Sulawesi Tengah| SniperNew.id – Sabtu, 13 Juli 2025, Sebuah video menyayat hati yang diunggah oleh akun Facebook bernama David Restu Jaya Gulo pada Sabtu, 13 Juli 2025, sontak menjadi viral dan memicu kemarahan publik. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak jenazah seorang pria dewasa terbaring kaku di atas sepeda motor, lengkap dengan kain penutup wajah, dibonceng sejauh 40 kilometer dari Puskesmas Pinembani menuju kediamannya di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.
Pria yang dibonceng itu adalah almarhum Aril Huma, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdedikasi sebagai penyuluh KB/BKKBN Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Aril menghembuskan napas terakhir di Puskesmas Kecamatan Pinembani, dan harus dibawa pulang menggunakan motor roda dua karena ambulans tidak dapat melintas akibat rusaknya infrastruktur jalan.
“Akses jalan dari Puskesmas menuju ke tempat tinggal jenazah bapak ini sangat memprihatinkan,” tulis akun David dalam unggahannya.
“Sehingga ada seorang bapak nekat membawa jenazah tersebut menggunakan kendaraan bermotor roda dua menuju kediamannya.”
Potret Kemanusiaan yang Menyayat Hati
Dalam cuplikan gambar yang berhasil kami dokumentasikan, terlihat almarhum Aril dalam posisi terlentang di atas motor, dengan tubuh ditopang oleh beberapa pria yang membantu proses pengangkutan. Di sekelilingnya, warga tampak prihatin dan berusaha menjaga keseimbangan jenazah agar tidak terjatuh dari kendaraan.
Terlihat pula tumpukan kain dan barang bawaan yang diletakkan di atas kepala jenazah sebagai penahan agar tetap stabil. Para warga bahu-membahu menyokong almarhum di atas kendaraan seadanya. Mereka sadar, bahwa jalanan curam, berlubang, berbatu, dan sempit ini takkan bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Karena dampak infrastruktur jalan menuju kediaman, jenazah hanya bisa dibawa motor roda dua. Jalan rusak parah, berlubang dan curam, tidak bisa dilalui ambulans,” tambah David dalam narasinya.
Bukan Pertama Kali, Ini Sudah Ke‑5 Kalinya
Ironisnya, kejadian memilukan ini bukan yang pertama. David yang juga merupakan pengendara motor dalam video tersebut mengaku, ini adalah kali kelima ia mengangkut jenazah dari wilayah terisolir yang sama.
Ia menambahkan bahwa ambulans milik Puskesmas setempat sudah lama rusak dan tidak pernah mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
“Sudah lima kali saya antar jenazah pakai motor dari wilayah terpencil ini. Karena ambulans rusak sudah lama dan tidak diperbaiki,” ungkap David.
Tangisan Realitas Pedesaan
Warga Kecamatan Pinembani, yang mayoritas bermukim di wilayah pegunungan, selama ini hanya bisa mengandalkan sepeda motor dan gerobak untuk mengangkut orang sakit atau jenazah. Jalan-jalan berbatu dan berliku di wilayah tersebut menjadi saksi bisu bagaimana negara seakan abai pada mereka.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana kehadiran negara saat warganya dibiarkan berjuang sendiri untuk mendapatkan layanan dasar seperti ambulans dan jalan yang layak?
“Kalau pejabat yang meninggal, semua akses dibuka dan jalan langsung diaspal. Tapi untuk rakyat biasa? Dibiarkan mati dalam kesengsaraan.”
Kritik untuk Pemerintah
Insiden ini menampar wajah pemerintah pusat maupun daerah. Di saat rakyat bersusah payah berjuang dengan kondisi infrastruktur mengenaskan, para pejabat justru sibuk. Kekayaan alam Indonesia yang melimpah seakan tak pernah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedalaman.
“Sedih dan miris keadaan ini. Pemerintah Indonesia tidak memperbaiki akses jalan mereka. Sementara para pejabat dan aparatur negara berlomba korupsi uang negara dan kekayaan alam Indonesia,” tegas David di akhir unggahannya.
Kesimpulan: Peristiwa tragis ini bukan sekadar potret ketidakadilan, melainkan tamparan keras bagi pemerintah yang lalai. Ketika ASN pun harus dipulangkan ke rumah duka dengan motor karena ambulans tak bisa lewat, maka jelas bahwa pembangunan belum menyentuh semua rakyat.
Video yang diunggah David ini telah menjadi pengingat keras bahwa akses kesehatan, infrastruktur, dan kehadiran negara seharusnya milik semua warga- bukan hanya mereka yang tinggal di kota besar.
Editor; (Tim Redaksi SniperNew.id)



















