Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Makin Turun! Minat Baca, Tulis, dan Kesabaran Siswa Jadi Sorotan

172
×

Makin Turun! Minat Baca, Tulis, dan Kesabaran Siswa Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id - Dalam ung­ga­han edukatif akun gomgom_edu di media sosial Threads, muncul kepri­hati­nan men­dalam ten­tang kon­disi lit­erasi siswa Indone­sia. Dalam postin­gan yang viral ini, @gomgom_edu menyam­paikan bah­wa dari tahun ke tahun, kemam­puan mem­ba­ca, menulis, dan kesabaran siswa baru terus men­gala­mi penu­runan.

“Saya menga­mati dari tahun ke tahun, tiga kemam­puan ini menu­run di murid baru, mem­ba­ca, menulis dan kesabaran.”

  SMP Negeri 2 Gelumbang Muara Enim Raih Olimpiade Matematika Propinsi dan Sejumlah Prestasi

 

Ung­ga­han itu dis­er­tai den­gan kuti­pan tajam dari pub­likasi berjudul “Ada Apa den­gan Minat Baca Tulis dan Kesabaran Murid Kita?” yang meny­oroti fenom­e­na ini dari sudut pan­dang ped­a­go­gi kri­tis.

Dalam pen­je­lasan lebih lan­jut, ia menuliskan:Sebagai guru yang senan­ti­asa men­dorong siswa untuk menulis bukan asal menulis, kare­na mema­ha­mi dan merasakan lang­sung dampak besar dari kebi­asaan menulis yang ter­struk­tur dan rapi. Namun, saya juga meli­hat keny­ataan yang berbe­da.”

Ia men­gungkap­kan bah­wa semakin banyak siswa kesuli­tan menulis den­gan rapi, mem­ba­ca den­gan baik, dan kurang sabar dalam pros­es bela­jar. Hal ini bukan hanya ter­ja­di di satu atau dua seko­lah, tapi sudah men­ja­di masalah di banyak seko­lah di Indone­sia.

  Sekolah Rakyat, Jalan Harapan Bebas dari Putus Sekolah

Data dari berba­gai lem­ba­ga inter­na­sion­al turut mem­perku­at kepri­hati­nan ini:

1. OECD mela­porkan skor rata-rata kemam­puan mem­ba­ca siswa Indone­sia dalam PISA 2022 hanya 359 poin, jauh di bawah rata-rata OECD (±475). Bahkan masih kalah dari negara tetang­ga seper­ti Malaysia (±415), Thai­land (±392), dan Viet­nam (±407–479).

Skor terse­but men­em­patkan siswa Indone­sia di lev­el 1a, artinya mere­ka hanya mema­ha­mi teks eksplisit seder­hana dan belum mam­pu mema­ha­mi mak­na implisit.

2. UNESCO men­catat minat baca masyarakat Indone­sia hanya 0,001%, yaitu hanya 1 dari 1.000 orang yang rajin mem­ba­ca.

  KitaLulus, Aplikasi Lowongan Kerja Terpercaya untuk Pencari Kerja di Seluruh Indonesia

Dalam PISA 2018, hanya 25% siswa yang pun­ya kom­pe­ten­si mem­ba­ca min­i­mal. Mes­ki 80% siswa men­gaku senang mem­ba­ca, namun ham­pir 40% men­gaku hanya mem­ba­ca kare­na dim­inta oleh guru.

Kon­disi ini menun­jukkan bah­wa kri­sis lit­erasi bukan sekadar soal kemam­puan tek­nis, tapi menyangkut minat, budaya bela­jar, dan pen­dekatan pen­didikan secara menyelu­ruh.

Akun ini menut­up pesan­nya den­gan ajakan reflek­tif. “Kare­na itu, pent­ing bagi kita semua untuk mema­ha­mi men­ga­pa hal ini bisa ter­ja­di.”

Ung­ga­han terse­but ramai diperbin­cangkan neti­zen dan telah men­da­p­at respons beru­pa 36 suka, 4 komen­tar, ser­ta dibagikan ulang sebanyak 8 kali menun­jukkan bah­wa isu ini memang menyen­tuh per­ha­t­ian pub­lik luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *