Lampung, SniperNew.id – Setelah sukses menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda lawatan kenegaraannya ke sejumlah negara penting.
Dalam rangka memperkuat kerja sama multilateral dan memperluas kemitraan ekonomi strategis, Sabtu 12 Juli 2025 dikutip Kompascom, Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Brasilia, Belgia, dan Perancis, sebelum dijadwalkan kembali ke tanah air.
Pertemuan bilateral yang berlangsung hangat antara Prabowo dan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menjadi sorotan utama di Brasilia. Keduanya membahas isu-isu global seperti ketahanan pangan, kerja sama pertahanan, serta peluang ekspor komoditas strategis dari Indonesia ke pasar Amerika Latin. Dalam forum BRICS sendiri, Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra non-blok yang terbuka terhadap kerja sama lintas kawasan.
Setelah dari Brasil, Prabowo melanjutkan perjalanannya ke Eropa. Di Brussels, Belgia, ia dijadwalkan mengikuti forum-forum ekonomi penting yang mempertemukan berbagai pelaku bisnis, pemangku kebijakan, serta mitra strategis dari kawasan Uni Eropa. Fokus utama dalam lawatan ini adalah membuka peluang investasi untuk sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan pengembangan teknologi di Indonesia.
Sejumlah pejabat tinggi turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang telah mendampingi sejak lawatan ke Arab Saudi dan Brasil, memastikan seluruh agenda Presiden berjalan lancar. Dalam beberapa kesempatan, Teddy menyebut bahwa pendekatan diplomatik Prabowo mengedepankan prinsip win-win solution serta memperkuat narasi Indonesia sebagai negara berkembang yang tangguh dan siap bersaing di panggung global.
Kunjungan ke Prancis pun menjadi agenda penting yang tak terpisahkan. Di sana, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah investor sektor strategis serta tokoh penting dari bidang pertahanan dan pendidikan. Prancis sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung program strategis nasional di era kepemimpinan Prabowo.
Pakar hubungan internasional menyebut bahwa langkah Presiden Prabowo dalam merancang diplomasi multi-negara ini merupakan bagian dari strategi geopolitik yang matang. Indonesia tak hanya membangun citra kuat di lingkup ASEAN, namun juga berupaya menegosiasikan posisi strategisnya dalam tatanan global baru pasca-pandemi dan di tengah dinamika geopolitik internasional.
Kehadiran Indonesia di forum-forum tingkat tinggi dunia, serta upaya mempererat kerja sama bilateral dan multilateral, menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan nasional tengah diarahkan pada penguatan diplomasi ekonomi dan pertahanan. Tak hanya bermanfaat secara politis, hasil dari lawatan ini diharapkan dapat memberi dampak langsung bagi kemajuan ekonomi dalam negeri serta kesejahteraan masyarakat luas.
Melalui misi diplomasi aktif ini, Prabowo membawa misi besar: menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru yang diperhitungkan secara global, tanpa melupakan akar kemandirian dan prinsip politik bebas aktif yang telah lama menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia. Dikemas: (Tim Redaksi)
















