Berita Peristiwa

Majelis di Bogor Ambruk Saat Pengajian, Warga Panik Evakuasi Jemaah

368
×

Majelis di Bogor Ambruk Saat Pengajian, Warga Panik Evakuasi Jemaah

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id —  Sebuah insi­d­en menge­jutkan ter­ja­di di Kam­pung Cia­pus Kom­pas, RT 5 RW 4, Desa Suka­mak­mur, Kabu­pat­en Bogor, pada Ming­gu (7/9/2025). Sebuah ban­gu­nan majelis yang bera­da di Gang Becek men­dadak ambruk keti­ka ten­gah digu­nakan untuk kegiatan pen­ga­jian ibu-ibu. Peri­s­ti­wa itu mem­bu­at para jemaah ber­jatuhan, panik, dan seba­gian men­gala­mi luka hing­ga harus dilarikan ke rumah sak­it.

Ung­ga­han per­ta­ma men­ge­nai insi­d­en ini muncul di akun media sosial rekaman_peristiwa melalui plat­form Threads. Dalam ung­ga­han terse­but, dis­am­paikan bah­wa ban­gu­nan roboh saat kegiatan pen­ga­jian berlang­sung. Video yang diung­gah mem­per­li­hatkan kon­disi ban­gu­nan yang sudah ambruk, den­gan kayu penyang­ga ser­ta dind­ing yang run­tuh ke arah luar ban­gu­nan. Ter­den­gar pula kepanikan war­ga yang berusa­ha mem­ban­tu para kor­ban.

Berdasarkan infor­masi war­ga sek­i­tar, keja­di­an bermu­la keti­ka puluhan ibu-ibu berkumpul untuk mengiku­ti kegiatan pen­ga­jian rutin di majelis terse­but. Suasana pen­ga­jian ber­jalan seper­ti biasa, hing­ga sek­i­tar pukul 10.30 WIB, tiba-tiba ter­den­gar suara keras dari bagian struk­tur ban­gu­nan.

Beber­a­pa detik kemu­di­an, seba­gian besar bagian ban­gu­nan, ter­ma­suk atap dan dind­ing, run­tuh secara men­dadak. Para jemaah yang sedang duduk lang­sung ter­jatuh tertim­pa rerun­tuhan. Jer­i­tan panik pun ter­den­gar bersahut-sahutan, menam­bah kepanikan suasana.

Sejum­lah war­ga yang bera­da di sek­i­tar lokasi segera berlar­i­an menu­ju tem­pat keja­di­an untuk mem­ban­tu. Mere­ka mengevakuasi jemaah yang tertim­pa kayu maupun ter­je­bak di dalam ban­gu­nan.

Ban­gu­nan majelis yang roboh terse­but bera­da di Gang Becek, Kam­pung Cia­pus Kom­pas, RT 5 RW 4, Desa Suka­mak­mur, Keca­matan Ciomas, Kabu­pat­en Bogor. Lokasi ini bera­da di kawasan padat pen­duduk den­gan akses jalan kecil yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan seba­gian roda empat kecil.

  Minibus Tertabrak Kereta Api di Jati Koto Panjang, Penumpang Pelajar Alami Luka Serius

Menu­rut keteran­gan war­ga, ban­gu­nan majelis terse­but sudah digu­nakan bertahun-tahun seba­gai tem­pat kegiatan keaga­maan war­ga, seper­ti pen­ga­jian rutin, tahlilan, dan acara keaga­maan lain­nya. Ban­gu­nan itu berdiri di atas tanah mir­ing, den­gan kon­struk­si uta­ma dari kayu dan seba­gian beton seder­hana.

Beber­a­pa war­ga men­duga, fak­tor usia ban­gu­nan ser­ta kon­disi pon­dasi yang tidak ter­lalu kuat di atas tanah mir­ing men­ja­di penye­bab ambruknya majelis terse­but. Namun, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, penye­bab pasti robohnya ban­gu­nan masih menung­gu hasil pemerik­saan pihak berwe­nang.

Para kor­ban dalam keja­di­an ini adalah ibu-ibu yang sedang mengiku­ti pen­ga­jian di dalam majelis. Hing­ga saat ini, jum­lah pasti kor­ban luka belum dap­at dipastikan. Namun, war­ga menye­butkan ada beber­a­pa jemaah yang men­gala­mi luka ringan hing­ga sedang aki­bat tertim­pa kayu dan puing ban­gu­nan.

Kor­ban yang ter­lu­ka segera dievakuasi ke rumah sak­it ter­dekat meng­gu­nakan kendaraan war­ga. Beber­a­pa di antaranya dibawa ke Puskesmas Suka­mak­mur, semen­tara kor­ban den­gan luka lebih serius diru­juk ke RSUD Cib­i­nong untuk men­da­p­atkan penan­ganan medis lebih lan­jut.

Seo­rang sak­si mata berna­ma Siti (47), war­ga sek­i­tar, men­gatakan bah­wa ia menden­gar suara keras saat ban­gu­nan itu roboh. “Saya lagi di rumah, tiba-tiba ada suara kayak gemu­ruh, terus orang-orang teri­ak-teri­ak. Pas saya kelu­ar, terny­a­ta majelis sudah ambruk. Banyak ibu-ibu yang teri­ak minta tolong,” ujarnya.

Hing­ga kini, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak berwe­nang men­ge­nai penye­bab pasti robohnya ban­gu­nan majelis terse­but. Namun, sejum­lah war­ga men­duga ada beber­a­pa fak­tor yang memicu keja­di­an ini, antara lain:

  Pohon Beringin Tumbang, Timpa Layos Kios Pasar Karanganyar dan Sepeda Motor

1. Kon­disi ban­gu­nan yang sudah tua.
Menu­rut war­ga, ban­gu­nan majelis sudah lama tidak diren­o­vasi. Seba­gian besar mate­r­i­al beru­pa kayu tam­pak lapuk.

2. Kon­struk­si seder­hana di atas tanah mir­ing. Lokasi ban­gu­nan yang bera­da di kawasan mir­ing dini­lai rentan ter­hadap perge­ser­an tanah dan kelem­ba­pan yang dap­at melemahkan pon­dasi.

3. Beban berlebih saat pen­ga­jian.
Saat insi­d­en ter­ja­di, majelis sedang penuh oleh puluhan jemaah. Beban tam­ba­han terse­but diduga mem­per­cepat kerun­tuhan ban­gu­nan.

Namun demikian, anal­i­sis pasti masih menung­gu hasil penye­lidikan aparat terkait, baik dari pemer­in­tah desa maupun dinas terkait.

Sete­lah keja­di­an, war­ga sek­i­tar bahu-mem­bahu melakukan evakuasi. Mere­ka meng­gu­nakan per­ala­tan seadanya seper­ti bam­bu, kayu, dan ling­gis untuk men­gangkat rerun­tuhan. Beber­a­pa war­ga juga mengevakuasi kor­ban den­gan tan­du daru­rat yang dibu­at dari kain dan bam­bu.

Tim medis dari Puskesmas Suka­mak­mur bersama petu­gas BPBD Kabu­pat­en Bogor datang beber­a­pa saat kemu­di­an untuk mem­berikan per­to­lon­gan. Pros­es evakuasi berlang­sung cukup sulit kare­na akses menu­ju lokasi ter­go­long sem­pit, sehing­ga kendaraan besar tidak bisa masuk.

Kor­ban luka ringan seba­gian besar sudah men­da­p­atkan per­awatan di Puskesmas, semen­tara kor­ban luka berat masih dalam penan­ganan inten­sif di rumah sak­it rujukan. Hing­ga kini belum ada lapo­ran kor­ban jiwa dalam insi­d­en terse­but.

Kepala Desa Suka­mak­mur, yang lang­sung menin­jau lokasi keja­di­an, menyam­paikan kepri­hati­nan­nya. Ia mengim­bau war­ga agar lebih was­pa­da ter­hadap kon­disi ban­gu­nan tua yang ker­ap digu­nakan untuk kegiatan bersama.

“Ini musi­bah yang tidak kita duga. Kami masih men­da­ta kor­ban dan berko­or­di­nasi den­gan pihak terkait untuk penan­ganan lebih lan­jut. Kami juga akan melakukan penge­cekan ter­hadap ban­gu­nan lain di sek­i­tar agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang,” ujarnya.

  Ledakan Oven di Dapur MBG Banyumas, Sepuluh Relawan Terluka

Semen­tara itu, pihak kepolisian sek­tor setem­pat sudah memasang garis polisi di sek­i­tar lokasi keja­di­an untuk menghin­dari hal-hal yang tidak diinginkan ser­ta memu­dahkan pros­es inves­ti­gasi.

Insi­d­en ini den­gan cepat menye­bar di media sosial sete­lah video keja­di­an diung­gah oleh akun rekaman_peristiwa dan dise­barkan kem­bali oleh akun lokal @radarbogorid. Banyak war­ganet yang menyam­paikan doa dan sim­pati kepa­da para kor­ban.

Sejum­lah komen­tar menye­butkan agar pemer­in­tah daer­ah lebih mem­per­hatikan kelayakan ban­gu­nan yang digu­nakan masyarakat secara mas­sal, teruta­ma di desa-desa. Ada pula yang mengin­gatkan pent­ingnya per­awatan rutin dan penge­cekan struk­tur ban­gu­nan, meskipun digu­nakan secara swa­daya oleh war­ga.

Pas­ca insi­d­en, aktiv­i­tas pen­ga­jian semen­tara dihen­tikan di lokasi terse­but. War­ga dan pen­gu­rus majelis kini ten­gah men­cari alter­natif tem­pat untuk kegiatan keaga­maan.

Pemer­in­tah desa beren­cana mem­berikan ban­tu­an daru­rat bagi kor­ban dan mem­ban­tu per­baikan atau pem­ban­gu­nan ulang majelis. Selain itu, tim tek­nis dari pemer­in­tah kabu­pat­en akan diter­junkan untuk menge­cek kon­disi tanah dan struk­tur ban­gu­nan di wilayah terse­but.

Insi­d­en ambruknya sebuah majelis di Kam­pung Cia­pus Kom­pas, Desa Suka­mak­mur, Kabu­pat­en Bogor, men­ja­di peringatan bagi masyarakat akan pent­ingnya mem­per­hatikan kon­disi ban­gu­nan yang digu­nakan secara mas­sal. Musi­bah yang ter­ja­di saat pen­ga­jian ini menye­babkan beber­a­pa jemaah luka-luka dan harus men­da­p­atkan per­awatan medis.

Mes­ki penye­bab pasti masih menung­gu hasil inves­ti­gasi, dugaan semen­tara men­garah pada kon­disi ban­gu­nan yang sudah rapuh dan beban berlebih saat digu­nakan. Pemer­in­tah desa bersama aparat terkait kini ten­gah berko­or­di­nasi untuk penan­ganan kor­ban ser­ta langkah pre­ven­tif ke depan.

Trage­di ini men­ja­di duka bagi war­ga setem­pat, sekali­gus pengin­gat bagi masyarakat luas bah­wa kese­la­matan harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma dalam seti­ap aktiv­i­tas bersama. (Ahm/abd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *