Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Penilangan Kini Hanya oleh Penyidik Bersertifikat: Ini Daftar Denda Terbaru

332
×

Penilangan Kini Hanya oleh Penyidik Bersertifikat: Ini Daftar Denda Terbaru

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, 4 Agus­tus 2025 – Infor­masi ter­baru terkait kebi­jakan lalu lin­tas dan penin­dakan tilang di Indone­sia kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik. Berdasarkan ung­ga­han viral dari media sosial Threads dan Tik­Tok, ser­ta tangka­pan layar rap­at antara Komisi III DPR RI dan Kor­lan­tas Pol­ri, kini hanya penyidik yang memi­li­ki ser­ti­fikasi res­mi yang diper­bolehkan untuk melakukan tin­dakan peni­lan­gan. Hal ini meru­pakan bagian dari upaya pem­baru­an sis­tem pene­gakan hukum lalu lin­tas di Indone­sia agar lebih pro­fe­sion­al, transparan, dan akunt­abel.

Salah satu ung­ga­han viral berasal dari akun Threads berna­ma @rahmaalqomayra yang menyam­paikan daf­tar rin­cian den­da tilang ter­baru den­gan menye­but­nya seba­gai “Instruk­si Kapol­ri”. Berikut kuti­pan lengkap dari ung­ga­han terse­but:

INFORMASI LALU LINTAS
Instruk­si Kapol­ri
BIAYA tilang ter­baru di Indone­sia :* Kapol­ri baru man­tap

1. Tidak ada STNK
Rp. 50.000

  Meriahnya Karnaval Bersatu HUT ke-80 RI, Polri Tampilkan Mobil Hias dengan Tema "Polri Untuk Masyarakat"

2. Tidak bawa SIM
Rp. 25.000

3. Tidak pakai helm
Rp. 25.000

4. Penumpang tidak pakai helm
Rp. 10.000

5. Tidak pakai sabuk penga­man
Rp. 20.000

6. Melang­gar lam­pu lalu lin­tas

Mobil: Rp. 20.000

Motor: Rp. 10.000

 

7. Tidak pasang isyarat mogok
Rp. 50.000

8. Pin­tu ter­bu­ka saat jalan
Rp. 20.000

9. Per­lengka­pan mobil tidak lengkap
Rp. 20.000

10. Melang­gar Tan­da Nomor Kendaraan Bermo­tor (TNBK)
Rp. 50.000

 

Daf­tar di atas men­u­ai beragam reak­si dari war­ganet. Banyak yang mem­per­tanyakan kebe­naran nom­i­nal den­da yang ter­li­hat san­gat ren­dah diband­ingkan den­gan Undang-Undang Lalu Lin­tas yang berlaku saat ini. Seba­gai infor­masi, menu­rut UU No. 22 Tahun 2009 ten­tang Lalu Lin­tas dan Angku­tan Jalan, besaran den­da mak­si­mal untuk beber­a­pa pelang­garan bisa men­ca­pai jutaan rupi­ah. Mis­al­nya, tidak memi­li­ki SIM bisa dike­nakan sanksi hing­ga Rp1.000.000, sedan­gkan tidak memi­li­ki STNK bisa dike­nakan den­da hing­ga Rp500.000.

Namun, ung­ga­han ini kemu­di­an dikaitkan den­gan cup­likan rap­at antara Komisi III DPR RI dan Kako­r­lan­tas Pol­ri yang berlang­sung pada 5 Juli 2023, seba­gaimana ter­li­hat dalam video Tik­Tok oleh akun @elzahnurs_. Video terse­but menun­jukkan suasana Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP) den­gan judul di layar tele­visi:
“KOMISI III DPR RI – RDP DENGAN KAKORLANTAS POLRI”, disiarkan oleh Kom­pas TV pukul 11.40 WIB. Sum­ber video berasal dari kanal YouTube res­mi DPR RI.

  "Pasar Malam di Terminal: Hiburan Rakyat atau Pelanggaran Nyata?"

Dari rap­at terse­but, salah satu infor­masi yang diku­tip berbun­yi:

“Sekarang yang boleh melakukan peni­lan­gan adalah penyidik yang berser­ti­fikasi, jadi tidak semua anggota dibekali den­gan surat tilang.”

 

Perny­ataan ini menan­dakan bah­wa Pol­ri kini lebih selek­tif dalam mem­berikan kewe­nan­gan tilang kepa­da anggotanya. Hanya petu­gas yang telah memi­li­ki ser­ti­fikasi penyidik yang boleh melakukan tin­dakan peni­lan­gan di lapan­gan. Ini berar­ti tidak semua polisi di jalan bisa lang­sung meni­lang pengendara—hal ini bertu­juan untuk mem­i­ni­mal­isasi poten­si penyalah­gu­naan wewe­nang dan pung­utan liar (pungli).

Langkah ini selaras den­gan ara­han Kapol­ri dalam men­dorong pro­fe­sion­al­isme anggota, dan men­dukung pro­gram Elec­tron­ic Traf­fic Law Enforce­ment (ETLE) atau tilang elek­tron­ik yang berba­sis kam­era pen­gawas. Sis­tem ETLE telah diim­ple­men­tasikan di berba­gai kota besar seper­ti Jakar­ta, Surabaya, Ban­dung, dan Medan, dan terus diper­lu­as.

Kon­teks Pent­ing: Tilang Elek­tron­ik (ETLE) kini men­ja­di metode uta­ma penin­dakan lalu lin­tas, meng­gan­tikan sis­tem tilang man­u­al. Dalam ske­ma ini, pelang­garan akan direkam kam­era dan buk­ti akan dikir­im ke pelang­gar lewat surat res­mi.

  Isu Etika Viral, Oknum Perangkat Desa Wangandalem Pilih Mundur

Penin­dakan lang­sung oleh anggota Pol­ri hanya dilakukan dalam kon­disi ter­ten­tu, dan kini dibatasi pada anggota yang berser­ti­fikasi seba­gai penyidik.

Imbauan kepa­da Masyarakat: Den­gan adanya pem­baru­an ini, masyarakat diim­bau untuk:

1. Selalu mem­bawa kelengka­pan kendaraan, seper­ti STNK dan SIM.

2. Meng­gu­nakan helm dan sabuk penga­man sesuai keten­tu­an.

3. Mematuhi ram­bu dan lam­pu lalu lin­tas.

4. Tidak mem­bu­ka pin­tu kendaraan sem­barangan saat ber­jalan.

5. Melengkapi kendaraan den­gan per­lengka­pan daru­rat seper­ti segit­i­ga penga­man.

Masyarakat juga dim­inta was­pa­da ter­hadap infor­masi hoaks terkait tilang, teruta­ma yang beredar di media sosial. Untuk men­da­p­atkan data res­mi, masyarakat dap­at men­gak­ses situs Pol­ri, Kor­lan­tas, atau kanal media res­mi pemer­in­tah.

Kes­im­pu­lan: Refor­masi dalam sis­tem peni­lan­gan kini mene­gaskan bah­wa hanya penyidik berser­ti­fikat yang memi­li­ki wewe­nang untuk menin­dak pelang­gar lalu lin­tas secara lang­sung. Meskipun daf­tar den­da yang beredar viral mem­berikan gam­baran umum jenis pelang­garan, nom­i­nal resminya tetap meru­juk pada per­at­u­ran perun­dang-undan­gan yang berlaku.

Langkah ini dihara­p­kan mam­pu men­gu­ran­gi prak­tik pungli, mem­perku­at keper­cayaan pub­lik ter­hadap Pol­ri, dan men­dorong ter­cip­tanya budaya tert­ib berlalu lin­tas di Indone­sia. (Dar­mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *