Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Kepala SKK Migas dan Pj Gubernur Sikapi Maraknya Illegal Drilling, Sepakat Pemprov Sumsel Bentuk Satgas

221
×

Kepala SKK Migas dan Pj Gubernur Sikapi Maraknya Illegal Drilling, Sepakat Pemprov Sumsel Bentuk Satgas

Sebarkan artikel ini

Palem­bang, SniperNew.id - Maraknya kasus kebakaran ille­gal drilling diwilayah Sumat­era Sela­tan, khusus­nya dik­abu­pat­en Musi Banyuasin hing­ga tim­bul­nya banyak kor­ban jiwa masyarakat, men­ja­di aten­si Pol­da Sum­sel dan Pem­prov Sum­sel. Pj Guber­nur Sum­sel Elen Setiya­di menyetu­jui diben­tuknya Sat­u­an Tugas (Sat­gas) untuk menang­gani khusus kasus ille­gal drilling secara kom­pre­hen­sif.

Per­si­a­pan pem­ben­tukan Sat­gas akan dilakukan Rabu (24/7) nan­ti den­gan men­gun­dang pihak-pihak terkait. Ren­cana terse­but diungkap­kan Kapol­da Sum­sel A Rach­mad Wibowo usai rap­at den­gan Guber­nur Sum­sel, SKK Migas dan instan­si terkait lain­nya di Kan­tor Guber­nur Sum­sel, Senin sore (23/7).

Kegiatan audi­en­si den­gan Guber­nur mem­ba­has 4 hal yakni ille­gal drilling, ille­gal min­ing, Karhut­la dan kendaraan Over Dimen­si dan Over Load

Guber­nur Sum­sel mere­spons den­gan san­gat baik masukan dari Kapol­da terkait ille­gal drilling, dan akan menin­dak lan­jutinya den­gan mengge­lar Rakor lin­tas sek­toral pada Rabu 24 Juli men­datang.

Rakor terse­but dirasakan per­lu mengin­gat pem­ber­an­tasan ille­gal drilling tidak bisa dilakukan oleh satu instan­si saja, namun harus sin­er­gis antar instan­si, ter­ma­suk pemer­in­tah pusat, mengin­gat kewe­nan­gan per­iz­inan dan pen­gawasan ter­hadap per­tam­ban­gan Migas dan Miner­ba sudah tidak ada di Pemer­in­tah Daer­ah.

“Guna menang­gani ille­gal drilling akan diben­tuk Sat­gas pence­ga­han ter­jadinya ille­gal drilling mulai dari hulu sam­pai hilirnya,” katanya.

  PGN Tanggap Atasi Kebocoran Pipa Gas di Jalan Pasar Pagi Arah jalan ke Desa Bitis kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Sumatra Selatan

Menu­rut Rach­mad Wibowo, Sat­gas yang diben­tuk nan­ti­nya berasal dari Pol­ri, Kementer­ian ESDM, Kementer­ian Lingkun­gan Hidup dan Kehutanan, Pem­prov Sum­sel, SKK Migas dan pihak terkait lain­nya.

“Butuh per­an selu­ruh stakhold­er terkait kare­na ini menyangkut banyak sek­tor,”

Rach­mad Wibowo men­gatakan untuk kasus ille­gal driling diarea rawa Sri­gu­nung Sun­gai Lilin sudah ada lima orang yang mening­gal dunia, dimana lokasi terse­but meledak pada 21 Juni, kemu­di­an 27 Juni dite­mukan dua kor­ban mening­gal dan 28 Juni ada 2 lagi mening­gal.

“Sete­lah keja­di­an itu kami melokalisir lokasi terse­but, mem­ber­sihkan ser­ta menga­mankan­nya. Tapi terny­a­ta 21 Juli dini hari ada sekolom­pok masyarakat yang masuk dan mem­bu­ka pipa yang tut­up dan ter­ja­di ledakan men­gak­i­batkan 1 kor­ban mening­gal,” terangnya.

Hal terse­but telah dila­porkan ke Guber­nur dan bah­wa ini per­lu m
meli­batkan banyak instan­si maka akan diben­tuk sat­gas.

“Maka penan­ganan­nya butuh ker­ja sama selu­ruh pihak pula,” tuturnya.

Untuk penan­ganan kasus di Sun­gai Dawas, Rach­mad men­gatakan sudah ada satu orang dia­mankan dan atas per­in­tah Guber­nur pihaknya juga sudah melakukan penu­tu­pan.

“Kita sudah tut­up agar masyarakat tidak masuk lokasi, namun rupa­nya dis­i­tu ada jalur air juga sehing­ga per­lu ban­tu­an Polair untuk menut­up. Ini daer­ah san­gat berba­haya. SKK Migas sendiri bisa ker­ja kalau daer­ah itu benar benar aman dan tidak berba­haya. Sedan­gkan masyarakat tidak paham itu, mere­ka masuk, memasak bahkan merokok di lokasi itu,” lan­jut­nya.

Diakuinya, memang sulit men­ert­ibkan­nya kare­na per­ta­ma masyarakat mem­bu­tuhkan uang untuk hidup, mere­ka akan berlari ke ille­gal driling kalau tidak ada peker­jaan dan ini sudah di sam­paikan agar dicarikan solusi. Ked­ua, har­ga minyak san­gat ting­gi yang di oplos den­gan minyak dari SPBU.

  Dukung Pengembangan Wisata dan UMKM, Penjabat Bupati Pringsewu Ajak Seluruh Pihak

“Dis­par­i­tas har­ga minyak ille­gal cukup ting­gi den­gan Rp 8000 per liter akan di cam­pur 1 band­ing 1 atau 30 band­ing 70, itu har­ga akan bisa lebih murah lagi den­gan minyak dari SPBU,” tegas­nya.

Kata dia, minyak ini ada pangsa pasarnya dimana indus­tri yang mem­bu­tuhkan bahan bakar. Untuk itu Pol­da Sum­sel juga akan melakukan penye­lidikan ter­hadap ille­gal drilling itu untuk pen­gungka­pan hing­ga hilirnya.

“Kita juga sudah ben­tuk tim untuk menye­lidi­ki sia­pa end user dari minyak minyak ile­gal ini. Jadi, adanya per­mintaan, adanya har­ga ting­gi,” kata Kapolda,l.

Adanya kebu­tuhan masyarakat yang bisa per­oleh uang den­gan mudah di ille­gal drilling itu men­ja­di penye­bab maraknya masyarakat mem­bu­at sumur minyak.

“Butuh biaya besar untuk penan­ganan dan operasi ille­gal drilling. Semen­tara per­son­el yang ada tidak men­cukupi untuk melakukan penin­dakan,” papar dia.

Terkait ren­cana legal­isasi sumur minyak, Kapol­da mene­gaskan, untuk ren­cana legal­isasi sumur-sumur minyak ile­gal juga jauh sekali dari hara­pan.

“Banyak fak­tor yang mem­bu­at ren­cana terse­but sulit tere­al­isasi. Mulai dari lingkun­gan hidup tidak ter­awat, lingkun­gan rusak. Seper­ti insi­d­en di Sun­gai Dawas, pan­tauan kita san­gat merusak lingkun­gan, lumpurnya sam­pai ke lutut. Itu bukan air tapi minyak. Jadi untuk ren­cana legal­isasi sumur minyak ille­gal jauh sekali dari hara­pan,” papar dia.

  Sat Narkoba Polres Muara Enim menangkap pelaku penyalaguna Narkoba, dan Senpi Rakitan

Semen­tara Pj Guben­rur Sum­sel, Elen Setia­di men­gatakan, ada beber­a­pa hal yan diba­has dalam perte­muan den­gan Kapol­da. Salah sat­un­ya soal kon­disi terki­ni soal ille­gal drilling di Muba.

“Secara tek­nis kita masih akan kami bahas den­gan pihak-pihak terkait. Ada juga usu­lan tek­nis dan kita akan men­gun­dang kementer­ian dan lem­ba­ga terkait, prin­sip­nya kita dukung upaya dari pak Kapol­da,” ujarnya.

Kepala Per­wak­i­lan SKK Migas Sum­bagsel, Anggono Mahen­drawan men­gungkap­kan, kegiatan ile­gal terse­but san­gat merugikan pihaknya kare­na jika ter­ja­di sesu­atu, maka pihaknya yang dim­inta mem­ban­tu menang­gu­lan­gi dampak dari per­bu­atan ile­gal ini.

“Saya baru meli­hat disi­ni kaget juga dampak lingkun­gan san­gat masif dan ini biaya kerusakan lingkun­gan­nya cukup besar jadi kalau semua dana digu­nakan tidak akan cukup,” akun­ya.

Menu­rut­nya, bukan pihaknya yang berbu­at namun kemu­di­an penan­ganan kerusakan lingkun­gan dilakukan oleh pihaknya.

“Dampak lingkun­gan­nya saya kaget meli­hat­nya, san­gat masif rusaknya. Biaya keru­gian­nya san­gat besar. Secara short time masyarakat ten­tu men­da­p­atkam keun­tun­gan, tapi impact kerusakan lingkun­gan semua masyarakat merasakan,” katanya.

Dia menye­but, sebanyak 7.700 sumur minyak ile­gal ada di Muba. Jum­lah itu yang memi­li­ki titik koor­di­nat, namun yang dite­mukan dampak lingkun­gan dilu­ar dari jum­lah yang memi­li­ki titik koor­di­nat terse­but.

“Dilu­ar 7.700 sumur minyak ille­gal itu san­gat masif, dom­i­nan ter­ja­di di Muba semua. Bisa ter­bayang, ini seper­ti ladang. Nge­bor tan­pa teknik yang baik, tiga bulan mati pin­dah lagi pin­dah lagi. Bisa ter­bayang, dis­i­tu kerusakan­nya seper­ti apa,” imbuh­nya. (Fir­daus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *