Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Kelompok Tani Sawit Mandiri Bantah Caplok Hutan Lindung Bukit Konar

441
×

Kelompok Tani Sawit Mandiri Bantah Caplok Hutan Lindung Bukit Konar

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id — Perny­ataan San­di Aktivis Lingkun­gan Hidup Keca­matan Sandai beber­a­pa wak­tu lalu yang meny­atakan bah­wa ter­ja­di aktiv­i­tas ille­gal beru­pa penana­man saw­it di are­al Hutan Lin­dung Buk­it Konar men­da­p­at ban­ta­han tegas sekali­gus klar­i­fikasi dari tokoh masyarakat Desa Muara Jekak Keca­matan Sandai, H. Jus.

Menu­rut H. Jus, perny­ataan San­di yang menuduh dirinya mem­bu­ka kebun saw­it selu­as 60 Ha di Hutan Lin­dung Buk­it Konar Desa Alam Pakuan Sandai, adalah san­gat ten­den­sius bahkan cen­derung pem­bunuhan karak­ter kepa­da dirinya prib­a­di dan masyarakat kelom­pok tani saw­it mandiri lain­nya.
Dije­laskan oleh H. Jus, bah­wa Buk­it Konar tidak sama den­gan Buk­it Keto­la yang di tana­mi oleh kelom­pok tani.

  Bupati Pesawaran Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Tegineneng

“Setahu saya, masyarakat menanam saw­it di Buk­it Keto­la bukan di Hutan lin­dung Buk­it Konar” ujar H Jus
H. Jus men­je­laskan bah­wa sejak tahun 2011 mere­ka perangkat desa Muara Jekak menyu­rati Bupati Hen­rikus untuk menu­runk­an tim ke lapan­gan dan mengeval­u­asi HL Buk­it Konar kare­na tidak ada patok hutan lin­dung di lapan­gan. Begi­tu juga papan pem­ber­i­tahuan, plang peringatan atau infor­masi lain­nya yang men­erangkan kawasan kon­ser­vasi terse­but.
Namun perangkat desa dalam seti­ap kesem­patan menyam­paikan kepa­da masyarakat terkait keber­adaan hutan lin­dung Buk­it Konar terse­but.
Tahun 2012, Pemdes Muara Jekak mem­ban­gun jalan sep­a­n­jang 32 km di are­al Buk­it Keto­la den­gan dana dari desa. Tidak itu saja, Pemdes Muara Jekak, juga mem­ban­tu pem­bi­ayaan pem­bukaan lahan Saw­it Mandiri yang diiku­ti 199 kepala kelu­ar­ga.
” saat itu desa keter­batasan anggaran desa dan mem­berikan kebi­jakan kepa­da kelom­pok masyarakat­nya untuk mem­bu­at kelom­pok tani saw­it mandiri. Akhirnya ada 21 KK yang mem­bu­at kebun mandiri di Buk­it Keto­la” ujar H Jus yang juga man­tan perangkat desa Muara Jekak ini.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Tahun 2015, Desa men­gusulkan 21 ser­ti­fikat hak milik (SHM) melalui pro­gram Prona (Proyek Operasi Nasion­al Agraris), namun yang kelu­ar hanya 1 ser­ti­fikat. Selebi­h­nya 14 ser­ti­fikat masuk dalam wilayah HL Buk­it Konar.

” Kelom­pok Tani saw­it juga tidak tahu, Buk­it Keto­la itu masuk HL Buk­it Konar, yang lebih paham ten­tu ATR BPN” tam­bah H Jus

Sete­lah beber­a­pa pihak mem­per­tanyakan penana­man saw­it di hutan Lin­dung Buk­it Konar, Kesat­u­an Pemangkuan Hutan (KPH) Keta­pang Utara dan Tim Gakum (Pene­gakan Hukum) Dinas Lingkun­gan Hidup dan Kehutanan Kalbar, tahun 2023 menu­runk­an tim ke lapan­gan.
Tim lapan­gan yang didampin­gi masyarakat men­e­mukan bah­wa tidak hanya 14 ser­ti­fikat yang bera­da di HL Buk­it Konar tapi banyak juga masyarakat lain yang juga bertanam saw­it di lahan HL Buk­it Konar terse­but.
Beber­a­pa rekomen­dasi Tim KPH Keta­pang Utara dan Gakum Kalbar antara lain, Desa akan mem­ben­tuk Badan usa­ha yang lebih men­gako­modir kepentin­gan masyarakat dis­amp­ing dukun­gan NGO atau LSM untuk men­garahkan kepa­da pen­gelo­laan per­hutanan sosial. Selain itu akan dibu­atkan surat kepa­da Kementer­ian Lingkun­gan Hidup dan Kehutanan terkait penana­man saw­it di Buk­it Keto­la lebih awal dari pene­ta­pan HL Buk­it Konar yang baru diun­dan­gkan tahun 2014.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

” Per­lu juga kami sam­paikan bah­wa, saat masyarakat mem­bu­ka kebun saw­it, lahan yang terse­dia bukan hutan pro­duk­si den­gan veg­atasi hutan yang beragam. Tapi ham­pir semua lahan sudah meru­pakan veg­e­tasi tana­man Karet baik yang dim­i­li­ki oleh masyarakat Muara Jekak atau kebun karet masyarakat Ran­dau Jekak yang dibeli oleh masyarakat desa sek­i­tarnya” ujar H Jus.

Jaka salah seo­rang ket­ua kelom­pok Tani Saw­it Mandiri juga meny­atakan bah­wa penana­man saw­it saat ini san­gat mem­ban­tu perekono­mi­an masyarakat desa, meng­ger­akan ekono­mi kre­atif, mema­jukan pen­didikan dan kese­hatan masyarakat secara menyelu­ruh.
” mari kita dukung pro­gram pemer­in­tah untuk mema­jukan masyarakat dan desa. Ten­tu kita siap mener­i­ma dan mengiku­ti pro­gram pemer­in­tah untuk kema­juan masyarakat selu­ruh­nya” tam­bah Jaka den­gan penuh seman­gat, kepa­da awak media SniperNewsid Keta­pang Kalbar, Jum’at (7/2/2025)

 

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *