Naibenu, SniperNew.id – Ada yang berbeda di Puskesmas Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada Jumat, 21 Juni 2025. Suasana yang biasanya tenang tiba-tiba menjadi lebih hidup. Di antara tenaga kesehatan yang hadir dalam kegiatan lokakarya lintas sektor, tampak pula sosok-sosok berseragam loreng yang tak asing di kawasan perbatasan. Mereka adalah personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat dari Yonarhanud 15/DBY.
Ternyata, kehadiran para prajurit dari Pos Manamas yang dipimpin oleh Lettu Arh Agung Setiawan, bersama Danpos Nelu Letda Arh Daniel T. B., bukan sekadar singgah. Mereka ikut aktif dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor yang diadakan di Aula Puskesmas Manamas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat perbatasan.
Lokakarya lintas sektor semacam ini menjadi ruang diskusi strategis bagi berbagai pihak: dari tenaga medis, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan akses kesehatan di daerah perbatasan, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.
Dalam forum ini, dibahas berbagai program penting seperti penyuluhan kesehatan preventif, pemetaan kebutuhan warga, serta rencana pelaksanaan cek kesehatan gratis yang akan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Kepala Puskesmas Manamas, Heribertus Si Maukolo, A.Md, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada personel TNI yang selalu hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kami bangga dan bersyukur atas keterlibatan Satgas dari Pos Manamas. Kehadiran mereka bukan hanya menunjukkan perhatian, tetapi juga menjadi semangat tambahan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya penuh haru.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan berbasis komunitas.
Komitmen TNI di Tengah Masyarakat. Lettu Arh Agung Setiawan mewakili Satgas menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka bukanlah formalitas, melainkan bagian dari komitmen penuh TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah perbatasan, khususnya di bidang kesehatan.
“Kami hadir untuk bersinergi. Karena bagi kami, menjaga perbatasan bukan hanya soal pertahanan, tapi juga memastikan masyarakat di tapal batas mendapatkan hak yang sama — termasuk dalam layanan kesehatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lettu Agung menyampaikan bahwa program kemanusiaan seperti pengobatan massal, penyuluhan gizi, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak, akan terus mereka dukung.
Sinergi Lintas Sektor: Harapan Baru di Perbatasan
Kegiatan ini bukan yang pertama, dan jelas bukan yang terakhir. Kolaborasi lintas sektor telah membuktikan bahwa dengan kebersamaan, tantangan di daerah perbatasan bisa dihadapi dengan solusi nyata.
Harapan besar kini menggantung: semoga kolaborasi yang hangat antara tenaga medis, Satgas TNI, dan masyarakat ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama membawa perubahan.
Di tengah banyak keterbatasan, sebuah langkah kecil yang dilakukan bersama, bisa menjadi harapan besar bagi masa depan kesehatan masyarakat perbatasan.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui bagaimana kegiatan selanjutnya akan berlangsung — termasuk kapan cek kesehatan gratis akan dilaksanakan dan siapa saja yang bisa ikut — ikuti terus pembaruan kami hanya di SniperNew.id
Editor: (Redaksi)



















