Lamongan, SniperNew.id – Dalam upaya memastikan tumbuh kembang siswa di Sekolah Rakyat berjalan optimal, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mengambil langkah kolaboratif untuk memperkuat aspek kesehatan dan pendidikan di sekolah-sekolah berbasis masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan kunjungan kerja Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, bersama jajaran pejabat di Sekolah Rakyat Menengah Atas 25 Brondong, Kabupaten Lamongan.
Dalam unggahan resmi akun Threads @kemensosri, disebutkan bahwa Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan cek kesehatan berkala kepada para siswa. Tidak hanya itu, Kemensos juga menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) guna memenuhi kebutuhan makanan bergizi yang memadai bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat.

“Dalam upaya memastikan tumbuh kembang para siswa di Sekolah Rakyat berjalan optimal, Kemensos berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan cek kesehatan berkala, serta menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) guna memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi para siswa,” tulis akun resmi Kemensos.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kemensos dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menunjang masa depan anak-anak bangsa. Dalam unggahan video, tampak suasana kunjungan kerja yang penuh antusiasme, di mana ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat memadati ruangan besar di lokasi sekolah.
Dalam video tersebut, terlihat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, hadir langsung dan menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan agar para siswa mendapatkan layanan terbaik, tidak hanya dalam aspek pendidikan, tetapi juga dari sisi kesehatan dan pemenuhan gizi. Dengan mengenakan rompi merah dan ikat kepala batik khas daerah, beliau mengatakan bahwa program bergizi yang diberikan adalah bagian dari perhatian pemerintah terhadap generasi muda.

“Saifullah Yusuf, Menteri Sosial RI, menerapkan program…,” begitu narasi video menyampaikan, sebelum dilanjutkan dengan tampilan visual para siswa yang tengah makan bersama di ruang makan sekolah.
Suasana makan bersama tersebut menunjukkan perhatian pada asupan nutrisi yang disediakan. Puluhan siswa laki-laki dan perempuan tampak menikmati makanan bergizi yang sudah tersusun rapi dalam nampan makan stainless steel. Terdapat buah-buahan segar, lauk pauk, sayur, dan air mineral dalam jumlah cukup. Narasi dalam video menyatakan, “Bergizi… itu disediakan oleh…” yang menekankan bahwa layanan konsumsi sehat ini disiapkan sebagai bentuk intervensi sosial dari Kemensos.
Selain itu, terdapat cuplikan suasana penuh keakraban antara Menteri Sosial dengan masyarakat, tenaga pendidik, dan siswa. Beliau juga menyampaikan pesan penting tentang peran strategis pendidikan dalam membentuk generasi unggul. Di akhir video, tampak beliau memberikan sambutan resmi dalam forum kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Sosial dan jajaran pemda Lamongan.
“Hal yang juga penting,” kata beliau di bagian akhir video, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Dalam spanduk besar yang terpampang di aula acara tertulis:
“Kunjungan Kerja Bapak Menteri Sosial & Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia di Sekolah Rakyat Menengah Atas 25 Brondong, Kabupaten Lamongan.”
Acara ini menjadi momentum nyata sinergi antar lembaga dalam memperkuat fondasi pendidikan nasional. Sekolah Rakyat, sebagai wadah pendidikan berbasis komunitas, diberi perhatian khusus karena perannya dalam menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama di daerah pesisir dan pedesaan.
Komitmen Kemensos dalam membenahi sistem pendidikan dan layanan sosial ini juga didukung dengan peningkatan infrastruktur, penyediaan makanan bergizi, hingga kegiatan edukasi kesehatan secara rutin. Langkah ini sekaligus memperkuat pelaksanaan mandat 80 tahun Kemensos, sebagaimana ditampilkan dalam slogan video: “80 Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, serta tagar resmi #KemensosSelaluAda.
Kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap pentingnya pendidikan dan kesehatan anak. Orang tua yang hadir dalam acara tersebut tampak antusias mengikuti sesi penyuluhan, diskusi, dan melihat langsung fasilitas sekolah yang semakin baik. Beberapa bahkan terlihat menggunakan bahasa isyarat, menandakan keterlibatan siswa berkebutuhan khusus dalam ekosistem pendidikan inklusif yang dibangun pemerintah.
Langkah Kemensos ini patut diapresiasi karena menyasar inti persoalan pendidikan nasional: akses, kualitas, dan keberlanjutan. Penyediaan makanan bergizi dan pemeriksaan kesehatan rutin bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi fondasi penting agar anak-anak bisa belajar secara optimal.
Dengan pendekatan holistik seperti ini, diharapkan Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.













