Berita Daerah

Komite VI DPD-RI Bahas RUU APBN 2026 di Sulut

507
×

Komite VI DPD-RI Bahas RUU APBN 2026 di Sulut

Sebarkan artikel ini

Man­a­do, snipernew.id – Suasana penuh kekelu­ar­gaan dan penuh mak­na menye­limu­ti Wis­ma Negara Bumi Beringin, Man­a­do, pada Senin (25/8/2025). Hari itu, Komite VI Dewan Per­wak­i­lan Daer­ah Repub­lik Indone­sia (DPD-RI) melak­sanakan kun­jun­gan ker­ja (kunker) ke Sulawe­si Utara dalam rang­ka inven­tarisasi materi penyusunan per­tim­ban­gan ter­hadap Ran­can­gan Undang-Undang Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026.

Kun­jun­gan ini dis­am­but hangat oleh May­jen TNI (Purn) Yulius Sel­vanus Koma­l­ing yang juga meru­pakan anggota DPD-RI asal Sulawe­si Utara, didampin­gi Wak­il Guber­nur Sulawe­si Utara Dr. Vic­tor Mailangkay SH, MH. Turut hadir pula sejum­lah bupati, wali kota, jajaran Sat­u­an Ker­ja Perangkat Daer­ah (SKPD) Pemer­in­tah Provin­si Sulut, ser­ta per­wak­i­lan pemangku kepentin­gan daer­ah. Kehadi­ran berba­gai unsur pemer­in­ta­han ini men­ja­di sinyal kuat ten­tang pent­ingnya sin­er­gi antara pusat dan daer­ah dalam pros­es penyusunan kebi­jakan fiskal nasion­al.

Seba­gaimana dike­tahui, DPD-RI memi­li­ki fungsi strate­gis dalam bidang leg­is­lasi dan pen­gawasan. Salah satu man­dat pent­ingnya adalah mem­berikan per­tim­ban­gan res­mi ter­hadap RUU APBN yang dis­usun pemer­in­tah bersama DPR-RI. Fungsi ini kru­sial agar kebi­jakan anggaran negara tidak hanya men­gako­modasi kepentin­gan pusat, tetapi juga benar-benar berpi­hak pada kebu­tuhan masyarakat di daer­ah.

Komite VI secara khusus diberi tugas meng­in­ven­tarisasi isu-isu yang diang­gap pri­or­i­tas untuk dima­sukkan dalam pem­ba­hasan APBN. Den­gan begi­tu, dihara­p­kan belan­ja negara bisa diarahkan pada sek­tor-sek­tor strate­gis yang menyen­tuh lang­sung kepentin­gan raky­at, sekali­gus mem­perku­at daya saing daer­ah di ten­gah tan­ta­n­gan glob­al.

  "Pasar Malam di Terminal: Hiburan Rakyat atau Pelanggaran Nyata?"

Dalam forum dia­log di Man­a­do terse­but, berba­gai isu strate­gis menge­mu­ka. Mulai dari keta­hanan pan­gan, keterse­di­aan ener­gi, pem­ban­gu­nan infra­struk­tur, hing­ga pengem­ban­gan sum­ber daya manu­sia (SDM). Tema-tema ini diang­gap san­gat rel­e­van, mengin­gat Sulawe­si Utara memi­li­ki posisi strate­gis seba­gai pin­tu ger­bang Indone­sia ke kawasan Pasi­fik sekali­gus daer­ah yang kaya akan poten­si alam dan pari­wisa­ta.

Dalam sambu­tan­nya, May­jen TNI (Purn) Yulius Sel­vanus Koma­l­ing mene­gaskan pent­ingnya men­jadikan APBN 2026 seba­gai instru­men yang benar-benar men­jawab aspi­rasi masyarakat daer­ah.

“Sulawe­si Utara memi­li­ki poten­si besar, baik di sek­tor per­tan­ian, kelau­tan, pari­wisa­ta, maupun ener­gi. Oleh kare­na itu, kebi­jakan anggaran yang berpi­hak pada pen­guatan sek­tor-sek­tor strate­gis ini akan mem­berikan dampak sig­nifikan bagi kese­jahter­aan masyarakat,” ujar Koma­l­ing.

Ia menam­bahkan, tan­ta­n­gan glob­al seper­ti peruba­han iklim, keti­dak­pas­t­ian ekono­mi, ser­ta dinami­ka geopoli­tik mem­bu­at pemer­in­tah daer­ah mem­bu­tuhkan dukun­gan fiskal yang lebih kuat. Menu­rut­nya, poten­si alam Sulut akan sulit berkem­bang tan­pa dukun­gan kebi­jakan anggaran yang tepat sasaran dan berkead­i­lan.

Wak­il Guber­nur Sulut Dr. Vic­tor Mailangkay dalam kesem­patan yang sama menekankan pent­ingnya sin­er­gi antara pemer­in­tah pusat dan daer­ah. Baginya, APBN tidak boleh hanya sebatas angka-angka dalam doku­men res­mi, melainkan harus men­ja­di instru­men nya­ta yang dap­at dirasakan man­faat­nya oleh raky­at.

“Masukan dari daer­ah adalah kun­ci. Aspi­rasi masyarakat Sulut per­lu diden­gar agar pro­gram pem­ban­gu­nan yang ter­tuang dalam APBN benar-benar selaras den­gan kebu­tuhan di lapan­gan,” tutur Mailangkay.

Kun­jun­gan ker­ja Komite VI DPD-RI ini bukan sekadar ser­e­moni, melainkan forum sub­stan­tif yang mem­ba­has sejum­lah isu pent­ing:

  Pohon Tumbang Tutup Akses Flyover Pasupati ke Gasibu, Evakuasi Masih Berlangsung

1. Keta­hanan Pan­gan
Sulawe­si Utara memi­li­ki lahan sub­ur yang berpoten­si besar untuk men­dukung swasem­ba­da pan­gan nasion­al. Namun, tan­ta­n­gan infra­struk­tur per­tan­ian, akses pasar, dan teknolo­gi masih men­ja­di peker­jaan rumah yang per­lu men­da­p­atkan per­ha­t­ian khusus dalam APBN 2026.

2. Keterse­di­aan Ener­gi
Poten­si ener­gi ter­barukan di Sulut, seper­ti panas bumi dan tena­ga air, san­gat besar. Pengem­ban­gan sek­tor ini dini­lai pent­ing bukan hanya untuk keta­hanan ener­gi daer­ah, tetapi juga seba­gai kon­tribusi nya­ta ter­hadap tar­get tran­sisi ener­gi nasion­al.

3. Pem­ban­gu­nan Infra­struk­tur
Seba­gai pin­tu ger­bang ke Pasi­fik, Sulut mem­bu­tuhkan infra­struk­tur yang lebih memadai, baik pelabuhan, ban­dara, maupun jalan raya. Infra­struk­tur yang kuat akan men­dorong arus perda­gan­gan dan inves­tasi, sekali­gus mem­bu­ka akses bagi daer­ah-daer­ah ter­pen­cil.

4. Pengem­ban­gan SDM
Sum­ber daya manu­sia yang ung­gul men­ja­di fon­dasi pem­ban­gu­nan berke­lan­ju­tan. Pemer­in­tah daer­ah berharap APBN 2026 mem­berikan por­si sig­nifikan untuk sek­tor pen­didikan dan kese­hatan agar kual­i­tas hidup masyarakat Sulut meningkat secara mer­a­ta.

Isu-isu terse­but men­da­p­at per­ha­t­ian serius dari Komite VI DPD-RI. Aspi­rasi yang dihim­pun akan men­ja­di bahan masukan dalam penyusunan rekomen­dasi res­mi untuk pemer­in­tah dan DPR-RI.

Salah satu nilai pent­ing dari kegiatan ini adalah ter­cip­tanya ruang dia­log antara pemer­in­tah pusat, daer­ah, dan para pemangku kepentin­gan. Dalam suasana penuh keakra­ban, peser­ta forum sal­ing bertukar pan­dan­gan men­ge­nai pri­or­i­tas pem­ban­gu­nan.

Bupati dan wali kota yang hadir menyam­paikan berba­gai per­soalan spe­si­fik di wilayah mas­ing-mas­ing, mulai dari keter­batasan infra­struk­tur dasar hing­ga kebu­tuhan pro­gram pem­ber­dayaan ekono­mi masyarakat. Semua masukan terse­but diden­gar den­gan sek­sama oleh Komite VI DPD-RI untuk dirangkum seba­gai rekomen­dasi.

Dia­log ini sekali­gus men­ja­di wadah meny­atukan persep­si antara pusat dan daer­ah dalam meru­muskan strate­gi pem­ban­gu­nan jang­ka menen­gah dan pan­jang. Den­gan komu­nikasi yang baik, dihara­p­kan tidak ada lagi kebi­jakan anggaran yang terke­san top-down, melainkan lahir dari kebu­tuhan riil masyarakat.

  Merah Putih di Pinggir Jalan, Tanda Semangat Kemerdekaan

Kun­jun­gan ker­ja ini dihara­p­kan meng­hasilkan rekomen­dasi yang tajam, kon­struk­tif, dan berpi­hak pada kepentin­gan raky­at. Komite VI DPD-RI mene­gaskan komit­men­nya untuk mem­per­juangkan aspi­rasi daer­ah dalam seti­ap tahap pem­ba­hasan RUU APBN 2026.

“APBN jan­gan hanya dipan­dang seba­gai doku­men keuan­gan negara, tetapi harus men­ja­di cer­min dari kead­i­lan fiskal dan pemer­ataan pem­ban­gu­nan. Kami ingin memas­tikan bah­wa seti­ap rupi­ah anggaran negara benar-benar mem­berikan man­faat bagi raky­at, khusus­nya di daer­ah-daer­ah seper­ti Sulut,” tegas salah satu anggota Komite VI.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga mene­gaskan pent­ingnya pem­ban­gu­nan inklusif dan berke­lan­ju­tan. Den­gan poten­si yang dim­i­li­ki, Sulut diyaki­ni mam­pu men­ja­di motor per­tum­buhan ekono­mi kawasan timur Indone­sia jika didukung kebi­jakan fiskal yang tepat.

Kunker Komite VI DPD-RI ke Sulawe­si Utara bukan hanya agen­da rutin, melainkan momen­tum strate­gis untuk mem­per­juangkan kepentin­gan daer­ah dalam kebi­jakan anggaran nasion­al. Kehadi­ran berba­gai ele­men pemer­in­tah daer­ah dan pusat mencer­minkan tekad bersama mewu­jud­kan pem­ban­gu­nan yang lebih mer­a­ta.

APBN 2026 dihara­p­kan tidak berhen­ti pada angka-angka teknokratis, tetapi benar-benar men­ja­di instru­men kead­i­lan fiskal, pemer­ataan pem­ban­gu­nan, dan pen­ingkatan kual­i­tas hidup raky­at. Aspi­rasi masyarakat Sulut yang ter­him­pun dalam forum ini akan men­ja­di bekal pent­ing bagi Komite VI dalam mem­berikan per­tim­ban­gan res­mi kepa­da pemer­in­tah dan DPR RI.

Den­gan demikian, Sulawe­si Utara tidak hanya men­ja­di penon­ton dalam pem­ban­gu­nan nasion­al, melainkan aktor uta­ma yang turut menen­tukan arah masa depan bangsa.

Penulis: (Zakharia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *