Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Lidik Pro Maros Desak PJ Gubernur Sulsel Copot Kadis Disnaker karena Dugaan Pelanggaran Upah Minimum

843
×

Lidik Pro Maros Desak PJ Gubernur Sulsel Copot Kadis Disnaker karena Dugaan Pelanggaran Upah Minimum

Sebarkan artikel ini

 

Sulsel, Snipernew. Id - Maros ‑Lidik Pro Maros mende­sak Pen­ja­bat (PJ) Guber­nur Sulawe­si Sela­tan, Zudan Arif Fakrul­loh, untuk segera men­copot Kepala Dinas Tena­ga Ker­ja dan Trans­mi­grasi Provin­si Sulawe­si Sela­tan. Desakan ini muncul sete­lah dugaan pelang­garan upah min­i­mum oleh PT Indone­sia Ok, ven­dor out­sourc­ing J&T Express di gudang 88 Pat­tene, Maros.

Masalah ini bermu­la dari keluhan peker­ja J&T Express yang men­gungkap­kan bah­wa mere­ka hanya mener­i­ma upah Rp2,9 juta per bulan den­gan jam ker­ja 12 jam sehari. “Sama­ji kurasa, gaji pokoknya 2,9 juta juga, per­cum­a­ji digan­ti, sama saja bohong kalau begi­tu hasil­nya,” ungkap seo­rang nara­sum­ber berin­isial (N).

  Sekretariat DPRD Pringsewu Bungkam Saat Dikonfirmasi Anggaran 2025, Ada Apa di Balik Ratusan Juta Rupiah?

Ket­ua Lidik Pro Maros, Ismar SH, menang­gapi keluhan terse­but den­gan tegas. “Sudah jelas PT Per­ma­ta Indone­sia Sejahtera tidak patuh menu­rut surat dari Dis­naker Kabu­pat­en Maros. Begi­tu pula ven­dor baru, PT Indone­sia Ok, yang mem­berikan upah di bawah UMP. Kami akan mela­porkan­nya,” kata Ismar.

Ismar menam­bahkan bah­wa Lidik Pro Maros akan menyu­rati pihak berwe­nang agar J&T Express dan PT Per­ma­ta Indone­sia Sejahtera mem­berikan pen­je­lasan terkait upah yang tidak sesuai. “Sanksinya jelas, yaitu pidana sesuai UU Kete­na­gak­er­jaan jika perusa­haan mem­ba­yarkan upah di bawah upah min­i­mum,” jelas­nya.

Menu­rut data, UMR Kabu­pat­en Maros untuk tahun 2024 dite­tap­kan sebe­sar Rp3.434.298. Namun, upah yang diter­i­ma peker­ja J&T Express jauh di bawah angka terse­but. “Kami men­duga ada pelang­garan serius yang dilakukan oleh PT Indone­sia Ok,” lan­jut Ismar.

Rah­man, petu­gas dari Dis­naker Provin­si Sulawe­si Sela­tan yang menan­gani lapo­ran Lidik Pro Maros, men­gon­fir­masi bah­wa PT Per­ma­ta tidak mematuhi keten­tu­an upah min­i­mum. “JNT adalah pihak peng­gu­na yang tidak selek­tif dalam memil­ih ven­dor, hanya mement­ingkan aspek bis­nis,” ujarnya.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

Bupati Maros meny­atakan kesi­a­pan­nya untuk men­gontrol lang­sung perusa­haan peng­gan­ti ven­dor terse­but. “Siap dek, saya kon­trol lang­sung,” ujarnya singkat.

Ismar mene­gaskan bah­wa tin­dakan lebih lan­jut harus diam­bil oleh Dis­naker Provin­si Sulawe­si Sela­tan. “Kami mem­inta PJ Guber­nur Sulawe­si Sela­tan untuk mengeval­u­asi atau men­copot Kepala Dinas Tena­ga Ker­ja dan Trans­mi­grasi Provin­si Sulawe­si Sela­tan. Pelayanan ter­lalu lam­ban dan tidak pro­fe­sion­al,” tegas­nya.

Seba­gai langkah selan­jut­nya, Lidik Pro Maros beren­cana untuk terus men­gaw­al kasus ini hing­ga men­da­p­atkan keje­lasan dan kead­i­lan bagi para peker­ja. “Kami akan melakukan audi­en­si den­gan DPRD Sulawe­si Sela­tan dan instan­si terkait lain­nya untuk memas­tikan bah­wa masalah ini men­da­p­atkan per­ha­t­ian serius dan penye­le­sa­ian yang adil bagi para peker­ja,” ujar Ismar. “Jika per­lu, kami juga akan melakukan aksi demon­strasi damai untuk menekan pihak-pihak terkait agar segera mengam­bil tin­dakan.”

  Polemik Biaya Seragam SMKN 9 Bandar Lampung, Wali Murid Mengeluh, LSM Desak Disdik Audit Lapangan

Langkah hukum yang dap­at diam­bil oleh peker­ja atau organ­isasi terkait antara lain:
Men­ga­jukan Pen­gad­u­an ke Dis­naker:
— Peker­ja dap­at mela­porkan masalah upah yang tidak sesuai kepa­da Dinas Tena­ga Ker­ja setem­pat untuk dilakukan medi­asi dan penye­le­sa­ian.

Men­ga­jukan Gugatan ke Pen­gadi­lan Hubun­gan Indus­tri­al (PHI):
— Jika medi­asi tidak berhasil, peker­ja dap­at men­ga­jukan gugatan ke PHI untuk menun­tut hak-hak mere­ka sesuai den­gan UU Kete­na­gak­er­jaan.

Men­ga­jukan Tun­tu­tan Pidana:
— Peker­ja atau organ­isasi dap­at mela­porkan pelang­garan upah min­i­mum seba­gai tin­dak pidana sesuai den­gan pasal 90 ayat 1 UU Kete­na­gak­er­jaan yang dap­at dike­nakan sanksi pidana pen­jara dan den­da.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak J&T Express maupun PT Indone­sia Ok belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi terkait masalah ini. Lidik Pro Maros berkomit­men untuk tidak berhen­ti mem­per­juangkan hak-hak peker­ja sam­pai ada tin­dakan nya­ta dari pihak berwe­nang.

(M.Firdaus.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *