Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Meteran Listrik Token Diputus Karena Tunggakan, Warganet Bingung

537
×

Meteran Listrik Token Diputus Karena Tunggakan, Warganet Bingung

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew id - Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads milik akun ugie_lkgplus men­gun­dang per­ha­t­ian pub­lik sete­lah menampilkan sebuah foto meter­an listrik praba­yar (token) yang diberi label “DIPUTUS KARENA MENUNGGAK”. Ung­ga­han terse­but men­gun­dang tan­da tanya besar, sebab sis­tem listrik praba­yar seharus­nya hanya aktif saat pelang­gan mem­be­li token, sehing­ga tak memu­ngkinkan adanya tung­gakan seper­ti pelang­gan pas­caba­yar, 31 Juli 2025.

  Anggaran Publikasi Pekon Panggungrejo 2025 Masih Tanpa Kejelasan

Berikut isi lengkap ung­ga­han terse­but:

“Lagi jalan cari kacang ijo eh nemu ginian….sekilas ada yang aneh aja, kan ini listrik token tapi dipu­tus kare­na menung­gak. Kalaupun ada tung­gakan sebelum memakai listrik token kan harus­nya kudu bayar dulu baru digan­ti. Ini IMHO lho ya…”

Dalam ung­ga­han itu juga ter­li­hat jelas foto meter­an praba­yar dari PLN den­gan stik­er peringatan besar berwar­na mer­ah kun­ing bertuliskan:
“DIPUTUS KARENA MENUNGGAK. Barang Mem­bu­ka / Merusak Segel dike­nakan Sanksi / Den­da.”

Hal ini men­ja­di bahan diskusi pub­lik kare­na logi­ka kelistrikan praba­yar men­yaratkan bah­wa pelang­gan wajib mengisi token ter­lebih dahu­lu sebelum bisa menikmati listrik. Artinya, pelang­gan hanya bisa memakai listrik sesuai jum­lah kWh yang telah dibeli, sehing­ga secara tek­nis, tidak bisa menung­gak.

  Dirjen Pajak Tinjau Layanan SPT Tahunan di Sleman

Namun di sisi lain, muncul dugaan bah­wa pelang­gan yang bersangku­tan mungkin memi­li­ki tung­gakan lama dari masa peng­gu­naan sis­tem pas­caba­yar sebelum beral­ih ke praba­yar. Beber­a­pa war­ganet juga men­duga adanya pelang­garan seper­ti pen­cu­ri­an listrik, peng­gant­ian meter­an tan­pa prose­dur res­mi, atau tung­gakan biaya layanan lain di luar token.

Penga­mat kebi­jakan pub­lik dan ener­gi, T. Rah­mat San­toso, saat dim­intai tang­ga­pan men­gatakan, “Jika benar ini meter­an praba­yar, maka tin­dakan pemu­tu­san harus pun­ya dasar kuat. Kemu­ngk­i­nan besar tung­gakan berasal dari masa lalu atau pelang­garan tek­nis.”

  Tarif Parkir Grojogan Sewu Diduga Tidak Sesuai Aturan

PLN sendiri sela­ma ini memi­li­ki wewe­nang untuk melakukan pemu­tu­san sam­bun­gan listrik jika pelang­gan melakukan pelang­garan berat, ter­ma­suk pen­cu­ri­an arus, pelang­garan kon­trak, atau belum menye­le­saikan tang­gun­gan sebelum migrasi ke sis­tem praba­yar.

Hing­ga saat ini belum ada kon­fir­masi res­mi dari pihak PLN terkait ung­ga­han viral terse­but. Namun keja­di­an ini men­ja­di pengin­gat bagi masyarakat untuk memas­tikan pros­es admin­is­trasi dan tek­nis ber­jalan sesuai prose­dur saat melakukan peruba­han layanan listrik.

Dalam kon­teks ekono­mi ener­gi, keja­di­an ini menun­jukkan pent­ingnya transparan­si dan edukasi dalam sis­tem pem­ba­yaran listrik, baik praba­yar maupun pas­caba­yar, agar tidak ter­ja­di kesalah­pa­haman antara pelang­gan dan penye­dia layanan.

(Redak­si SniperNew.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *