Berita Peristiwa

Mobil Nomor H 1583 JV Nyangkut di Bambu, Selamat Meski Terperosok Jurang 15 Meter

168
×

Mobil Nomor H 1583 JV Nyangkut di Bambu, Selamat Meski Terperosok Jurang 15 Meter

Sebarkan artikel ini

Pada Ming­gu siang, 16 Novem­ber 2025, sebuah kece­lakaan mene­gangkan ter­ja­di di Desa Tegaron, Keca­matan Banyu­biru, Kabu­pat­en Semarang, Jawa Ten­gah. Mobil sedan den­gan nomor polisi H 1583 JV, dik­endarai oleh Nil­am Cahya, war­ga Sep­a­kung, Keca­matan Banyu­biru, masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Menu­rut keteran­gan yang beredar melalui akun media Tre­ands sekedar_infosaja, mobil terse­but terny­a­ta ter­sangkut di pohon bam­bu, sehing­ga tidak jatuh lebih dalam. Mere­ka menulis bah­wa “jika tidak ter­sangkut pohon bam­bu, mobil bisa masuk ke dasar jurang sedalam 40 meter.”

Berun­tung, Nil­am Cahya hanya men­gala­mi luka ringan dan sela­mat dari bahaya yang jauh lebih besar. Tidak ada kor­ban jiwa dalam insi­d­en ini.

Hing­ga saat ini, belum ada kon­fir­masi res­mi lebih lan­jut dari pihak kepolisian atau instan­si terkait men­ge­nai penye­bab pasti kece­lakaan terse­but. Tim evakuasi dan per­to­lon­gan tam­paknya telah bek­er­ja cepat, berkat posisi mobil yang masih “ter­gan­tung” pada batang bam­bu, sehing­ga mence­gah­nya ter­jatuh lebih dalam.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Pub­lik di media sosial meny­oroti beta­pa besar kemu­ngk­i­nan trage­di lebih besar ter­ja­di, jika saja struk­tur pohon bam­bu tidak mena­han beban mobil. Banyak yang bersyukur akan keberun­tun­gan Nil­am Cahya, sekali­gus mengin­gatkan pent­ingnya kewas­padaan saat berk­endara di jalur yang rawan long­sor atau jurang.

Beri­ta ini dis­usun berdasarkan infor­masi dari media sosial Tre­ands sekedar_infosaja, yang hing­ga kini belum dikon­fir­masi oleh instan­si res­mi.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Seba­gai langkah etis, pent­ing untuk menung­gu perny­ataan res­mi dari kepolisian atau pihak berwe­nang sebelum meny­im­pulkan penye­bab kece­lakaan.

Nama kor­ban dise­but lengkap kare­na sudah dis­am­paikan dalam lapo­ran media sosial, namun detil prib­a­di sen­si­tif (seper­ti ala­mat rumah) tidak diungkap demi meng­hor­mati pri­vasi.

Jika memu­ngkinkan, dis­arankan wartawan melakukan ver­i­fikasi lapan­gan dan wawan­cara den­gan Nil­am Cahya, sak­si, dan pihak terkait untuk pen­dala­man beri­ta.

Penulis Iskan­dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *