Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Massa Mulai Berdatangan ke Depan Gedung DPR, Seruan Bubarkan DPR Mengemuka

711
×

Massa Mulai Berdatangan ke Depan Gedung DPR, Seruan Bubarkan DPR Mengemuka

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Sekelom­pok mas­sa mulai berdatan­gan ke depan Gedung Dewan Per­wak­i­lan Raky­at (DPR) di Jakar­ta. Berdasarkan ung­ga­han di media sosial Threads dari akun berna­ma tamubysmile, aksi ini dise­but berlang­sung tan­pa adanya donatur, melainkan murni kedatan­gan masyarakat den­gan seman­gat.

Dalam ung­ga­han terse­but, tamubysmile menulis. “Sudah mulai berdatan­gan di depan Gedung DPR,

Murni ini tan­pa adanya donatur
Mere­ka den­gan seman­gat datang
Ingat misinya hanya bubarkan DPR
Bukan gul­ingkan Bpk Prabowo Sdaraku
Seman­gat buat kalian semua
Semoga per­juan­gan kalian tdk Sia sia”

Ung­ga­han ini juga dis­er­tai sebuah video yang mem­per­li­hatkan suasana di depan kom­pleks DPR, di mana tam­pak puluhan orang berkumpul di jalan raya, seba­gian meng­gu­nakan sepe­da motor, dan beber­a­pa di antaranya men­ge­nakan penut­up wajah atau kupluk.

  Proyek Mobil Jenazah Jadi Sorotan Publik

Beber­a­pa peng­gu­na Threads mem­berikan tang­ga­pan beragam ter­hadap seru­an untuk mem­bubarkan DPR. Akun berna­ma then_sir_van mene­gaskan bah­wa tidak ada lem­ba­ga di Indone­sia yang memi­li­ki kewe­nan­gan mem­bubarkan DPR.

Ia menulis. “Tidak ada lem­ba­ga di Indone­sia yang pun­ya kewe­nan­gan mem­bubarkan DPR.

Jika pres­i­den adalah oper­a­tor pro­duk­si, maka DPR adalah QUALITY CON­TROL-nya. Satu-sat­un­ya cara adalah berhati-hati dalam memil­ih DPR di tahun pemilu.”

Semen­tara itu, akun putra_diyono bertanya. “Mau bubarin DPR lalu nan­ti raky­at diwak­ilin sia­pa ya?”

Akun story_of_redward mengin­gatkan pent­ingnya memil­ih calon leg­is­latif ter­baik di pemilu men­datangm. Next-nya kalau pileg men­datang, cari pil­i­han­nya yang pal­ing baik di antara yang jelek.”

Di sisi lain, beber­a­pa komen­tar men­dukung aksi terse­but. Akun alipomar1 menulis. “Klo aku si mend­ing diem-diem pas gak ada kea­manan biar keos lang­sungh.”

Akun adauangse­mua beres menyerukan pem­bubaran DPR sekali­gus men­dukung penge­sa­han undang-undang per­am­pasan aset korup­tor. “Bubarkan DPR, sahkan UU per­am­pasan aset korup­tor.”

  Membangun Keseimbangan dan Loyalitas: Jalan Tengah Golkar Sumut Menyongsong Musda*

Semen­tara akun eko­suk mem­peringatkan peser­ta aksi. “Awas tuh yg pakai kupluk-kupluk, razia aja itu.”

Ada juga komen­tar yang men­doakan kese­la­matan mas­sa aksi, seper­ti akun zaliah558 yang menulis. “Semoga kalian dalam lin­dun­gan Allah SWT Aami­in.”

Sedan­gkan akun rafael.diego.31586 mem­berikan dukun­gan moral. “Seman­gat mas bro.”

Akun hendiq­dr menyam­paikan aspi­rasi lain yang berkai­tan den­gan kin­er­ja pemer­in­ta­han. “Nitip! Gan­ti menteri yg gak becus ker­ja dan hapus jabatan wak­il menteri. Gak usah ada wak­il menteri.”

Situ­asi di Lapan­gan
Dalam video berdurasi singkat yang diung­gah, ter­li­hat keru­mu­nan masyarakat bera­da di depan gedung DPR den­gan lalu lin­tas relatif terk­endali. Beber­a­pa orang ber­jalan kaki sam­bil mem­bawa tas dan botol minu­man, semen­tara yang lain duduk di atas sepe­da motor di tepi jalan. Ter­li­hat pula payung oranye yang digu­nakan seba­gai pene­duh peda­gang kaki lima di sek­i­tar lokasi.

Meskipun ung­ga­han tamubysmile menye­butkan aksi ini hanya bertu­juan mem­bubarkan DPR dan bukan untuk meng­gul­ingkan Pres­i­den Prabowo, narasi yang berkem­bang di kolom komen­tar menun­jukkan perbe­daan pen­da­p­at di kalan­gan war­ganet men­ge­nai tujuan dan dampak aksi ini.

  Tiga Kali Percobaan Pembakaran Gedung Gegana, Warga Khawatir Bahaya Merembet ke Permukiman

Per­spek­tif Hukum dan Kon­sti­tusi
Secara kon­sti­tu­sion­al, DPR meru­pakan lem­ba­ga leg­is­latif hasil pemilu yang memi­li­ki kedudukan kuat dalam sis­tem ketatane­garaan Indone­sia. Hing­ga saat ini, tidak ada mekanisme hukum yang memu­ngkinkan pres­i­den maupun pihak lain untuk mem­bubarkan DPR secara sepi­hak.

Ahli hukum tata negara ker­ap mene­gaskan bah­wa peruba­han kom­po­sisi atau keber­adaan DPR hanya bisa ter­ja­di melalui pemilu yang sah sesuai kon­sti­tusi. Den­gan demikian, tun­tu­tan untuk mem­bubarkan DPR secara lang­sung tidak memi­li­ki dasar hukum yang jelas.

Aksi masyarakat yang mulai berdatan­gan ke depan Gedung DPR ini memicu perbin­can­gan hangat di media sosial. Seba­gian men­dukung den­gan alasan keti­dakpuasan ter­hadap kin­er­ja DPR, semen­tara seba­gian lain mengin­gatkan pent­ingnya jalur kon­sti­tu­sion­al melalui pemilu dan refor­masi leg­is­latif secara berta­hap.

Video dan komen­tar yang beredar menun­jukkan bah­wa isu ini men­da­p­at per­ha­t­ian pub­lik, namun juga menim­bulkan pro dan kon­tra. Hing­ga kini, belum ada infor­masi res­mi dari pihak kepolisian maupun pemer­in­tah terkait jum­lah mas­sa dan tujuan akhir aksi terse­but. (Alamd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *