Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Pengaruh Miras, Seorang Ayah di Pekalongan Tega Habisi Anak 

386
×

Pengaruh Miras, Seorang Ayah di Pekalongan Tega Habisi Anak 

Sebarkan artikel ini

Peka­lon­gan, SniperNew.id – Pol­da Jateng – War­ga Desa Mejasem, Keca­matan Siwalan, Kabu­pat­en Peka­lon­gan digegerkan den­gan adanya kasus kek­erasan ter­hadap anak hing­ga men­gak­i­batkan kor­ban mening­gal dunia. Keja­di­an ini sem­pat viral di media sosial baru-baru ini.

Menu­rut keteran­gan Kapol­res Peka­lon­gan AKBP Doni Prakoso Widaman­to, S.I.K., saat kon­fer­en­si pers di depan lobi Mapol­res, Selasa (27/8/2024) bah­wa keja­di­an kek­erasan ter­hadap anak hing­ga men­gak­i­batkan mening­gal dunia di Mejasem terse­but cukup viral di media sosial. Peri­s­ti­wa ter­ja­di pada Rabu (21/8/24) siang, di dalam kamar rumah pelaku.

  Kinerja Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Patut Diapresiasi

“kor­ban meru­pakan anak kan­dung per­ta­ma yang beru­mur 2 bulan lebih, dan pelaku yang berin­isial NF (27) ini tidak sadar atau dalam pen­garuh minu­man keras saat melakukan aksinya,” tutur Kapol­res.

AKBP Doni men­gatakan, motif ataupun penye­bab ter­sang­ka sam­pai melakukan tin­dakan di luar kemanu­si­aan teruta­ma kor­ban­nya adalah anak kan­dung dan anak per­ta­ma, kare­na dibawah pen­garuh miras. Ini menun­jukkan bah­wa pen­garuh minu­man keras terny­a­ta san­gat-san­gat merusak, diawali dari minu­man keras akhirnya merem­bet melakukan tin­dakan lain atau men­ja­di pemicu dari­pa­da keja­hatan-keja­hatan yang selan­jut­nya.

Dis­am­paikan Kapol­res, keja­di­an kek­erasan bermu­la dari Rabu pagi sek­i­tar pukul 09.00 pelaku pulang dari berda­gang kelil­ing (berjualan tempe) dan sesam­painya di rumah, pelaku tidur di sebe­lah kor­ban. Semen­tara itu, istri kor­ban FR (23) per­gi kon­dan­gan di rumah tetang­ga. Keti­ka FR pulang, pin­tu rumah dalam keadaan terkun­ci, sete­lah menge­tuk berkali-kali, akhirnya dibukakan oleh pelaku. Selan­jut­nya, pelaku berge­gas per­gi den­gan alasan mem­be­li plas­tik.

  Sat lantas Polres Pidie Jaya Gagas Program Polisi Sahabat Anak

“Istri pelaku saat itu menge­cek anaknya, namun tidak ada respon dan diam saja. Dirinya pun berusa­ha mem­ban­gunkan akan tetapi kor­ban tetap diam saja. Saat akan menggen­dongnya, FR meli­hat ada bekas darah di mulut kor­ban dan selan­jut­nya mem­bawanya ke Puskesmas Sra­gi I,” ungkap AKBP Doni.

Sete­lah dilakukan pemerik­saan ter­hadap kor­ban oleh petu­gas Puskesmas Sra­gi I, kor­ban dike­tahui sudah mening­gal dunia dan ter­da­p­at luka memar di beber­a­pa bagian tubuh kor­ban. FR berusa­ha menghubun­gi pelaku, namun tidak diangkat, sehing­ga tim­bul kecuri­gaan ter­hadap pelaku yang saat itu di titipi kor­ban. Keja­di­an ini pun segera dila­porkan ke pihak Kepolisian.

  TPK Penampung Kayu Eligal APH Berdiam Diri

“dari keteran­gan pelaku sendiri, bah­wa dirinya ker­ap mengkon­sum­si minu­man keras sebelum berjualan. Hal ini kare­na keti­dak per­cayaan diri yang diala­mi pelaku,” kata Kapol­res.

Aki­bat per­bu­atan­nya, ter­sang­ka dijer­at den­gan Pasal 80 ayat (4) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 den­gan anca­man pidana pen­jara pal­ing pal­ing lama 15 (lima belas) tahun dita­m­bah 1/3 kare­na pelaku orang ter­dekat yakni orang tua kor­ban. (Muji)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *