­mintaan kepala desa dan tokoh masyarakat setem­pat. Namun, per­mintaan ini tidak men­da­p­atkan per­se­tu­juan dari Dinas Pen­didikan Provin­si Jawa Barat.

Selain itu, siswa yang masuk di luar sis­tem PPDB online tidak akan mener­i­ma dana ban­tu­an opera­sion­al seko­lah (BOS), sehing­ga kelas terse­but harus dibubarkan, jelas­nya.

Kaper­wil (SniperNew.id) Jabar.
– T.S –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *