Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Mafia Dan Calon Kuasai Sekolah, Negara Omdo..! Jarak Hanya 120 Meter Ke SMA, Tapi Siswa Miskin Tak Lolos PPDB

458
×

Mafia Dan Calon Kuasai Sekolah, Negara Omdo..! Jarak Hanya 120 Meter Ke SMA, Tapi Siswa Miskin Tak Lolos PPDB

Sebarkan artikel ini

Depok, SniperNew.id - Dina (49), orang­tua calon siswa yang bertem­pat ting­gal di Sukatani, Tapos, Kota Depok, men­gukur jarak antara rumah­nya den­gan Seko­lah Menen­gah Atas Negeri (SMAN) 4 Depok meng­gu­nakan meter­an.

Aksi ini Dina lakukan bersama kelom­pok relawan Dewan Kese­hatan Raky­at (DKR) untuk mem­buk­tikan jarak rumah­nya yang begi­tu dekat den­gan
SMA Negeri 4 Depok.

Mes­ki jarak rumah Dina den­gan SMA Negeri 4 Depok tak sam­pai 150 meter, namun, putrinya diny­atakan gagal dalam Pener­i­maan Peser­ta Didik Baru (PPDB) baik jalur zonasi maupun afir­masi.

“Ingin mem­buk­tikan kepa­da pihak seko­lah bah­wa jarak rumah orang­tua dan anaknya ini yaitu tadi kita ukur secara man­u­al meng­gu­nakan meter­an ada 120 meter, di belakang tem­bok SMAN 4 Depok,” kata Ket­ua DKR Kota Depok Roy Pang­hara­pan, Sab­tu (29/6–2024).

  Dari Gedung Sederhana Menuju Sekolah Berkemajuan: SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran Terus Tumbuh dan Dipercaya Masyarakat

Semen­tara itu, jika dicek meng­gu­nakan aplikasi Google Maps, jarak rumah Dina den­gan SMA Negeri 4 Depok hanya 200 meter.

“Ini secara Google Maps tadi teman-teman sudah sak­sikan itu 200 meter, mungkin itu ambil jarak pal­ing depan ya, tapi ini di belakang tem­bok seko­lah,” ungkap Roy. Pen­guku­ran ini mem­buk­tikan bah­wa jarak rumah Dina san­gat dekat sekali den­gan SMA Negeri 4 Depok.

Den­gan jarak terse­but, putri Dina mestinya bisa diter­i­ma PPDB SMA Negeri 4 Depok jalur zonasi maupun afir­masi.

“Artinya dari segi apa pun ya harus­nya masuk, kalau meli­hat dari fak­ta dan keny­ataan bah­wa pihak seko­lah mau memver­i­fikasi fak­tu­al kalau ada hal seper­ti ini,” tutur Roy.

Roy men­gatakan, PPDB jalur Zonasi men­syaratkan jarak rumah calon siswa den­gan seko­lah mak­si­mal 582 meter. Semen­tara, khusus jalur afir­masi atau kelom­pok kurang mam­pu, jarak yang disyaratkan lebih pan­jang. Namun, pada akhirnya putri Dina tak diter­i­ma di SMA Negeri 4 Depok lan­taran kuo­ta pener­i­maan siswa baru diny­atakan penuh.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!

“Alasan­nya (eng­gak diter­i­ma) kare­na ya tidak ada kuotanya. Kare­na kuotanya cuma bera­pa, eng­gak tahu itu bera­pa,” tam­bah­nya.

Semen­tara, Dina berceri­ta bah­wa ia mendaf­tarkan putrinya yang berna­ma Oktavia (15) ke SMA Negeri 4 Depok di PPDB jalur Zonasi dan Afir­masi. Namun, Oktavia tak tak lolos di ked­ua jalur terse­but.

“Kurang tahu saya (alasan tidak lolos), kare­na kan hasil eng­gak masuk di (PPDB) online. Itu sudah kita eng­gak bisa komen­tar,” terang Dina.

Ibu rumah tang­ga ini pun berharap putrinya masih bisa mengenyam pen­didikan di seko­lah negeri. Sebab, ia men­gaku tak sang­gup mem­bi­ayai buah hatinya jika berseko­lah di sat­u­an pen­didikan swasta.

“Saya meng­harap penuh pihak seko­lah SMAN 4 mener­i­ma putri saya, hanya itu. Kare­na kalau swasta, eng­gak mam­pu saya,” jelas Dina.

Kepa­da para Insan pers di Depok, Roy Pang­hara­pan tahun lalu 2023 sebanyak 18 siswa dari kelu­ar­ga miskin di Advokasi DKR Kota Depok, Empat (4) diantaranya gagal berseko­lah kare­na dito­lak pihak seko­lah dan tidak digubris Dinas Pen­didikan Jawa Barat.

  Damkar Dampingi Siswi SMP Terima Rapor, Publik Terharu

“Sudah beru­paya ke guber­nur namun Kang Emil tut­up mata masa bodoh pada kasus ini. Juga sudah ke Kementer­ian Pen­didikan tapi Menteri Mas Nadiem meno­lak men­e­mui orang tua murid. Ini pemer­in­tah cuci tan­gan dan masa bodoh,” ujarnya.

Tahun ini menu­rut­nya media mas­sa ramai meny­oroti mafia bangku seko­lah yang meny­ingkirkan hak siswa dari kelu­ar­ga miskin. DPR dan pemer­in­tah juga sudah bert­e­ri­ak lan­tang wan­ti-wan­ti saat PPDB.

“Tapi tetap saja masih ada siswa miskin dito­lak berseko­lah. Ini sebe­narnya ada negara gak sih? Masa kalau sama mafia dan calo bangku seko­lah? Orang miskin tidak merasakan kehadi­ran negara!” tegas­nya.

Ia berharap pemer­in­tah pusat dan daer­ah tajun ini bisa mem­buk­tikan kehadi­ran­nya memas­tikan siswa dari kelu­ar­ga miskin bisa seko­lah, seper­ti yang diper­in­tahkan oleh Pre­am­bule UUD’45 yaitu mencer­daskan selu­ruh kehidu­pan berbangsa.

“Semua siswa harus bisa seko­lah khusus­nya mere­ka yang dari kelu­ar­ga miskin dan tak mam­pu.

Kaper­wil (SniperNew.id)Jabar.
— T.S –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *