Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

KRL Sepi di Jam Sibuk, Gegara Demo Bikin Kantor WFH Massal

405
×

KRL Sepi di Jam Sibuk, Gegara Demo Bikin Kantor WFH Massal

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Kere­ta Rel Listrik (KRL) yang biasanya men­ja­di salah satu moda trans­portasi pal­ing padat di Jabodetabek, khusus­nya pada jam-jam sibuk pagi, kali ini menya­jikan peman­dan­gan berbe­da. Pada Jumat (29/8), sebuah ung­ga­han dari akun sosial media jalur5 di plat­form Threads mengabarkan bah­wa salah satu penumpang mela­porkan kon­disi ger­bong khusus wani­ta di KRL Rangk­abitung Line jus­tru ter­li­hat lengang pada jam padat, sek­i­tar pukul 08.10 WIB. Fenom­e­na ini cukup menge­jutkan kare­na biasanya, di jam terse­but, ger­bong wani­ta maupun cam­pu­ran dipa­dati para komuter yang berangkat menu­ju Jakar­ta dan sek­i­tarnya.

Situ­asi tidak biasa ini terny­a­ta berkai­tan erat den­gan adanya aksi demon­strasi besar di Jakar­ta, tepat­nya di sek­i­tar gedung DPR RI yang kemu­di­an mele­bar ke kawasan Brimob Kwi­tang. Imbas dari peri­s­ti­wa itu mem­bu­at sejum­lah kan­tor mem­ber­lakukan kebi­jakan work from home (WFH) secara men­dadak demi kea­manan pegawainya.

Ung­ga­han akun jalur5 menye­butkan, kere­ta khusus wani­ta KRL Rangk­abitung Line ter­li­hat sepi pada jam sibuk. Kon­disi ini jelas tidak seper­ti biasanya, sebab umum­nya ger­bong KRL, ter­lebih di lin­tasan menu­ju Jakar­ta pada pagi hari, selalu penuh sesak hing­ga penumpang harus berdiri rap­at.

  Kursi Keren Kualitas Ori Harga Terjangkau Viral di Facebook Hari Ini!

Foto yang dis­er­takan dalam ung­ga­han terse­but mem­per­li­hatkan suasana di dalam ger­bong wani­ta. Ter­li­hat hanya ada beber­a­pa penumpang, seba­gian berdiri sam­bil memegang hand­grip, dan lain­nya duduk den­gan cukup lelu­asa. Kon­disi ini kon­tras den­gan kebi­asaan har­i­an, di mana ruang berg­er­ak biasanya san­gat ter­batas aki­bat padat­nya peng­gu­na.

Peri­s­ti­wa ini meli­batkan beber­a­pa pihak, yaitu:

1. Penumpang KRL
Salah satu peng­gu­na KRL yang juga meru­pakan pengikut jalur5, atau dise­but “J5Friend”, men­ja­di sum­ber uta­ma lapo­ran. Ia mengabadikan situ­asi yang jarang ter­ja­di itu den­gan foto dan infor­masi singkat.

2. Akun Jalur5 di Threads
Jalur5 meru­pakan kanal infor­masi pop­uler di kalan­gan peng­gu­na KRL yang ser­ing berba­gi kabar terki­ni men­ge­nai kon­disi per­jalanan, insi­d­en, maupun pen­gala­man para komuter.

3. Mas­sa Aksi Demon­strasi
Gelom­bang mas­sa aksi yang melakukan unjuk rasa di sek­i­tar gedung DPR RI Jakar­ta men­ja­di penye­bab uta­ma ter­gang­gun­ya aktiv­i­tas. Situ­asi ini bahkan mele­bar hing­ga ke Brimob Kwi­tang.

4. Sejum­lah Kan­tor dan Perusa­haan
Seba­gai langkah anti­si­pasi, beber­a­pa kan­tor di Jakar­ta akhirnya memu­tuskan untuk mem­ber­lakukan kebi­jakan WFH bagi para pegawai mere­ka.

Fenom­e­na ini dila­porkan pada Jumat, 29 Agus­tus 2025, sek­i­tar pukul 08.10 WIB. Wak­tu terse­but ter­go­long jam sibuk pagi, di mana biasanya ribuan peker­ja meng­gu­nakan KRL untuk berangkat ker­ja dari kawasan Tangerang Sela­tan, Bogor, Bekasi, hing­ga Depok menu­ju pusat kota Jakar­ta.

Lapo­ran diung­gah dari sek­i­tar Sta­si­un Pon­dok Ran­ji, Tangerang Sela­tan, Ban­ten. Lokasi ini meru­pakan salah satu sta­si­un yang cukup padat kare­na men­ja­di titik naik banyak penumpang dari kawasan peruma­han menu­ju Jakar­ta.

  Menkeu Purbaya Tegas! Barang Thrifting Diblokir Massal Demi Lindungi UMKM Lokal

Semen­tara itu, penye­bab sepinya KRL berhubun­gan lang­sung den­gan aksi demon­strasi di gedung DPR RI, Jakar­ta, yang kemu­di­an merem­bet ke kawasan Brimob Kwi­tang.

Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa ger­bong KRL yang biasanya penuh, jus­tru lengang di jam sibuk:

1. Aksi Demon­strasi Besar
Adanya demon­strasi skala besar di Jakar­ta mem­bu­at banyak perusa­haan dan kan­tor mengam­bil langkah anti­si­pasi.

2. Kebi­jakan WFH Men­dadak
Untuk menghin­dari poten­si kerusuhan, keter­lam­bat­an, maupun kesuli­tan trans­portasi, sejum­lah perusa­haan memil­ih mem­ber­lakukan work from home (WFH) bagi para pegawai.

3. Kekhawati­ran Penumpang
Banyak peker­ja memil­ih menun­da keberangkatan atau bahkan tidak masuk ker­ja kare­na khawatir ter­je­bak dalam situ­asi yang tidak kon­dusif. Hal ini otoma­tis menu­runk­an jum­lah penumpang KRL.

Peri­s­ti­wa ini dike­tahui berkat lapo­ran lang­sung dari penumpang yang bera­da di dalam ger­bong KRL. Ia men­gir­imkan foto dan infor­masi singkat kepa­da akun jalur5, yang kemu­di­an dipub­likasikan di media sosial Threads.

Dalam ung­ga­han itu dise­butkan bah­wa kon­disi sepi KRL tidak hanya kebe­tu­lan, melainkan berkai­tan den­gan demon­strasi besar di Jakar­ta. Infor­masi ini semakin kuat kare­na banyak kan­tor dila­porkan memang mengu­mumkan kebi­jakan WFH.

1. Kon­disi Trans­portasi
Penu­runan jum­lah penumpang pada jam sibuk mem­bu­at per­jalanan KRL relatif lebih nya­man, mes­ki di sisi lain menun­jukkan adanya gang­guan aktiv­i­tas rutin masyarakat.

2. Dunia Ker­ja
Kan­tor-kan­tor yang biasanya padat den­gan aktiv­i­tas ter­pak­sa kosong kare­na seba­gian besar karyawan bek­er­ja dari rumah. Situ­asi ini menun­jukkan bagaimana demon­strasi bisa memen­garuhi roda ekono­mi kota.

  ESDM Paparkan Capaian Kinerja Semester I 2025, Perkuat Kemandirian Energi Nasional

3. Masyarakat Umum
Banyak war­ga yang biasanya bergan­tung pada KRL ter­pak­sa men­gubah jad­w­al per­jalanan mere­ka, bahkan ada yang memil­ih tidak beper­gian sama sekali.

Fenom­e­na ini mem­per­li­hatkan beta­pa erat kai­tan­nya antara dinami­ka sosial-poli­tik den­gan mobil­i­tas har­i­an masyarakat perko­taan. Pada dasarnya, KRL selalu padat saat jam sibuk, namun peri­s­ti­wa demo mam­pu men­gubah situ­asi hanya dalam hitun­gan jam.

Jika biasanya penumpang harus berde­sakan, kali ini jus­tru ada ruang lebih luas bagi mere­ka yang tetap berangkat. Hal ini mem­beri gam­baran jelas ten­tang bagaimana kebi­jakan daru­rat, seper­ti WFH, dap­at lang­sung menu­runk­an angka komuter dalam jum­lah besar.

Seo­rang peng­gu­na yang mela­porkan kon­disi terse­but menggam­barkan bah­wa per­jalanan terasa lebih lengang dan nya­man. “Biasanya di jam segi­ni sudah susah banget buat dap­at tem­pat duduk. Tapi kali ini masih banyak kur­si kosong. Bahkan yang berdiri juga tidak ter­lalu rap­at,” tulis­nya dalam pesan yang diku­tip jalur5.

Fenom­e­na sepinya ger­bong khusus wani­ta KRL Rangk­abitung Line pada Jumat (29/8) men­ja­di catatan menarik dalam dinami­ka trans­portasi perko­taan. Aksi demon­strasi besar di Jakar­ta tidak hanya berdampak pada lalu lin­tas jalan raya, tetapi juga lang­sung memen­garuhi moda trans­portasi mas­sal seper­ti KRL.

Kepu­tu­san sejum­lah kan­tor untuk mem­ber­lakukan WFH demi kese­la­matan pegawai men­ja­di langkah anti­si­patif yang pada akhirnya menu­runk­an jum­lah penumpang di jam sibuk. Ung­ga­han akun jalur5 berhasil merekam momen lang­ka ini dan mem­per­li­hatkan bagaimana kebi­jakan ser­ta situ­asi poli­tik bisa memen­garuhi mobil­i­tas masyarakat secara nya­ta. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *