Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Konferensi Pers Ungkap Kasus Kejadian Viral Pengeroyokan di Kesesi

533
×

Konferensi Pers Ungkap Kasus Kejadian Viral Pengeroyokan di Kesesi

Sebarkan artikel ini

Peka­lon­gan, SniperNew.id – Pol­da Jateng – Pol­res Peka­lon­gan mengge­lar kon­fer­en­si pers ungkap kasus keja­di­an pengeroyokan di Keca­matan Kesesi Kabu­pat­en Peka­lon­gan beber­a­pa wak­tu yang lalu dan viral di media sosial lan­taran men­gak­i­batkan kor­ban­nya mening­gal dunia.

  Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Selamatkan Pertanian, Sawit Hancurkan Desa

Dalam kon­fer­en­si pers yang dige­lar di depan lobi Mapol­res Peka­lon­gan, Selasa (27/8/24), Kapol­res Peka­lon­gan AKBP Doni Prakoso Widaman­to, S.I.K didampin­gi Kasat Reskrim AKP Danang Sri Wirat­mo dan Kasi Humas Iptu Suwarti, S.H., menyam­paikan keja­di­an pengeroyokan terse­but cukup men­ja­di per­ha­t­ian masyarakat.

“Untuk kasus 170 (pengeroyokan) di Kesesi, Pol­res Peka­lon­gan berhasil menga­mankan 4 ter­sang­ka,” terang Kapol­res.

Kasus di Kesesi yang viral di med­sos ini meru­pakan tin­dakan secara bersama-sama melakukan kek­erasan ter­hadap orang yang menye­babkan kema­t­ian, dimana kasus ini berw­al dari kor­ban yang dicuri­gai melakukan pen­cu­ri­an meri atau anak bebek.

  Buka Rakernis Bidang Gabungan, Kapolda Sumsel Tekankan Waspada Karhutla

Keja­di­an ter­ja­di pada Ming­gu (04/08) dini hari di Bal­ai Desa Kary­omuk­ti, dimana kor­ban saat itu dituduh men­curi meri, namun kor­ban tidak men­gakuinya, sehing­ga ter­jadi­lah aksi kek­erasan oleh para ter­sang­ka. Sete­lah kem­bali ke rumah, selang satu hari atau selang 24 jam, kor­ban mening­gal dunia.

“Jadi modus dari para pelaku ini kare­na emosi ter­hadap kor­ban, yang mana saat ditanya men­ge­nai meri yang bera­da di dalam karung yang dibawa oleh kor­ban, kor­ban tidak men­gakui hasil pen­cu­ri­an sehing­ga ter­jadi­lah aksi kek­erasan,” terang AKBP Doni.

  Tiga Anggota Polres Pekalongan Dapatkan Pembekalan Saat Jalani Sidang BP4R

Kapol­res menam­bahkan, untuk iden­ti­tas para pelaku diantaranya DJ (44), DAF (30) kemu­di­an W (43) dan ATP (29). Semua ter­sang­ka meru­pakan war­ga Desa Kary­omuk­ti, Keca­matan Kesesi.

“Para ter­sang­ka dijer­at den­gan pasal 170 ayat 2 keti­ga, den­gan anca­man huku­man mak­si­mal 12 tahun pen­jara,” tegas Kapol­res. (Muji)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *