Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Miris! Jenazah ASN Dibawa Naik Motor 40 Km Akibat Jalan Rusak, Pemerintah Bungkam

299
×

Miris! Jenazah ASN Dibawa Naik Motor 40 Km Akibat Jalan Rusak, Pemerintah Bungkam

Sebarkan artikel ini

Sulawe­si Ten­gah| SniperNew.id – Sab­tu, 13 Juli 2025, Sebuah video menyay­at hati yang diung­gah oleh akun Face­book berna­ma David Restu Jaya Gulo pada Sab­tu, 13 Juli 2025, son­tak men­ja­di viral dan memicu kemara­han pub­lik. Dalam video berdurasi singkat terse­but, tam­pak jenazah seo­rang pria dewasa ter­bar­ing kaku di atas sepe­da motor, lengkap den­gan kain penut­up wajah, dibon­ceng sejauh 40 kilo­me­ter dari Puskesmas Pinem­bani menu­ju kedia­man­nya di wilayah Palu, Sulawe­si Ten­gah.

Pria yang dibon­ceng itu adalah almarhum Aril Huma, seo­rang Aparatur Sip­il Negara (ASN) yang berdedikasi seba­gai penyu­luh KB/BKKBN Kabu­pat­en Dong­gala, Sulawe­si Ten­gah. Aril menghem­buskan napas ter­akhir di Puskesmas Keca­matan Pinem­bani, dan harus dibawa pulang meng­gu­nakan motor roda dua kare­na ambu­lans tidak dap­at melin­tas aki­bat rusaknya infra­struk­tur jalan.

  Warga Lumbirejo Protes Hambatan Sertifikasi Tanah Diduga Akibat Surat Palsu PT BLJ

“Akses jalan dari Puskesmas menu­ju ke tem­pat ting­gal jenazah bapak ini san­gat mem­pri­hatinkan,” tulis akun David dalam ung­ga­han­nya.

“Sehing­ga ada seo­rang bapak nekat mem­bawa jenazah terse­but meng­gu­nakan kendaraan bermo­tor roda dua menu­ju kedia­man­nya.”

 

Potret Kemanu­si­aan yang Menyay­at Hati

Dalam cup­likan gam­bar yang berhasil kami doku­men­tasikan, ter­li­hat almarhum Aril dalam posisi ter­len­tang di atas motor, den­gan tubuh ditopang oleh beber­a­pa pria yang mem­ban­tu pros­es pen­gangku­tan. Di seke­lil­ingnya, war­ga tam­pak pri­hatin dan berusa­ha men­ja­ga kese­im­ban­gan jenazah agar tidak ter­jatuh dari kendaraan.

Ter­li­hat pula tumpukan kain dan barang bawaan yang dile­takkan di atas kepala jenazah seba­gai pena­han agar tetap sta­bil. Para war­ga bahu-mem­bahu menyokong almarhum di atas kendaraan seadanya. Mere­ka sadar, bah­wa jalanan curam, berlubang, berbatu, dan sem­pit ini takkan bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Kare­na dampak infra­struk­tur jalan menu­ju kedia­man, jenazah hanya bisa dibawa motor roda dua. Jalan rusak parah, berlubang dan curam, tidak bisa dilalui ambu­lans,” tam­bah David dalam narasinya.

  Federico Chiesa Prioritaskan Pulang ke Italia, Kontak dengan Klub Serie A Dimulai!

 

Bukan Per­ta­ma Kali, Ini Sudah Ke‑5 Kalinya

Iro­nis­nya, keja­di­an memilukan ini bukan yang per­ta­ma. David yang juga meru­pakan pen­gen­dara motor dalam video terse­but men­gaku, ini adalah kali keli­ma ia men­gangkut jenazah dari wilayah ter­isolir yang sama.
Ia menam­bahkan bah­wa ambu­lans milik Puskesmas setem­pat sudah lama rusak dan tidak per­nah men­da­p­at per­ha­t­ian serius dari pihak terkait.

“Sudah lima kali saya antar jenazah pakai motor dari wilayah ter­pen­cil ini. Kare­na ambu­lans rusak sudah lama dan tidak diper­bai­ki,” ungkap David.

 

Tangisan Real­i­tas Pedesaan

War­ga Keca­matan Pinem­bani, yang may­ori­tas bermukim di wilayah pegu­nun­gan, sela­ma ini hanya bisa men­gan­dalkan sepe­da motor dan ger­obak untuk men­gangkut orang sak­it atau jenazah. Jalan-jalan berbatu dan berliku di wilayah terse­but men­ja­di sak­si bisu bagaimana negara seakan abai pada mere­ka.

Situ­asi ini memu­nculkan per­tanyaan besar: di mana kehadi­ran negara saat war­ganya dib­iarkan berjuang sendiri untuk men­da­p­atkan layanan dasar seper­ti ambu­lans dan jalan yang layak?

“Kalau peja­bat yang mening­gal, semua akses dibu­ka dan jalan lang­sung dias­pal. Tapi untuk raky­at biasa? Dib­iarkan mati dalam kesen­gsaraan.”

  Dapur Sederhana, Konten FYP, Hasilkan Cuan dan Semangat Hidup

 

Kri­tik untuk Pemer­in­tah

Insi­d­en ini menam­par wajah pemer­in­tah pusat maupun daer­ah. Di saat raky­at bersusah payah berjuang den­gan kon­disi infra­struk­tur men­ge­naskan, para peja­bat jus­tru sibuk. Kekayaan alam Indone­sia yang melimpah seakan tak per­nah dirasakan man­faat­nya oleh masyarakat ped­ala­man.

“Sedih dan miris keadaan ini. Pemer­in­tah Indone­sia tidak mem­per­bai­ki akses jalan mere­ka. Semen­tara para peja­bat dan aparatur negara berlom­ba korup­si uang negara dan kekayaan alam Indone­sia,” tegas David di akhir ung­ga­han­nya.

Kes­im­pu­lan: Peri­s­ti­wa tragis ini bukan sekadar potret keti­dakadi­lan, melainkan tam­paran keras bagi pemer­in­tah yang lalai. Keti­ka ASN pun harus dip­u­langkan ke rumah duka den­gan motor kare­na ambu­lans tak bisa lewat, maka jelas bah­wa pem­ban­gu­nan belum menyen­tuh semua raky­at.

Video yang diung­gah David ini telah men­ja­di pengin­gat keras bah­wa akses kese­hatan, infra­struk­tur, dan kehadi­ran negara seharus­nya milik semua war­ga- bukan hanya mere­ka yang ting­gal di kota besar.

Edi­tor; (Tim Redak­si SniperNew.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *