Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Mengapa Oknum Polisi yang Disebut Pemilik Asal Sabu Belum Diperiksa? DPP KOMPI B Desak Polda Sumut Usut Tuntas

245
×

Mengapa Oknum Polisi yang Disebut Pemilik Asal Sabu Belum Diperiksa? DPP KOMPI B Desak Polda Sumut Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

DairiSnipernew.id.

Per­tanyaan besar menyeru­ak pas­ca ter­tangkap­nya seo­rang pria dalam peng­gere­bekan narko­ba di Dusun Kuta Bun­ga, Desa Lau Bagot, Keca­matan Tiga Ling­ga, Kabu­pat­en Dairi, Jumat (22/8/2025) pukul 18.00 WIB. Pasal­nya, ter­sang­ka secara gam­blang men­gaku bah­wa empat paket sabu yang dis­i­tanya berasal dari seo­rang oknum anggota Pol­res Dairi berna­ma Brigadir Romen Tari­g­an. Namun hing­ga kini, nama yang dise­but itu belum tersen­tuh pemerik­saan.

Pen­gungka­pan menge­jutkan terse­but mem­bu­at Dewan Pimp­inan Pusat Komu­ni­tas Masyarakat Peduli Indone­sia Baru (DPP KOMPI B) angkat bicara. Ket­ua DPP KOMPI B, Hen­der­son Silalahi, meni­lai ada kejang­galan dalam penan­ganan kasus ini. “Pub­lik berhak tahu, men­ga­pa pen­gakuan ter­sang­ka yang menye­but asal barang dari seo­rang polisi tidak lang­sung ditin­dak­lan­ju­ti? Jan­gan sam­pai ada per­lin­dun­gan ter­hadap oknum,” tegas Hen­der­son.

  Penanganan Kasus Dugaan Pengelapan, Penipuan dan Penyalahgunaan Wewenang Pengurus Koprasi Lestari Abadi Bersama Desa Kuwala Tolak Daerah Ketapang Lamban

Dalam pen­gakuan­nya kepa­da petu­gas, ter­sang­ka menye­but sabu itu ren­cananya akan diedark­an ke sejum­lah titik di Dairi, salah sat­un­ya Jem­bat­an per­batasan Tiga Ling­ga den­gan Tanah Pinem di Dusun Kam­pung Jawa Bawah. Ia bahkan men­je­laskan bah­wa narko­ba terse­but biasanya dipec­ah men­ja­di paket kecil dan siap edar di rumah­nya sebelum dise­barkan. Fak­ta ini mem­perku­at dugaan adanya jaringan teror­gan­isir yang meli­batkan lebih dari sekadar pelaku lapan­gan.

Sayangnya, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, Kapol­res Dairi, AKBP Otniel Sia­haan, Kabid Humas Pol­da Sumut, Pol Fer­ry Wal­in­tukan dan Kapol­da Sumut Irjen Pol. Whis­nu Her­mawan Feb­ruan­to, S.IK., M.H kom­pak bungkam keti­ka dikon­fir­masi. Tidak ada jawa­ban res­mi terkait kebe­naran nama oknum polisi yang dise­but ter­sang­ka, apala­gi soal tin­dak lan­jut pemerik­saan­nya.

  Kejagung Periksa Delapan Saksi Terkait Perkara Komoditi Emas

DPP KOMPI B meni­lai, sikap diam itu jus­tru memicu kecuri­gaan pub­lik. Hen­der­son Silalahi mene­gaskan, “Jan­gan sam­pai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau raky­at kecil bisa lang­sung ditangkap, kena­pa oknum polisi yang dise­but-sebut pemi­lik asal sabu tidak segera diperik­sa?” katanya den­gan nada keras.

Lebih lan­jut, Hen­der­son menye­but kasus ini tidak boleh dipan­dang sebe­lah mata, mengin­gat narko­ba telah men­ja­di anca­man serius bagi gen­erasi muda di Dairi dan Sumat­era Utara pada umum­nya. Ia mende­sak agar Pol­da Sumut segera mengam­bil sikap tegas den­gan memerik­sa Brigadir Romen Tari­g­an untuk memas­tikan kebe­naran pen­gakuan ter­sang­ka. “Kalau memang bersih, tun­jukkan transparan­si. Kalau ada keter­li­batan, tin­dak tegas tan­pa pan­dang bulu,” imbuh­nya.

  Laporan Audit Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Lolofaoso, Masyarakat Minta Tindakan Tegas

Semen­tara itu, pihak Polsek Tiga Ling­ga meny­atakan akan terus mengem­bangkan kasus ini untuk mem­bongkar jaringan yang lebih luas. Namun, masyarakat tetap menung­gu buk­ti nya­ta bah­wa keter­li­batan oknum aparat benar-benar diusut, bukan hanya berhen­ti pada pelaku kecil yang ter­tangkap di lapan­gan.

Den­gan sorotan tajam dari pub­lik dan desakan DPP KOMPI B, bola panas kini bera­da di tan­gan Pol­da Sumut. Masyarakat berharap, kasus ini tidak sekadar men­ja­di isu sesaat, tetapi benar-benar men­ja­di momen­tum mem­ber­sihkan insti­tusi kepolisian dari oknum yang merusak cit­ra dan keper­cayaan raky­at.

BT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *