Berita Daerah

Macet Parah di Pintu 1 Unhas Makassar Akibat Pengendara Langgar Lampu Merah

294
×

Macet Parah di Pintu 1 Unhas Makassar Akibat Pengendara Langgar Lampu Merah

Sebarkan artikel ini

Makas­sar, SniperNew.id — Kemac­etan total ter­ja­di di kawasan pin­tu 1 Uni­ver­si­tas Hasanud­din (Unhas) Makas­sar pada Sab­tu pagi, 6 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 08.00 Wita. Situ­asi ini dise­babkan oleh banyaknya pen­gen­dara yang nekat men­er­o­bos lam­pu mer­ah dan eng­gan men­galah di per­sim­pan­gan. Aki­bat­nya, arus lalu lin­tas tersendat hing­ga menim­bulkan antre­an pan­jang dan kon­disi jalan yang “terkun­ci” alias tidak bisa berg­er­ak sama sekali.

Infor­masi ini per­ta­ma kali terse­bar melalui ung­ga­han akun media sosial makasar_iinfo yang mem­bagikan reka­man suasana di lokasi. Video terse­but mem­per­li­hatkan ratu­san pen­gen­dara motor dan mobil sal­ing bere­but jalan, tan­pa adanya keter­at­u­ran arus. Bahkan seba­gian pen­gen­dara tam­pak berhen­ti di ten­gah perem­patan, sehing­ga jalur dari semua arah terblokir.

“Kare­na banyaknya pen­gen­dara men­er­o­bos atau melang­gar lam­pu mer­ah, dita­m­bah tidak ada mau men­galah, pin­tu 1 Unhas Makas­sar macet total, Sab­tu pagi, 6 Sep­tem­ber 2025, jam 08:00 Wita, ta’kancing,” tulis admin akun terse­but, dis­er­tai emotikon tertawa getir.

Admin juga menam­bahkan pesan sindi­ran. “Mak­sud­ku saya kalau mau­ki naik kendaraan cer­das-cer­das ki juga iku­ti atu­ran, kalau begin­i­mi sia­pa mi mau men­galah.”

Ung­ga­han itu pun men­da­p­at beragam tang­ga­pan dari war­ganet yang men­geluhkan sikap pen­gen­dara jalan raya yang ker­ap abai atu­ran lalu lin­tas.

Kemac­etan ini beraw­al dari pen­gen­dara yang tidak mematuhi lam­pu lalu lin­tas di perem­patan pin­tu 1 Unhas. Saat lam­pu mer­ah menyala, sejum­lah motor dan mobil tetap mela­ju. Hal terse­but memicu pen­gen­dara dari arah lain ikut memak­sa jalan. Kare­na tidak ada yang mau men­galah, kendaraan dari berba­gai arah akhirnya sal­ing berhada­pan dan ter­je­bak di ten­gah perem­patan.

  Rutan Kelas I Medan Ikuti Apel Siaga Nataru, Perkuat Kesiapsiagaan dan Sinergi Pengamanan

Kon­disi ini mem­bu­at arus lalu lin­tas tidak bisa berg­er­ak ke mana-mana. Video yang dibagikan mem­per­li­hatkan keru­mu­nan pen­gen­dara motor yang sal­ing berhimpi­tan. Beber­a­pa pen­gen­dara ter­li­hat kebin­gun­gan, seba­gian hanya bisa duduk di atas motor menung­gu keadaan men­cair.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di pin­tu 1 Uni­ver­si­tas Hasanud­din (Unhas), salah satu akses uta­ma menu­ju kam­pus terbe­sar di Makas­sar. Kawasan ini memang dike­nal padat pada pagi hari kare­na men­ja­di jalur uta­ma maha­siswa, pegawai kam­pus, dan masyarakat sek­i­tar yang melin­tas. Selain itu, pin­tu 1 Unhas juga berdekatan den­gan jalan raya uta­ma yang menghubungkan beber­a­pa kawasan di Makas­sar.

Kemac­etan ter­ja­di pada Sab­tu pagi, 6 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 08.00 Wita. Wak­tu terse­but bertepatan den­gan jam sibuk masyarakat yang berangkat ke kam­pus, kan­tor, maupun aktiv­i­tas lain­nya.

 

Ada beber­a­pa fak­tor penye­bab uta­ma kemac­etan ini, antara lain:

1. Pelang­garan lam­pu mer­ah. Banyak pen­gen­dara motor maupun mobil yang tetap men­er­o­bos mes­ki lam­pu sudah mer­ah.

2. Ego­isme peng­gu­na jalan. Tidak ada pen­gen­dara yang mau men­galah, sehing­ga per­sim­pan­gan men­ja­di terkun­ci dari semua arah.

3. Kurangnya kesadaran berlalu lin­tas. Pen­gen­dara tidak disi­plin mengiku­ti ram­bu, sehing­ga men­cip­takan keka­cauan.

4. Tingginya vol­ume kendaraan. Pagi hari di sek­i­tar pin­tu 1 Unhas memang selalu padat, sehing­ga sedik­it pelang­garan saja bisa menim­bulkan dampak besar.

Pihak yang ter­li­bat dalam kemac­etan ini adalah. Pen­gen­dara motor dan mobil yang melin­tas di pin­tu 1 Unhas. Maha­siswa dan masyarakat umum yang men­ja­di peng­gu­na jalan di kawasan terse­but.

  Wujud Aspirasi Masyarakat, BLKK Al-Hidayah Resmi Dibuka Putih Sari

Pen­gelo­la lalu lin­tas (dalam hal ini petu­gas kepolisian lalu lin­tas), mes­ki dalam video yang diung­gah belum ter­li­hat adanya aparat yang men­gu­rai kemac­etan.

Kemac­etan bermu­la saat sejum­lah pen­gen­dara men­er­o­bos lam­pu mer­ah. Hal itu memanc­ing pen­gen­dara dari arah lain untuk ikut maju. Kon­disi semakin parah kare­na semua jalur dipenuhi kendaraan, sehing­ga tidak ada celah bagi kendaraan untuk berg­er­ak mundur ataupun maju. Situ­asi “terkun­ci” atau dalam isti­lah war­ga dise­but ta’kancing ini mem­bu­at kendaraan berhen­ti total.

Tan­pa adanya petu­gas yang segera turun tan­gan, pen­gen­dara hanya bisa menung­gu hing­ga ada yang per­la­han mundur atau men­galah. Namun kare­na may­ori­tas eng­gan men­galah, situ­asi berlang­sung cukup lama dan mem­bu­at arus lalu lin­tas tersendat jauh ke belakang.

Dalam reka­man yang beredar, suasana kemac­etan tam­pak sem­rawut. Motor-motor berje­jer rap­at, ham­pir tidak ada ruang kosong. Beber­a­pa pen­gen­dara ter­li­hat pas­rah, hanya bisa duduk sam­bil menung­gu. Ada pula yang tam­pak sal­ing menat­ap, seo­lah kebin­gun­gan men­cari solusi.

Ter­li­hat jelas pula wajah kele­la­han dan sedik­it kesal dari para pen­gen­dara, teruta­ma mere­ka yang ter­je­bak cukup lama. Di sisi lain, suasana tetap dis­e­limu­ti sedik­it can­daan khas war­ganet, ter­buk­ti dari narasi ung­ga­han yang menye­but keja­di­an ini seba­gai ben­tuk kurangnya kecer­dasan dalam berk­endara.

Kemac­etan ini berdampak pada beber­a­pa hal, di antaranya:

1. Ter­tun­danya aktiv­i­tas masyarakat. Banyak maha­siswa dan pegawai yang kemu­ngk­i­nan ter­lam­bat sam­pai tujuan.

2. Pen­ingkatan poten­si kon­flik antar pen­gen­dara. Ego­isme di jalan rawan memicu adu mulut atau keribu­tan.

  303 Warga Pesawaran Terima ATENSI Kemensos

3. Keru­gian wak­tu dan ener­gi. Pen­gen­dara ter­je­bak cukup lama tan­pa bisa berg­er­ak.

4. Risiko kese­la­matan. Kemac­etan parah di per­sim­pan­gan bisa memicu kece­lakaan jika ada kendaraan yang memak­sa melin­tas.

Ung­ga­han video terse­but lang­sung men­u­ai komen­tar dari war­ganet. Seba­gian besar meny­oroti kurangnya kesadaran pen­gen­dara untuk mematuhi atu­ran lalu lin­tas. Ada pula yang men­geluhkan kon­disi lalu lin­tas di Makas­sar yang ker­ap sem­rawut, teruta­ma di jam sibuk.

Banyak neti­zen menyayangkan tidak adanya aparat yang sigap men­gu­rai kemac­etan sejak awal. Mere­ka berharap pihak kepolisian lebih rutin men­em­patkan per­son­el di titik rawan seper­ti pin­tu 1 Unhas.

Untuk mence­gah keja­di­an seru­pa, ada beber­a­pa langkah yang dihara­p­kan masyarakat, antara lain:

1. Kedisi­plinan pen­gen­dara. Masyarakat dim­inta patuh ter­hadap lam­pu lalu lin­tas dan tidak ego­is di jalan.

2. Pene­gakan hukum yang tegas. Polisi per­lu menin­dak pen­gen­dara yang melang­gar lam­pu mer­ah.

3. Pen­gat­u­ran lalu lin­tas yang lebih baik. Pemasan­gan kam­era tilang elek­tron­ik (ETLE) bisa men­ja­di solusi di kawasan rawan pelang­garan.

4. Pen­didikan berlalu lin­tas. Pent­ing bagi masyarakat, khusus­nya maha­siswa yang banyak melin­tas di area Unhas, untuk dibekali edukasi tert­ib lalu lin­tas.

Kemac­etan total di pin­tu 1 Unhas Makas­sar pada Sab­tu pagi ini men­ja­di cer­min nya­ta beta­pa kurangnya kesadaran seba­gian masyarakat dalam mematuhi atu­ran lalu lin­tas. Ego­isme dan pelang­garan kecil yang dilakukan bersama-sama bisa beru­jung pada masalah besar, yaitu kemac­etan parah yang merugikan banyak pihak.

Peri­s­ti­wa ini sekali­gus men­ja­di pengin­gat bah­wa kecer­dasan dalam berk­endara tidak hanya diukur dari kemam­puan menge­mu­di, tetapi juga dari kesadaran untuk tert­ib, sabar, dan sal­ing meng­har­gai peng­gu­na jalan lain. (Abd/Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *