Berita Peristiwa

Mobil Calya Tercebur ke Sungai Cisangkuy Baleendah, Berhasil Dievakuasi Warga dan Polisi

333
×

Mobil Calya Tercebur ke Sungai Cisangkuy Baleendah, Berhasil Dievakuasi Warga dan Polisi

Sebarkan artikel ini

Ban­dung, SniperNew.id  – War­ga Desa Malakasari, Keca­matan Baleen­dah, Kabu­pat­en Ban­dung, Jawa Barat, Selasa (16/9/2025) pagi dike­jutkan oleh insi­d­en sebuah mobil Calya berwar­na hitam yang ter­ce­bur ke Sun­gai Cisangkuy. Keja­di­an terse­but berlang­sung sek­i­tar pukul 05.00 WIB dan sem­pat men­ja­di per­ha­t­ian war­ga sek­i­tar.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di kawasan Pameutin­gan, Desa Malakasari. Menu­rut infor­masi yang beredar di media sosial, mobil terse­but awal­nya hen­dak dikelu­arkan dari garasi den­gan posisi mundur. Namun, kare­na gigi trans­misi belum dipin­dahkan, mobil jus­tru terus berg­er­ak mundur hing­ga akhirnya masuk ke sun­gai.

Keteran­gan kro­nol­o­gis dis­am­paikan oleh akun media sosial salisa08 yang menye­butkan bah­wa peri­s­ti­wa bermu­la keti­ka pemi­lik mobil hen­dak men­gelu­arkan kendaraan­nya dari garasi rumah. Pros­es pen­gelu­aran mobil dilakukan den­gan posisi mundur.

“Saat akan dima­jukan, giginya belum diubah jadi mobil­nya mundur terus masuk ke sun­gai,” tulis akun terse­but, seba­gaimana diku­tip dari ung­ga­han info.cigadung.

Kon­disi pagi hari yang masih cukup sepi mem­bu­at insi­d­en ini sem­pat mem­bu­at panik kelu­ar­ga dan tetang­ga sek­i­tar. Mobil yang ter­ce­bur ter­li­hat bera­da di tepi sun­gai den­gan posisi seba­gian badan mobil sudah ter­ge­nang air.

  Hujan Deras Sebabkan Kebun Warga Rusak, Proyek Desa Diduga Jadi Pemicu Longsoran

Berun­tung, tidak ada kor­ban jiwa dalam keja­di­an terse­but. War­ga yang menge­tahui peri­s­ti­wa ini segera mem­berikan per­to­lon­gan. Evakuasi dilakukan secara gotong roy­ong oleh war­ga setem­pat yang kemu­di­an men­da­p­at ban­tu­an dari pihak kepolisian.

Sete­lah beber­a­pa wak­tu, mobil berhasil dievakuasi dari sun­gai dan dia­mankan. Video dan foto pros­es evakuasi sem­pat dia­badikan war­ga dan beredar di media sosial sehing­ga menarik per­ha­t­ian war­ganet.

Menu­rut lapo­ran ter­akhir, tidak ada kerusakan serius yang menim­bulkan bahaya tam­ba­han. Namun, kon­disi mobil kemu­ngk­i­nan memer­lukan pemerik­saan lebih lan­jut kare­na sem­pat teren­dam air sun­gai.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di perbin­can­gan hangat di kalan­gan war­ga setem­pat. Banyak yang merasa pri­hatin sekali­gus lega kare­na tidak ada kor­ban luka. Sejum­lah war­ga yang menyak­sikan evakuasi menye­but keja­di­an terse­but seba­gai pela­jaran pent­ing agar pen­gen­dara selalu berhati-hati saat men­gelu­arkan kendaraan dari garasi, teruta­ma yang bera­da di dekat area ter­bu­ka atau tepi sun­gai.

“Alham­dulil­lah tidak ada kor­ban. Cuma kaget saja kare­na pagi-pagi sudah ramai ada mobil di sun­gai,” kata seo­rang war­ga yang ikut mem­ban­tu evakuasi.

Sun­gai Cisangkuy dike­nal seba­gai salah satu ali­ran sun­gai yang cukup ramai dile­wati war­ga untuk aktiv­i­tas sehari-hari. Wilayah Pameutin­gan sendiri memi­li­ki sejum­lah titik yang cukup dekat den­gan pemuki­man. Keja­di­an seper­ti ini dini­lai bisa mem­ba­hayakan jika tidak segera ditan­gani, teruta­ma saat deb­it air sun­gai sedang ting­gi.

  Pelajar SMP Tewas di Silaut, Pesisir Selatan: Kronologi Masih Diselidiki

Pihak kepolisian setem­pat mengim­bau masyarakat yang memi­li­ki rumah di dekat sun­gai agar selalu was­pa­da saat memarkir dan men­gelu­arkan kendaraan. Selain itu, pemasan­gan penga­man tam­ba­han di hala­man rumah seper­ti pem­bat­as atau pagar dap­at men­ja­di solusi untuk men­gu­ran­gi risiko mobil tergelin­cir.

Keja­di­an ini mengin­gatkan masyarakat pent­ingnya memas­tikan posisi trans­misi dan rem tan­gan sudah aman sebelum men­jalankan mobil. Hal ini teruta­ma berlaku untuk mobil bertrans­misi man­u­al, di mana per­pin­da­han gigi harus diperik­sa sebelum mobil dijalankan.

Prak­tisi kese­la­matan berk­endara juga menekankan pent­ingnya edukasi dasar bagi penge­mu­di kelu­ar­ga agar keja­di­an seru­pa dap­at dihin­dari. Penge­cekan seder­hana seper­ti memas­tikan gigi trans­misi di posisi netral atau mundur saat parkir di area mir­ing, ser­ta memas­tikan rem tan­gan berfungsi, dap­at mence­gah kece­lakaan rumah tang­ga yang tak ter­duga.

Ung­ga­han men­ge­nai insi­d­en mobil ter­ce­bur ke Sun­gai Cisangkuy ini ramai dibagikan oleh sejum­lah akun infor­masi lokal. Salah sat­un­ya akun info.cigadung yang mem­post­ing foto mobil bera­da di sun­gai dis­er­tai keteran­gan kro­nolo­gi. Postin­gan terse­but men­da­p­at ratu­san komen­tar dari war­ganet.

Seba­gian war­ganet meny­oroti kelala­ian tek­nis yang men­ja­di penye­bab mobil bisa mundur tan­pa kon­trol. Ada pula yang mem­berikan saran agar masyarakat lebih berhati-hati saat men­gelu­arkan mobil dari garasi, khusus­nya di area rumah yang memi­li­ki akses lang­sung ke jalan atau dekat sun­gai.

Kasus mobil ter­ce­bur ke sun­gai ini men­ja­di pengin­gat bah­wa kece­lakaan tidak hanya ter­ja­di di jalan raya, tetapi juga bisa menim­pa sia­pa saja di rumah. Situ­asi yang ter­li­hat seder­hana seper­ti men­gelu­arkan mobil dari garasi bisa beru­jung peta­ka jika penge­mu­di lengah.

  Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 10 Ribu Meter

Pakar trans­portasi men­gan­jurkan agar pen­gen­dara melakukan kebi­asaan baik sebelum berk­endara, seper­ti:

1. Memerik­sa posisi gigi trans­misi – pastikan sesuai den­gan arah yang diinginkan.

2. Menge­cek rem tan­gan – pastikan rem tan­gan dilepas atau dipasang sesuai kebu­tuhan.

3. Memas­tikan area sek­i­tar aman – perik­sa apakah ada anak-anak, hewan, atau peng­ha­lang di sek­i­tar mobil.

4. Menge­mu­di per­la­han saat kelu­ar garasi – teruta­ma bila area sek­i­tar memi­li­ki kemiringan atau berbatasan den­gan jalan atau sun­gai.

Pemer­in­tah desa setem­pat bersama war­ga beren­cana menam­bah ram­bu peringatan dan penga­man seder­hana di sek­i­tar tepi­an sun­gai agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang. Selain itu, war­ga diim­bau untuk memasang penga­man di hala­man rumah seper­ti pagar atau stop­per ban.

Peri­s­ti­wa mobil Calya yang ter­ce­bur ke Sun­gai Cisangkuy Baleen­dah ini memang tidak menim­bulkan kor­ban jiwa, namun tetap men­ja­di peringatan bagi masyarakat. Kewas­padaan, ketelit­ian saat menge­mu­di, ser­ta kesi­a­pan meng­hadapi situ­asi daru­rat men­ja­di hal yang pent­ing demi kese­la­matan bersama.

Kasus ini juga menun­jukkan bagaimana sol­i­dar­i­tas war­ga dan aparat kepolisian dap­at mem­ban­tu menye­le­saikan situ­asi daru­rat den­gan cepat. Gotong roy­ong war­ga yang turun lang­sung mengevakuasi mobil men­ja­di buk­ti bah­wa kepedu­lian sosial masih kuat di masyarakat. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *