Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Mandi di Sungai, Warga Karangdadap Pekalongan Diduga Hanyut Terseret Arus

452
×

Mandi di Sungai, Warga Karangdadap Pekalongan Diduga Hanyut Terseret Arus

Sebarkan artikel ini

Peka­lon­gan, SniperNew.id – Ras­ma­di (57) war­ga Desa Pangkah Keca­matan Karang­dadap Kabu­pat­en Peka­lon­gan diduga hanyut saat man­di di Sun­gai Kupang, Kamis (02/01/2025) sek­i­tar pukul 13.30 wib. Berdasarkan keteran­gan dari Kasub­si Pen­mas Sihu­mas Iptu Suwarti, S.H., pihaknya sete­lah mener­i­ma lapo­ran adanya orang hanyut lang­sung berko­or­di­nasi den­gan Basar­nas dan BPBD untuk melakukan pen­car­i­an.

  Diskes Pringsewu Monitoring STBM Pilar II, III dan IV di Pekon Podosari

Iptu Warti men­gatakan pihaknya mener­i­ma lapo­ran Kamis sore, sek­i­tar pukul 15.40 wib.

“Kami men­da­p­atkan lapo­ran dari perangkat Desa Pangkah, bah­wa telah ter­ja­di orang hanyut di sun­gai Kupang, di Dukuh Sliban Desa Pangkah Keca­matan Karang­dadap,” ujarnya.

Dari keteran­gan yang dida­p­at peri­s­ti­wa bermu­la keti­ka sak­si pada hari itu hen­dak pulang ke rumah sesu­dah men­cari pasir di sun­gai. Sek­i­tar pukul 12.00 wib, sak­si berpa­pasan den­gan kor­ban yang hen­dak man­di di sun­gai.

  Bersama Puskesmas, Bhabinkamtibmas Polsek Sukoharjo Lakukan Fogging

“Sek­i­tar pukul 13.30 wib, sak­si kem­bali lagi ke sun­gai untuk melan­jutkan kegiatan­nya men­cari pasir, namun di sun­gai, sak­si hanya men­e­mukan barang-barang milik kor­ban beru­pa paka­ian, tongkat dan alat man­di,” ungkap Kasub­si Pen­mas.

Sak­si selan­jut­nya men­cari keber­adaan kor­ban di sek­i­tar sun­gai dan juga rumah ker­abat kor­ban namun tidak dite­mukan di rumah ker­abat­nya.

“Bersama den­gan kelu­ar­ga kor­ban selan­jut­nya dilakukan pen­car­i­an di sek­i­taran tepi sun­gai, namun tidak dite­mukan,” terang Iptu Warti.

Dari adanya infor­masi masyarakat Polsek Karang­dadap bersama Tim Basar­nas dan BPBD Kabu­pat­en Peka­lon­gan lang­sung melakukan pen­car­i­an ter­hadap kor­ban.

  KPU Pasaman: Terima Kasih Pak Yuliardi, Selamat Bertugas Di Kabupaten Solok

Seba­gaimana dike­tahui, sun­gai Kupang memi­li­ki lebar 15 meter den­gan kedala­man yang bervari­asi  hing­ga 170 dan berarus deras. Kor­ban sendiri memi­li­ki riway­at sak­it pada kaki (asam urat) dan ber­jalan meng­gu­nakan ban­tu­an tongkat, dan man­di di sun­gai saat siang dan sore sudah men­ja­di kebi­asaan kor­ban.

“Kare­na cua­ca sore hari yang sudah tidak memu­ngkinkan pen­car­i­an kor­ban dihen­tikan semen­tara, dan akan dilan­jutkan esok hari bersama tim Basar­nas,” pungkas Kasub­si Pen­mas. ( Muji )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *