Papua, SniperNew.id — Sebuah unggahan di media sosial akun @yosep_alexander18 menarik perhatian publik setelah menyoroti kondisi pendidikan di pedalaman Papua. Dalam unggahan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus bersuara tentang keadilan bagi Papua, Jum’at (07/11/205).
“Di sebuah sekolah pedalaman Papua, jam istirahat berarti membakar pisang di tungku sederhana, duduk di kelas darurat beratapkan terpal adalah hal yang biasa bagi mereka. Mereka tetap belajar, tersenyum, dan bercita-cita,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga membandingkan kondisi siswa di Papua dengan daerah lain di Indonesia yang menikmati fasilitas pendidikan lengkap dan nyaman.
“Sementara di tempat lain, anak-anak mengeluh menu makan siang gratis yang itu-itu saja, di ruang kelas lengkap dan nyaman,” lanjutnya.
Akun tersebut menutup pesannya dengan pertanyaan reflektif, “Di mana sila ke-5 kita? Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.”
Video yang disertakan memperlihatkan anak-anak dan warga Papua sedang memasak pisang di atas tungku api sederhana di tengah aktivitas belajar mereka.
Unggahan ini memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyampaikan keprihatinan dan empati atas kondisi pendidikan di pedalaman Papua.
Pengguna hani_sajarete menulis, “Harusnya mereka hidup dengan kemewahan, bertempat tinggal yang bagus karena menghasilkan tambang emas, tapi kenyataannya…”
Akun nne_yuanita menambahkan, “Duit yang mengalir ke provinsi-provinsi Papua tiap tahun itu banyak sekali. Ada banyak perusahaan tambang dan tiap tahun dapat deviden triliunan.”
Sementara modeterbang_official berpendapat bahwa pendidikan di Papua seharusnya dibuat seperti sekolah alam dengan fasilitas memadai, dan vqpvtra menilai anak-anak Papua belajar kemandirian melalui kehidupan dekat dengan alam.
Unggahan tersebut menjadi refleksi bagi publik tentang kesenjangan sosial dan pembangunan, khususnya dalam dunia pendidikan di wilayah timur Indonesia.
Sumber: Akun Instagram @yosep_alexander18 dan komentar warganet.
Penulis Iskandar






