Makassar, SniperNew.id — Kemacetan total terjadi di kawasan pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada Sabtu pagi, 6 September 2025, sekitar pukul 08.00 Wita. Situasi ini disebabkan oleh banyaknya pengendara yang nekat menerobos lampu merah dan enggan mengalah di persimpangan. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat hingga menimbulkan antrean panjang dan kondisi jalan yang “terkunci” alias tidak bisa bergerak sama sekali.
Informasi ini pertama kali tersebar melalui unggahan akun media sosial makasar_iinfo yang membagikan rekaman suasana di lokasi. Video tersebut memperlihatkan ratusan pengendara motor dan mobil saling berebut jalan, tanpa adanya keteraturan arus. Bahkan sebagian pengendara tampak berhenti di tengah perempatan, sehingga jalur dari semua arah terblokir.
“Karena banyaknya pengendara menerobos atau melanggar lampu merah, ditambah tidak ada mau mengalah, pintu 1 Unhas Makassar macet total, Sabtu pagi, 6 September 2025, jam 08:00 Wita, ta’kancing,” tulis admin akun tersebut, disertai emotikon tertawa getir.
Admin juga menambahkan pesan sindiran. “Maksudku saya kalau mauki naik kendaraan cerdas-cerdas ki juga ikuti aturan, kalau beginimi siapa mi mau mengalah.”
Unggahan itu pun mendapat beragam tanggapan dari warganet yang mengeluhkan sikap pengendara jalan raya yang kerap abai aturan lalu lintas.
Kemacetan ini berawal dari pengendara yang tidak mematuhi lampu lalu lintas di perempatan pintu 1 Unhas. Saat lampu merah menyala, sejumlah motor dan mobil tetap melaju. Hal tersebut memicu pengendara dari arah lain ikut memaksa jalan. Karena tidak ada yang mau mengalah, kendaraan dari berbagai arah akhirnya saling berhadapan dan terjebak di tengah perempatan.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas tidak bisa bergerak ke mana-mana. Video yang dibagikan memperlihatkan kerumunan pengendara motor yang saling berhimpitan. Beberapa pengendara terlihat kebingungan, sebagian hanya bisa duduk di atas motor menunggu keadaan mencair.
Peristiwa ini terjadi di pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), salah satu akses utama menuju kampus terbesar di Makassar. Kawasan ini memang dikenal padat pada pagi hari karena menjadi jalur utama mahasiswa, pegawai kampus, dan masyarakat sekitar yang melintas. Selain itu, pintu 1 Unhas juga berdekatan dengan jalan raya utama yang menghubungkan beberapa kawasan di Makassar.
Kemacetan terjadi pada Sabtu pagi, 6 September 2025, sekitar pukul 08.00 Wita. Waktu tersebut bertepatan dengan jam sibuk masyarakat yang berangkat ke kampus, kantor, maupun aktivitas lainnya.
Ada beberapa faktor penyebab utama kemacetan ini, antara lain:
1. Pelanggaran lampu merah. Banyak pengendara motor maupun mobil yang tetap menerobos meski lampu sudah merah.
2. Egoisme pengguna jalan. Tidak ada pengendara yang mau mengalah, sehingga persimpangan menjadi terkunci dari semua arah.
3. Kurangnya kesadaran berlalu lintas. Pengendara tidak disiplin mengikuti rambu, sehingga menciptakan kekacauan.
4. Tingginya volume kendaraan. Pagi hari di sekitar pintu 1 Unhas memang selalu padat, sehingga sedikit pelanggaran saja bisa menimbulkan dampak besar.
Pihak yang terlibat dalam kemacetan ini adalah. Pengendara motor dan mobil yang melintas di pintu 1 Unhas. Mahasiswa dan masyarakat umum yang menjadi pengguna jalan di kawasan tersebut.
Pengelola lalu lintas (dalam hal ini petugas kepolisian lalu lintas), meski dalam video yang diunggah belum terlihat adanya aparat yang mengurai kemacetan.
Kemacetan bermula saat sejumlah pengendara menerobos lampu merah. Hal itu memancing pengendara dari arah lain untuk ikut maju. Kondisi semakin parah karena semua jalur dipenuhi kendaraan, sehingga tidak ada celah bagi kendaraan untuk bergerak mundur ataupun maju. Situasi “terkunci” atau dalam istilah warga disebut ta’kancing ini membuat kendaraan berhenti total.
Tanpa adanya petugas yang segera turun tangan, pengendara hanya bisa menunggu hingga ada yang perlahan mundur atau mengalah. Namun karena mayoritas enggan mengalah, situasi berlangsung cukup lama dan membuat arus lalu lintas tersendat jauh ke belakang.
Dalam rekaman yang beredar, suasana kemacetan tampak semrawut. Motor-motor berjejer rapat, hampir tidak ada ruang kosong. Beberapa pengendara terlihat pasrah, hanya bisa duduk sambil menunggu. Ada pula yang tampak saling menatap, seolah kebingungan mencari solusi.
Terlihat jelas pula wajah kelelahan dan sedikit kesal dari para pengendara, terutama mereka yang terjebak cukup lama. Di sisi lain, suasana tetap diselimuti sedikit candaan khas warganet, terbukti dari narasi unggahan yang menyebut kejadian ini sebagai bentuk kurangnya kecerdasan dalam berkendara.
Kemacetan ini berdampak pada beberapa hal, di antaranya:
1. Tertundanya aktivitas masyarakat. Banyak mahasiswa dan pegawai yang kemungkinan terlambat sampai tujuan.
2. Peningkatan potensi konflik antar pengendara. Egoisme di jalan rawan memicu adu mulut atau keributan.
3. Kerugian waktu dan energi. Pengendara terjebak cukup lama tanpa bisa bergerak.
4. Risiko keselamatan. Kemacetan parah di persimpangan bisa memicu kecelakaan jika ada kendaraan yang memaksa melintas.
Unggahan video tersebut langsung menuai komentar dari warganet. Sebagian besar menyoroti kurangnya kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas. Ada pula yang mengeluhkan kondisi lalu lintas di Makassar yang kerap semrawut, terutama di jam sibuk.
Banyak netizen menyayangkan tidak adanya aparat yang sigap mengurai kemacetan sejak awal. Mereka berharap pihak kepolisian lebih rutin menempatkan personel di titik rawan seperti pintu 1 Unhas.
Untuk mencegah kejadian serupa, ada beberapa langkah yang diharapkan masyarakat, antara lain:
1. Kedisiplinan pengendara. Masyarakat diminta patuh terhadap lampu lalu lintas dan tidak egois di jalan.
2. Penegakan hukum yang tegas. Polisi perlu menindak pengendara yang melanggar lampu merah.
3. Pengaturan lalu lintas yang lebih baik. Pemasangan kamera tilang elektronik (ETLE) bisa menjadi solusi di kawasan rawan pelanggaran.
4. Pendidikan berlalu lintas. Penting bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang banyak melintas di area Unhas, untuk dibekali edukasi tertib lalu lintas.
Kemacetan total di pintu 1 Unhas Makassar pada Sabtu pagi ini menjadi cermin nyata betapa kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Egoisme dan pelanggaran kecil yang dilakukan bersama-sama bisa berujung pada masalah besar, yaitu kemacetan parah yang merugikan banyak pihak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kecerdasan dalam berkendara tidak hanya diukur dari kemampuan mengemudi, tetapi juga dari kesadaran untuk tertib, sabar, dan saling menghargai pengguna jalan lain. (Abd/Ahm)



















