Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Kemendagri Siapkan Regulasi Dukung Koperasi Desa Merah Putih

468
×

Kemendagri Siapkan Regulasi Dukung Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Kementer­ian Dalam Negeri (Kemenda­gri) menun­jukkan komit­men­nya dalam men­dukung pen­guatan kelem­ba­gaan dan reg­u­lasi Kop­erasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Mer­ah Putih. Menteri Dalam Negeri (Menda­gri) Muham­mad Tito Kar­na­vian men­gungkap­kan bah­wa pihaknya ten­gah menyusun Ran­can­gan Per­at­u­ran Menteri Dalam Negeri (Per­me­nda­gri) untuk mem­perku­at pelak­sanaan dan legal­i­tas Kopdeskel Mer­ah Putih. Hal itu dis­am­paikan­nya dalam Rap­at Koor­di­nasi antar-Kemente­ri­an/Lem­ba­ga yang dige­lar di Kan­tor Kemenko Bidang Pan­gan, Jakar­ta, Selasa (5/8/2025).

Rap­at terse­but dip­impin lang­sung oleh Menteri Koor­di­na­tor Bidang Pan­gan, Zulk­i­fli Hasan, dan dihadiri sejum­lah peja­bat ting­gi negara, ter­ma­suk Menteri Desa dan Pem­ban­gu­nan Daer­ah Tert­ing­gal (Mendes PDT) Yan­dri Susan­to, Menteri Kop­erasi dan UKM Budi Arie Setia­di, Ket­ua KPK Setyo Budiyan­to, ser­ta per­wak­i­lan dari Bareskrim, Kejak­saan Agung, BPKP, dan Kementer­ian Keuan­gan.

Ran­can­gan Per­me­nda­gri untuk Dukung PMK 49/2025.

Menda­gri Tito men­je­laskan, penyusunan Per­me­nda­gri ini dilakukan untuk menye­laraskan reg­u­lasi yang telah dite­tap­kan oleh Kementer­ian Keuan­gan, yakni Per­at­u­ran Menteri Keuan­gan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025. Dalam PMK terse­but, khusus­nya pada Ayat 4 Pasal 2, dise­butkan bah­wa per­se­tu­juan dari bupati atau wali kota ter­hadap pendiri­an Kopdeskel Mer­ah Putih harus men­gacu pada per­at­u­ran dari kementer­ian yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han dalam negeri.

  Borong Singkong, Solidaritas Masjid Nurul Ashri untuk Petani Gunungkidul

“Ran­can­gan Per­me­nda­gri ini hadir seba­gai pelengkap dan pen­guat dari PMK Nomor 49 Tahun 2025. Tujuan­nya untuk mem­berikan pedo­man tek­nis dan legal bagi pemer­in­tah daer­ah dalam mem­berikan per­se­tu­juan ter­hadap Kopdeskel Mer­ah Putih,” ujar Tito.

Ia menekankan pent­ingnya kese­larasan antar-Kementer­ian dan Lem­ba­ga ser­ta Aparat Pene­gak Hukum (APH) dalam mema­ha­mi dan men­er­ap­kan reg­u­lasi ini, guna mence­gah perbe­daan inter­pre­tasi yang bisa menim­bulkan masalah hukum di kemu­di­an hari.

“Kita ingin atu­ran ini memi­li­ki keku­atan hukum yang jelas dan tidak mul­titafsir. Maka per­lu ada kesep­a­haman dari KPK, Bareskrim, Kejak­saan, dan BPKP dalam menaf­sirkan atu­ran ini secara sama,” tam­bah­nya.

Dorong Kop­erasi Desa seba­gai Pilar Ekono­mi Raky­at: Menko Bidang Pan­gan, Zulk­i­fli Hasan, menyam­paikan bah­wa kehadi­ran Kopdeskel Mer­ah Putih meru­pakan bagian dari upaya besar pemer­in­tah dalam men­dorong per­tum­buhan ekono­mi berba­sis desa. Ia mene­gaskan bah­wa pen­danaan Kopdeskel Mer­ah Putih tidak bersum­ber dari Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Negara (APBN), melainkan berasal dari pla­fon pin­ja­man yang dise­di­akan oleh Bank-bank milik negara yang ter­gabung dalam Him­punan Bank Milik Negara (Him­bara).

  Mi Ayam Sehat: Sensasi Lezat, Solusi Sehat dalam Gaya Hidup Modern

“Ini pent­ing dite­gaskan, bah­wa Kopdeskel Mer­ah Putih tidak meng­gu­nakan dana APBN. Pem­bi­ayaan­nya berasal dari pin­ja­man bank Him­bara, sehing­ga pelak­sanaan­nya bisa lebih flek­si­bel dan tidak mem­be­bani keuan­gan negara,” ujarnya.

Ia men­je­laskan, pem­ba­hasan reg­u­lasi ini dilakukan bersama selu­ruh pemangku kepentin­gan agar pelak­sanaan Kopdeskel Mer­ah Putih memi­li­ki kepas­t­ian hukum, ser­ta dap­at dijalankan secara tek­nis dan opera­sion­al di lapan­gan tan­pa ham­bat­an reg­u­latif.

Zulk­i­fli Hasan juga menam­bahkan bah­wa Ran­can­gan Per­at­u­ran Menteri Desa dan Pem­ban­gu­nan Daer­ah Tert­ing­gal terkait Kopdeskel juga telah disi­ap­kan dan akan segera disinkro­nkan den­gan reg­u­lasi dari Kemenda­gri.

“Nan­ti akan ada pem­ba­hasan lan­ju­tan yang lebih tek­nis, agar sinkro­nisasi reg­u­lasi antar-kementer­ian ini betul-betul har­mo­nis dan tidak tumpang tindih,” tegas­nya.

Sin­er­gi Antar-Kementer­ian dan Pene­gak Hukum. Dalam rap­at terse­but, hadir pula sejum­lah peja­bat pent­ing dari berba­gai lem­ba­ga strate­gis negara, seper­ti Ket­ua KPK RI Setyo Budiyan­to, Wak­il Kepala Bareskrim Pol­ri Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Dir­jen Per­im­ban­gan Keuan­gan Kemenkeu Askolani, ser­ta per­wak­i­lan dari Kemenset­neg, Kementer­ian Hukum dan HAM, Kejak­saan Agung, dan BPKP.

Kehadi­ran mere­ka men­ja­di bagian pent­ing dari pros­es har­mon­isasi reg­u­lasi Kopdeskel Mer­ah Putih agar pelak­sanaan­nya nan­ti tidak berben­tu­ran den­gan per­at­u­ran hukum lain­nya. Ter­lebih, upaya pem­ban­gu­nan ekono­mi desa melalui kop­erasi ini diang­gap strate­gis dalam men­gu­ran­gi ketim­pan­gan ekono­mi antara kota dan desa, ser­ta men­dorong kemandiri­an masyarakat desa.

  Kereta Ekonomi Bandung–Garut, Murah dan Jadi Pilihan Warga

Arah Baru Pem­ber­dayaan Ekono­mi Desa

Kopdeskel Mer­ah Putih diga­gas seba­gai instru­men pem­ber­dayaan ekono­mi desa yang tidak hanya bersi­fat komer­sial, tetapi juga sosial. Dalam kon­sep­nya, kop­erasi ini dihara­p­kan men­ja­di sen­tra kegiatan ekono­mi di tingkat desa/kelurahan, mulai dari penye­di­aan bahan pokok, akses pem­bi­ayaan, hing­ga dis­tribusi hasil per­tan­ian dan UMKM.

Melalui reg­u­lasi yang kuat, pemer­in­tah berharap kop­erasi ini akan mam­pu men­jawab berba­gai per­soalan ekono­mi di pedesaan, seper­ti ren­dah­nya akses modal, dom­i­nasi tengku­lak, hing­ga keter­batasan jaringan dis­tribusi.

Kemenda­gri bersama kementerian/lembaga lain­nya kini ten­gah menge­but penyusunan reg­u­lasi-reg­u­lasi turunan yang men­dukung imple­men­tasi Kopdeskel Mer­ah Putih secara luas dan efek­tif.

Pemer­in­tah pusat, melalui Kemenda­gri dan kementer­ian terkait, ten­gah mengam­bil langkah serius dalam mem­ben­tuk fon­dasi hukum yang kokoh bagi keber­adaan Kopdeskel Mer­ah Putih. Ran­can­gan Per­me­nda­gri yang dis­usun ini dihara­p­kan mam­pu mem­berikan arah dan kepas­t­ian bagi pemer­in­tah daer­ah dalam men­dukung kop­erasi desa seba­gai gar­da ter­de­pan pem­ban­gu­nan ekono­mi ker­aky­atan. Sin­er­gi antar­lem­ba­ga dan komit­men bersama men­ja­di kun­ci uta­ma keber­hasi­lan pro­gram ini di masa men­datang.

Sum­ber: Pus­pen Kemenda­gri
Edi­tor: Ahmad
Media: SniperNew.id


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *