Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Pegawai PNM Mekar di Tanjung Balai Jadi Korban Saat Menagih Utang

435
×

Pegawai PNM Mekar di Tanjung Balai Jadi Korban Saat Menagih Utang

Sebarkan artikel ini

Tan­jung Bal­ai, SniperNew.id – Sebuah video berdurasi singkat yang mem­per­li­hatkan pegawai PNM Mekar men­da­p­at per­lakuan tidak menye­nangkan dari seo­rang nasabah di Tan­jung Bal­ai, Sumat­era Utara, viral di media sosial. Video terse­but per­ta­ma kali terse­bar melalui ung­ga­han war­ganet dan kemu­di­an diber­i­takan oleh sejum­lah media lokal, Jumat (22/08/2025).

Dalam video yang beredar, tam­pak suasana di sebuah per­muki­man padat pen­duduk. Beber­a­pa orang ter­li­bat cek­cok mulut, hing­ga akhirnya ter­ja­di tin­dakan yang men­garah pada kek­erasan. Kor­ban, yang dike­tahui seba­gai pegawai PNM Mekar, men­gala­mi intim­i­dasi saat sedang men­jalankan tugas menag­ih cicilan pin­ja­man.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun, insi­d­en itu bermu­la keti­ka pegawai PNM Mekar datang ke rumah seo­rang nasabah di Kelu­ra­han Pematang Pasir, Keca­matan Teluk Nibung, Kota Tan­jung Bal­ai. Saat itu, kor­ban bermak­sud melakukan penag­i­han sesuai den­gan jad­w­al yang telah diten­tukan.

Namun, situ­asi berubah panas keti­ka ter­ja­di perde­batan antara kor­ban dan nasabah terkait kewa­jiban pem­ba­yaran. Perde­batan yang sem­u­la beru­pa adu argu­men lisan kemu­di­an beru­jung pada tin­dakan agre­sif dari pihak nasabah.

  Kejati Sumsel Profesional Sikapi Laporan Pengaduan Masyarakat

Kor­ban diduga disir­am air par­it dan bahkan men­da­p­atkan anca­man den­gan meng­gu­nakan ben­da tajam. Peri­s­ti­wa itu memicu kepanikan war­ga sek­i­tar yang sem­pat menyak­sikan secara lang­sung.

Dalam video yang terse­bar, ter­li­hat beber­a­pa orang berdiri di depan rumah seder­hana den­gan pagar kayu. Suasana tam­pak tegang, semen­tara seo­rang perem­puan ter­li­hat mem­bawa ember berisi air. Poton­gan video terse­but mem­perku­at dugaan bah­wa kor­ban benar-benar disir­am.

Menang­gapi viral­nya peri­s­ti­wa ini, pihak kepolisian dari Pol­res Tan­jung Bal­ai segera melakukan penye­lidikan. Kepolisian mem­be­narkan adanya lapo­ran terkait dugaan pen­ga­ni­ayaan dan anca­man ter­hadap pegawai PNM Mekar terse­but.

“Kami sudah mener­i­ma lapo­ran res­mi. Saat ini kasus sedang dalam tahap penye­lidikan dan pen­dala­man lebih lan­jut,” ujar seo­rang peja­bat di Pol­res Tan­jung Bal­ai, Jumat (tang­gal menye­suaikan kro­nolo­gi).

Pihak kepolisian mene­gaskan akan mem­pros­es kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Kor­ban maupun sak­si-sak­si telah dim­intai keteran­gan untuk mem­per­je­las kro­nolo­gi ser­ta memas­tikan sia­pa saja pihak yang ter­li­bat dalam insi­d­en terse­but.

Beri­ta ini lang­sung menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik sete­lah videonya viral di berba­gai plat­form media sosial. Banyak neti­zen menyayangkan insi­d­en terse­but, mengin­gat pegawai PNM Mekar hanya men­jalankan tugas sesuai tang­gung jawab­nya.

Seba­gian masyarakat meni­lai bah­wa masalah keuan­gan seharus­nya dis­e­le­saikan secara baik-baik, bukan den­gan kek­erasan. “Kasi­han pegawainya, dia kan hanya bek­er­ja sesuai prose­dur. Kalau ada kesuli­tan bayar, bisa diko­mu­nikasikan, bukan malah berbu­at kasar,” tulis salah seo­rang peng­gu­na media sosial di kolom komen­tar.

  Dua Mobil Mitsubishi L300 Leluasa Garap Solar di SPBU Lubuk Pakam: Kapolres Diminta Bertindak Tegas

Di sisi lain, ada pula yang meny­oroti sis­tem pin­ja­man mikro yang terkadang mem­ber­atkan seba­gian nasabah. Menu­rut mere­ka, per­lu adanya komu­nikasi yang lebih baik antara lem­ba­ga pem­bi­ayaan den­gan para nasabah agar tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman di lapan­gan.

PT Per­modalan Nasion­al Madani (PNM) adalah perusa­haan BUMN yang berg­er­ak di bidang pem­bi­ayaan bagi usa­ha mikro, kecil, dan menen­gah. Salah satu pro­gram andalan PNM adalah Mekaar (Mem­bi­na Ekono­mi Kelu­ar­ga Sejahtera), yang menyalurkan pem­bi­ayaan ultra mikro kepa­da kelom­pok perem­puan prase­jahtera.

Pro­gram ini bertu­juan mem­ber­dayakan ekono­mi kelu­ar­ga den­gan bun­ga pin­ja­man yang relatif ringan. Namun, dalam prak­tiknya, tidak sedik­it pegawai lapan­gan yang meng­hadapi tan­ta­n­gan saat melakukan penag­i­han. Insi­d­en di Tan­jung Bal­ai men­ja­di salah satu con­toh nya­ta risiko peker­jaan yang dihadapi para petu­gas di lapan­gan.

Hing­ga saat ini, pihak man­a­je­men PNM Mekar belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait peri­s­ti­wa terse­but. Namun, sum­ber inter­nal menye­butkan bah­wa kor­ban telah men­da­p­at pen­dampin­gan hukum dan psikol­o­gis sete­lah keja­di­an.

Kepolisian pun mengim­bau semua pihak untuk mena­han diri dan tidak melakukan tin­dakan main hakim sendiri. Masalah utang-piu­tang menu­rut aparat seharus­nya dap­at dis­e­le­saikan melalui mekanisme hukum dan medi­asi, bukan den­gan kek­erasan.

Kasus ini men­ja­di pengin­gat bagi semua pihak bah­wa per­soalan ekono­mi ser­ing kali memicu kon­flik sosial di tingkat akar rumput. Situ­asi sulit pas­ca-pan­de­mi dan tekanan ekono­mi diduga mem­per­parah kon­disi nasabah yang gagal mem­ba­yar pin­ja­man.

  Pemko Diminta Tegas, Davinci Karaoke Diduga Lindungi Aktivitas Terlarang

Namun, bagaimana­pun juga, anca­man dan tin­dakan kek­erasan tidak bisa dibenarkan. Selain merugikan kor­ban secara fisik maupun psikol­o­gis, tin­dakan itu juga dap­at beru­jung pada sanksi pidana.

Pakar hukum pidana dari salah satu uni­ver­si­tas di Medan men­je­laskan, anca­man den­gan sen­ja­ta tajam maupun per­bu­atan menyi­ram sese­o­rang den­gan air kotor bisa dijer­at pasal pen­ga­ni­ayaan dan intim­i­dasi. “Pelakun­ya dap­at dike­nakan sanksi pidana sesuai KUHP, den­gan anca­man huku­man pen­jara,” ujarnya.

Masyarakat berharap kasus ini dap­at segera dis­e­le­saikan den­gan adil. War­ga juga mem­inta pemer­in­tah daer­ah dan lem­ba­ga terkait untuk lebih mem­per­hatikan dampak sosial dari pro­gram pem­bi­ayaan mikro.

Seo­rang tokoh masyarakat di Tan­jung Bal­ai menyam­paikan, “Kami men­dukung pro­gram pem­bi­ayaan untuk masyarakat kecil, tapi harus ada edukasi yang jelas. Jan­gan sam­pai ter­ja­di kesalah­pa­haman yang beru­jung kek­erasan seper­ti ini lagi.”

Den­gan viral­nya kasus ini, dihara­p­kan ada eval­u­asi menyelu­ruh dari pihak lem­ba­ga pem­bi­ayaan, aparat, ser­ta masyarakat agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang di masa depan.

Kasus pen­ga­ni­ayaan ter­hadap pegawai PNM Mekar di Tan­jung Bal­ai men­ja­di sorotan pub­lik kare­na mem­per­li­hatkan bagaimana per­soalan utang-piu­tang bisa berkem­bang men­ja­di kon­flik serius. Saat ini, pihak kepolisian ten­gah menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran kor­ban.

Masyarakat diim­bau untuk tetap men­ja­ga ketert­iban dan mengede­pankan musyawarah dalam menye­le­saikan masalah. Kek­erasan bukan­lah jalan kelu­ar, jus­tru hanya akan mem­per­bu­ruk keadaan.

Edi­tor: (Ahmad)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *