Jakarta, SniperNew.id — Sekelompok massa mulai berdatangan ke depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta. Berdasarkan unggahan di media sosial Threads dari akun bernama tamubysmile, aksi ini disebut berlangsung tanpa adanya donatur, melainkan murni kedatangan masyarakat dengan semangat.
Dalam unggahan tersebut, tamubysmile menulis. “Sudah mulai berdatangan di depan Gedung DPR,
Murni ini tanpa adanya donatur
Mereka dengan semangat datang
Ingat misinya hanya bubarkan DPR
Bukan gulingkan Bpk Prabowo Sdaraku
Semangat buat kalian semua
Semoga perjuangan kalian tdk Sia sia”
Unggahan ini juga disertai sebuah video yang memperlihatkan suasana di depan kompleks DPR, di mana tampak puluhan orang berkumpul di jalan raya, sebagian menggunakan sepeda motor, dan beberapa di antaranya mengenakan penutup wajah atau kupluk.
Beberapa pengguna Threads memberikan tanggapan beragam terhadap seruan untuk membubarkan DPR. Akun bernama then_sir_van menegaskan bahwa tidak ada lembaga di Indonesia yang memiliki kewenangan membubarkan DPR.
Ia menulis. “Tidak ada lembaga di Indonesia yang punya kewenangan membubarkan DPR.
Jika presiden adalah operator produksi, maka DPR adalah QUALITY CONTROL-nya. Satu-satunya cara adalah berhati-hati dalam memilih DPR di tahun pemilu.”
Sementara itu, akun putra_diyono bertanya. “Mau bubarin DPR lalu nanti rakyat diwakilin siapa ya?”
Akun story_of_redward mengingatkan pentingnya memilih calon legislatif terbaik di pemilu mendatangm. Next-nya kalau pileg mendatang, cari pilihannya yang paling baik di antara yang jelek.”
Di sisi lain, beberapa komentar mendukung aksi tersebut. Akun alipomar1 menulis. “Klo aku si mending diem-diem pas gak ada keamanan biar keos langsungh.”
Akun adauangsemua beres menyerukan pembubaran DPR sekaligus mendukung pengesahan undang-undang perampasan aset koruptor. “Bubarkan DPR, sahkan UU perampasan aset koruptor.”
Sementara akun ekosuk memperingatkan peserta aksi. “Awas tuh yg pakai kupluk-kupluk, razia aja itu.”
Ada juga komentar yang mendoakan keselamatan massa aksi, seperti akun zaliah558 yang menulis. “Semoga kalian dalam lindungan Allah SWT Aamiin.”
Sedangkan akun rafael.diego.31586 memberikan dukungan moral. “Semangat mas bro.”
Akun hendiqdr menyampaikan aspirasi lain yang berkaitan dengan kinerja pemerintahan. “Nitip! Ganti menteri yg gak becus kerja dan hapus jabatan wakil menteri. Gak usah ada wakil menteri.”
Situasi di Lapangan
Dalam video berdurasi singkat yang diunggah, terlihat kerumunan masyarakat berada di depan gedung DPR dengan lalu lintas relatif terkendali. Beberapa orang berjalan kaki sambil membawa tas dan botol minuman, sementara yang lain duduk di atas sepeda motor di tepi jalan. Terlihat pula payung oranye yang digunakan sebagai peneduh pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Meskipun unggahan tamubysmile menyebutkan aksi ini hanya bertujuan membubarkan DPR dan bukan untuk menggulingkan Presiden Prabowo, narasi yang berkembang di kolom komentar menunjukkan perbedaan pendapat di kalangan warganet mengenai tujuan dan dampak aksi ini.
Perspektif Hukum dan Konstitusi
Secara konstitusional, DPR merupakan lembaga legislatif hasil pemilu yang memiliki kedudukan kuat dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Hingga saat ini, tidak ada mekanisme hukum yang memungkinkan presiden maupun pihak lain untuk membubarkan DPR secara sepihak.
Ahli hukum tata negara kerap menegaskan bahwa perubahan komposisi atau keberadaan DPR hanya bisa terjadi melalui pemilu yang sah sesuai konstitusi. Dengan demikian, tuntutan untuk membubarkan DPR secara langsung tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Aksi masyarakat yang mulai berdatangan ke depan Gedung DPR ini memicu perbincangan hangat di media sosial. Sebagian mendukung dengan alasan ketidakpuasan terhadap kinerja DPR, sementara sebagian lain mengingatkan pentingnya jalur konstitusional melalui pemilu dan reformasi legislatif secara bertahap.
Video dan komentar yang beredar menunjukkan bahwa isu ini mendapat perhatian publik, namun juga menimbulkan pro dan kontra. Hingga kini, belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah terkait jumlah massa dan tujuan akhir aksi tersebut. (Alamd)













