Bogor, SniperNew.id — Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kampung Ciapus Kompas, RT 5 RW 4, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/9/2025). Sebuah bangunan majelis yang berada di Gang Becek mendadak ambruk ketika tengah digunakan untuk kegiatan pengajian ibu-ibu. Peristiwa itu membuat para jemaah berjatuhan, panik, dan sebagian mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Unggahan pertama mengenai insiden ini muncul di akun media sosial rekaman_peristiwa melalui platform Threads. Dalam unggahan tersebut, disampaikan bahwa bangunan roboh saat kegiatan pengajian berlangsung. Video yang diunggah memperlihatkan kondisi bangunan yang sudah ambruk, dengan kayu penyangga serta dinding yang runtuh ke arah luar bangunan. Terdengar pula kepanikan warga yang berusaha membantu para korban.
Berdasarkan informasi warga sekitar, kejadian bermula ketika puluhan ibu-ibu berkumpul untuk mengikuti kegiatan pengajian rutin di majelis tersebut. Suasana pengajian berjalan seperti biasa, hingga sekitar pukul 10.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara keras dari bagian struktur bangunan.
Beberapa detik kemudian, sebagian besar bagian bangunan, termasuk atap dan dinding, runtuh secara mendadak. Para jemaah yang sedang duduk langsung terjatuh tertimpa reruntuhan. Jeritan panik pun terdengar bersahut-sahutan, menambah kepanikan suasana.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi segera berlarian menuju tempat kejadian untuk membantu. Mereka mengevakuasi jemaah yang tertimpa kayu maupun terjebak di dalam bangunan.
Bangunan majelis yang roboh tersebut berada di Gang Becek, Kampung Ciapus Kompas, RT 5 RW 4, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Lokasi ini berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan kecil yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan sebagian roda empat kecil.
Menurut keterangan warga, bangunan majelis tersebut sudah digunakan bertahun-tahun sebagai tempat kegiatan keagamaan warga, seperti pengajian rutin, tahlilan, dan acara keagamaan lainnya. Bangunan itu berdiri di atas tanah miring, dengan konstruksi utama dari kayu dan sebagian beton sederhana.
Beberapa warga menduga, faktor usia bangunan serta kondisi pondasi yang tidak terlalu kuat di atas tanah miring menjadi penyebab ambruknya majelis tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti robohnya bangunan masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Para korban dalam kejadian ini adalah ibu-ibu yang sedang mengikuti pengajian di dalam majelis. Hingga saat ini, jumlah pasti korban luka belum dapat dipastikan. Namun, warga menyebutkan ada beberapa jemaah yang mengalami luka ringan hingga sedang akibat tertimpa kayu dan puing bangunan.
Korban yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat menggunakan kendaraan warga. Beberapa di antaranya dibawa ke Puskesmas Sukamakmur, sementara korban dengan luka lebih serius dirujuk ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Seorang saksi mata bernama Siti (47), warga sekitar, mengatakan bahwa ia mendengar suara keras saat bangunan itu roboh. “Saya lagi di rumah, tiba-tiba ada suara kayak gemuruh, terus orang-orang teriak-teriak. Pas saya keluar, ternyata majelis sudah ambruk. Banyak ibu-ibu yang teriak minta tolong,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti robohnya bangunan majelis tersebut. Namun, sejumlah warga menduga ada beberapa faktor yang memicu kejadian ini, antara lain:
1. Kondisi bangunan yang sudah tua.
Menurut warga, bangunan majelis sudah lama tidak direnovasi. Sebagian besar material berupa kayu tampak lapuk.
2. Konstruksi sederhana di atas tanah miring. Lokasi bangunan yang berada di kawasan miring dinilai rentan terhadap pergeseran tanah dan kelembapan yang dapat melemahkan pondasi.
3. Beban berlebih saat pengajian.
Saat insiden terjadi, majelis sedang penuh oleh puluhan jemaah. Beban tambahan tersebut diduga mempercepat keruntuhan bangunan.
Namun demikian, analisis pasti masih menunggu hasil penyelidikan aparat terkait, baik dari pemerintah desa maupun dinas terkait.
Setelah kejadian, warga sekitar bahu-membahu melakukan evakuasi. Mereka menggunakan peralatan seadanya seperti bambu, kayu, dan linggis untuk mengangkat reruntuhan. Beberapa warga juga mengevakuasi korban dengan tandu darurat yang dibuat dari kain dan bambu.
Tim medis dari Puskesmas Sukamakmur bersama petugas BPBD Kabupaten Bogor datang beberapa saat kemudian untuk memberikan pertolongan. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena akses menuju lokasi tergolong sempit, sehingga kendaraan besar tidak bisa masuk.
Korban luka ringan sebagian besar sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas, sementara korban luka berat masih dalam penanganan intensif di rumah sakit rujukan. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Desa Sukamakmur, yang langsung meninjau lokasi kejadian, menyampaikan keprihatinannya. Ia mengimbau warga agar lebih waspada terhadap kondisi bangunan tua yang kerap digunakan untuk kegiatan bersama.
“Ini musibah yang tidak kita duga. Kami masih mendata korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap bangunan lain di sekitar agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian sektor setempat sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memudahkan proses investigasi.
Insiden ini dengan cepat menyebar di media sosial setelah video kejadian diunggah oleh akun rekaman_peristiwa dan disebarkan kembali oleh akun lokal @radarbogorid. Banyak warganet yang menyampaikan doa dan simpati kepada para korban.
Sejumlah komentar menyebutkan agar pemerintah daerah lebih memperhatikan kelayakan bangunan yang digunakan masyarakat secara massal, terutama di desa-desa. Ada pula yang mengingatkan pentingnya perawatan rutin dan pengecekan struktur bangunan, meskipun digunakan secara swadaya oleh warga.
Pasca insiden, aktivitas pengajian sementara dihentikan di lokasi tersebut. Warga dan pengurus majelis kini tengah mencari alternatif tempat untuk kegiatan keagamaan.
Pemerintah desa berencana memberikan bantuan darurat bagi korban dan membantu perbaikan atau pembangunan ulang majelis. Selain itu, tim teknis dari pemerintah kabupaten akan diterjunkan untuk mengecek kondisi tanah dan struktur bangunan di wilayah tersebut.
Insiden ambruknya sebuah majelis di Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya memperhatikan kondisi bangunan yang digunakan secara massal. Musibah yang terjadi saat pengajian ini menyebabkan beberapa jemaah luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Meski penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi, dugaan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah rapuh dan beban berlebih saat digunakan. Pemerintah desa bersama aparat terkait kini tengah berkoordinasi untuk penanganan korban serta langkah preventif ke depan.
Tragedi ini menjadi duka bagi warga setempat, sekaligus pengingat bagi masyarakat luas bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas bersama. (Ahm/abd)













