Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Pemkot Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Sekolah Pasca Kasus Pelecehan di SMPN 13

126
×

Pemkot Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Sekolah Pasca Kasus Pelecehan di SMPN 13

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.d — Pemer­in­tah Kota Bekasi mene­gaskan komit­men­nya untuk mem­perku­at sis­tem per­lin­dun­gan anak di seko­lah, menyusul men­cu­at­nya kasus dugaan pele­ce­han yang meli­batkan seo­rang guru di SMP Negeri 13 Bekasi. Perny­ataan terse­but dis­am­paikan oleh Pen­ja­bat Wali Kota Bekasi,

Tri Adhi­anto, yang mene­gaskan bah­wa berba­gai langkah konkret akan diam­bil untuk memas­tikan lingkun­gan pen­didikan di Bekasi aman, bersih, dan berprestasi, Rabu (27/08)

Dalam ung­ga­han di akun media sosial­nya, Mas Tri sapaan akrab Tri Adhi­anto menulis bah­wa Pemkot Bekasi akan terus melakukan pen­guatan per­lin­dun­gan anak, ter­ma­suk menye­di­akan jalur pen­gad­u­an yang mudah diak­ses ser­ta pelati­han eti­ka bagi para guru.

“Pemer­in­tah Kota Bekasi akan terus melakukan pen­guatan sis­tem per­lin­dun­gan anak di seko­lah, ter­ma­suk jalur pen­gad­u­an dan pelati­han eti­ka guru. Mari kita wujud­kan seko­lah di Kota Bekasi yang bebas dari pele­ce­han, bebas dari kek­erasan, bebas dari tawu­ran, dan men­ja­di con­toh seko­lah yang bersih, aman, dan berprestasi di Kota Bekasi,” tulis Tri Adhi­anto.

Ung­ga­han ini dis­er­tai tangka­pan layar dari pem­ber­i­taan media dar­ing IDN Times berjudul “Wali Kota Bekasi Minta Maaf Imbas Guru SMPN 13 Lakukan Pele­ce­han” yang ter­bit pada 26 Agus­tus 2025. Dalam beri­ta itu, dise­butkan bah­wa Wali Kota Bekasi menyam­paikan per­mintaan maaf kepa­da masyarakat atas peri­s­ti­wa yang men­coreng dunia pen­didikan terse­but.

  Polres Pesawaran Bagikan Bendera Merah Putih dalam Rangka HUT RI

Selain perny­ataan res­mi di media sosial, Tri Adhi­anto juga ter­li­hat turun lang­sung ke lapan­gan. Dalam sebuah video yang beredar, ia men­ge­nakan ser­agam dinas lengkap dan berdiri di hada­pan mikro­fon untuk mem­berikan ara­han. Video terse­but menun­jukkan suasana serius keti­ka ia berbicara di depan pub­lik, didampin­gi sejum­lah peja­bat dan aparat setem­pat.

Menang­gapi peri­s­ti­wa ini, Pemkot Bekasi beren­cana untuk melakukan beber­a­pa langkah strate­gis, di antaranya:

1. Pen­guatan Jalur Pen­gad­u­an
Pemer­in­tah akan memas­tikan siswa, orang tua, maupun tena­ga pen­didik memi­li­ki salu­ran pen­gad­u­an yang jelas, cepat, dan ter­lin­dun­gi. Den­gan demikian, seti­ap lapo­ran bisa ditin­dak­lan­ju­ti secara tegas tan­pa rasa takut dari pihak pela­por.

2. Pelati­han Eti­ka Guru
Para pen­didik akan men­da­p­at pem­bekalan terkait eti­ka pro­fe­si, per­lin­dun­gan anak, dan pence­ga­han kek­erasan di seko­lah. Pro­gram ini dihara­p­kan mam­pu meningkatkan kesadaran moral dan tang­gung jawab para guru dalam men­ga­jar.

3. Pen­ingkatan Pen­gawasan Seko­lah
Pemkot Bekasi akan meli­batkan unsur pen­gawas seko­lah, komite seko­lah, dan pihak kepolisian untuk melakukan peman­tauan secara berkala, sehing­ga poten­si ter­jadinya pelang­garan dap­at dice­gah sejak dini.

  Natal Pemkab Sergai, Donasi Rp600 Juta untuk Bencana

4. Pen­didikan Karak­ter untuk Siswa
Tidak hanya guru, siswa juga akan men­da­p­at pem­bi­naan karak­ter dan pen­didikan antikek­erasan agar ter­cip­ta budaya sal­ing meng­hor­mati di lingkun­gan seko­lah.

5. Transparan­si Penan­ganan Kasus
Pemkot Bekasi berkomit­men menan­gani seti­ap lapo­ran secara ter­bu­ka, adil, dan sesuai hukum yang berlaku agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau kasus yang terke­san ditu­tupi.

Tri Adhi­anto mene­gaskan bah­wa seko­lah harus men­ja­di tem­pat yang aman bagi anak-anak, bebas dari segala ben­tuk kek­erasan fisik, ver­bal, maupun pele­ce­han. Ia juga men­ga­jak semua pihak—guru, siswa, orang tua, ser­ta masyarakat—untuk bersama-sama men­cip­takan lingkun­gan pen­didikan yang bersih dan berprestasi.

“Kita semua bertang­gung jawab men­ja­ga seko­lah agar tetap men­ja­di tem­pat yang men­didik, bukan menakutkan. Anak-anak adalah masa depan bangsa. Tidak boleh ada rasa takut di seko­lah,” tegas­nya.

Dalam pem­ber­i­taan IDN Times, Wali Kota Bekasi juga menyam­paikan per­mintaan maaf secara ter­bu­ka kepa­da orang tua siswa dan masyarakat luas. Ia mene­gaskan bah­wa pihaknya tidak akan men­tol­er­an­si tin­dakan yang menced­erai dunia pen­didikan, ter­lebih jika menyangkut kese­la­matan dan kehor­matan anak-anak.

“Atas nama Pemer­in­tah Kota Bekasi, saya mem­inta maaf dan ber­jan­ji akan melakukan eval­u­asi total agar keja­di­an seper­ti ini tidak teru­lang kem­bali,” ujarnya seba­gaimana diku­tip dari pem­ber­i­taan terse­but.

Kasus ini meman­tik kepri­hati­nan masyarakat Bekasi. Banyak war­ga meni­lai bah­wa seko­lah seharus­nya men­ja­di ruang yang aman dan bebas dari anca­man. Dukun­gan ter­hadap langkah Pemkot Bekasi pun men­galir, teruta­ma dalam hal pene­gakan disi­plin dan pem­bi­naan eti­ka guru.

  PLN UP3 Pematangsiantar dan Bupati Batubara Optimalkan Pendapatan Daerah Melalui Sektor Kelistrikan

Sejum­lah aktivis per­lin­dun­gan anak juga mengin­gatkan pent­ingnya meli­batkan semua unsur pen­didikan dalam pen­gawasan. Mere­ka meni­lai bah­wa kasus ini bisa men­ja­di momen­tum besar untuk mem­per­bai­ki sis­tem per­lin­dun­gan anak secara menyelu­ruh di lingkun­gan seko­lah.

Den­gan berba­gai langkah per­baikan yang dicanangkan, Pemkot Bekasi berharap dunia pen­didikan di kota ini bisa kem­bali meraih keper­cayaan pub­lik. Seko­lah dihara­p­kan tidak hanya men­ja­di tem­pat bela­jar akademik, tetapi juga ruang pem­ben­tukan karak­ter dan eti­ka yang kuat.

Tri Adhi­anto menut­up perny­ataan­nya den­gan men­ga­jak selu­ruh masyarakat untuk tidak ting­gal diam jika meli­hat atau menge­tahui tin­dakan yang merugikan siswa. Menu­rut­nya, per­lin­dun­gan anak bukan hanya tugas pemer­in­tah, tetapi tang­gung jawab bersama selu­ruh ele­men masyarakat.

Pemer­in­tah Kota Bekasi mengam­bil langkah tegas pas­ca men­cu­at­nya kasus dugaan pele­ce­han di SMPN 13 Bekasi. Selain menyam­paikan per­mintaan maaf, Pemkot akan mem­perku­at per­lin­dun­gan anak melalui jalur pen­gad­u­an, pelati­han eti­ka guru, pen­ingkatan pen­gawasan seko­lah, dan pen­didikan karak­ter siswa.

Langkah ini dihara­p­kan mam­pu men­cip­takan seko­lah yang aman, bersih, ser­ta berprestasi, sekali­gus memulihkan keper­cayaan pub­lik ter­hadap dunia pen­didikan di Kota Bekasi. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *