Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Kegiatan Sosialisasi Sejarah Kepahlawanan Dan Polisi Istimewa Komjen Pol (Purn) M Jasin

297
×

Kegiatan Sosialisasi Sejarah Kepahlawanan Dan Polisi Istimewa Komjen Pol (Purn) M Jasin

Sebarkan artikel ini

Palembang,Snipernew.id-Insti­tusi Kepolisian juga memi­li­ki pahlawan dan tokoh panu­tan yang berper­an pent­ing bagi kewibawaan ins­tusi pene­gak hukum, yaitu Kom­jen Pol M Yasin ucap Karo SDM Pol­da Sum­sel Kombes Pol Sudra­jad Hari­wi­bowo SiK, MSi kepa­da Wartawan usai Kegiatan Sosial­isasi Sejarah Kepahlawanan dan Polisi Istime­wa Kom­jen Pol (Purn) M. Jasin diru­ang Rap­at Biro SDM Pre­sisi Lan­tai II Gedung Pro­mot­er Mapol­da Sum­sel Jalan Jen­der­al Sudirman Palembang,Jumat 07/06/2024

Kegiatan Sosial­isasi sejarah Kepahlawanan dan Polisi Istime­wa Kom­jen Pol (Purn) M Jasin dip­impin Karo SDM Kombes Sudra­jad Hariwibowo,SIK,MSi bersama Kabag Wat­pers Ro SDM Pol­da Sum­sel AKBP Fachrudin Jaya, SIK Turut hadir dalam Kegiatan terse­but Para Kasub­bag ren­min Satk­er Pol­da Sum­sel diiku­ti Para Kabag SDM jajaran Pol­da Sum­sel secara vir­tu­al

Dalam Kegiatan ini dilak­sanakan juga sosial­isasi penayan­gan video singkat yang mengisahkan per­jalanan hidup dan per­juan­gan M Yasin, seo­rang pejuang yang lahir di Bau-Bau, Sulawe­si Teng­gara pada 9 Juni 1920.

M Yasin adalah turunan keenam dari Raja Bone ke-22, Sul­tan Abdul Razak Jalaludin, yang meru­pakan ketu­runan ula­ma dan tokoh Islam yang dihor­mati Ayah M Yasin yang meru­pakan seo­rang sauda­gar dari Bone, yang mer­an­tau ke Buton dan men­ja­di peda­gang kelon­tong di Jawa Timur sete­lah ibun­ya mening­gal. M Yasin kemu­di­an dis­eko­lahkan di Makas­sar oleh paman­nya dan men­ja­di seo­rang polisi, meskipun cita-citanya sebe­narnya ingin men­ja­di pener­bang.

  Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Laksanakan Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan

Yasin menun­jukkan kece­mer­lan­gan­nya dalam kepolisian, baik pada masa pen­dudukan Belan­da, Jepang, maupun sete­lah kemerdekaan. Pada 5 Novem­ber 2015, ia dianuger­ahi gelar pahlawan nasion­al dan men­ja­di polisi per­ta­ma dalam sejarah Repub­lik Indone­sia yang dite­tap­kan seba­gai Pahlawan Nasion­al.

Yasin juga memi­li­ki per­an pent­ing dalam per­juan­gan kemerdekaan Repub­lik Indone­sia. Ia men­ja­di koman­dan tokoh BPUPKI di Surabaya, yang meru­pakan satu kesat­u­an poli­tik yang diben­tuk pada masa pen­dudukan Jepang.

Selain itu ia ter­li­bat dalam pertem­pu­ran di Surabaya sete­lah prokla­masi kemerdekaan, yang memelo­pori kesadaran akan kemam­puan diri sendiri dan iden­ti­tas bangsa ser­ta mem­bangk­itkan mil­i­tan­si pemu­da pemu­da di Surabaya.

Yasin juga diakui seba­gai pendiri Brimob, yang meru­pakan kesat­u­an polisi khusus, dan turut berper­an dalam per­juan­gan mem­per­ta­hankan kemerdekaan, ter­ma­suk dalam meng­hadapi Agre­si Militer Belan­da, mem­ban­tu penang­gu­lan­gan ger­akan APRA dan ger­akan sep­a­ratis lain­nya seper­ti Ger­akan Darul islam.

“Kete­ladanan dari Kom­jen M Yasin bisa men­ga­jarkan banyak nilai-nilai kepahlawanan dan dedikasi seo­rang polisi dalam berjuang men­gor­bankan hidup­nya untuk kepentin­gan negara dan bangsanya,” kata man­tan Kapol­res Balan­gan Pol­da Kalsel dalam pen­je­lasan­nya

Alum­ni Akpol 96 ini juga men­ga­jak selu­ruh para Kasub­bag ren­min dan Kabag SDM dan Per­son­il Jajaran untuk men­tauladani ser­ta tetap men­ja­ga seman­gat keber­samaan dalam mengiku­ti kegiatan Sosial­isasi terse­but dan men­jadikan momen­tum ini seba­gai titik tolak untuk men­cip­takan peruba­han posi­tif bagi insan Bhayangkara guna ter­wu­jud­nya kema­juan insti­tusi Pol­ri tan­das­nya.

Ditem­pat yang sama Kabag Wat­pers AKBP Fachrudin Jaya SIK menam­bahkan Komis­aris Jen­der­al Polisi (Purn) DR. H. Moe­ham­mad Jasin adalah tokoh pejuang yang berasal dari kepolisian. Salah satu aksi yang dilakukan Jasin adalah mem­prokla­masikan Polisi Istime­wa atau Toku­bet­si Keisat­su Tai men­ja­di Polisi Repub­lik Indone­sia. Sebelum­nya Polisi Istime­wa adalah badan kepolisian yang diben­tuk pemer­in­ta­han militer Jepang. Jasin-lah yang men­ja­di koman­dan­nya di Surabaya. Oleh sebab itu, Jasin pun dike­nal seba­gai Bapak Brimob Pol­ri.

  Diduga Main Mata Dinas Perhubungan Biarkan Belasan Armada PT. Duta Cahaya Deli Melintas Di Jembatan Titi Payung Dengan Muatan 40 Ton

Menu­rut Fachrud­din Jaya, Pen­didikan Moe­ham­mad Jasin lahir di Bau-Bau, Sulawe­si, 9 Juni 1920. Ia adalah putra sema­ta wayang dari Haji Mekah dan Siti Rugayah. Jasin mem­u­lai pen­didikan­nya per­ta­ma kali di Volkschool atau seko­lah raky­at di Bau-Bau. Lulus dari seko­lah raky­at, Jasin melan­jutkan seko­lah­nya di Hol­lands Inland­sche School (HIS) di Makas­sar atau seko­lah menen­gah per­ta­ma.

Ter­akhir ia berseko­lah di Meer Uit­ge­breid Lager Onder­wi­js (MULO), set­ingkat seko­lah menen­gah atas, di Makas­sar. Seu­sai menye­le­saikan pen­didikan­nya, tahun 1941, Jasin bergabung dalam pen­didikan kepolisian di Seko­lah Polisi di Suk­abu­mi, Jawa Barat. Sem­pat merasa tidak suka di kepolisian, Jasin kemu­di­an men­co­ba mengiku­ti pelati­han pener­ban­gan militer di Konin­klijke Ned­er­land­sch-Indis­che Lucht­vaart Maatschap­pij (KNILM) di Ban­dung. Namun, keing­i­nan­nya terse­but tidak dires­tui oleh ked­ua orang­tu­anya. Akhirnya, Jasin pun kem­bali men­jalani pen­didikan di kepolisian. Sele­sai mengiku­ti pen­didikan, Jasin pun men­da­p­at pangkat Hoofd Agent (bin­tara). Pada awal kepen­dudukan Jepang di Indone­sia, Jasin kem­bali ke Suk­abu­mi. Di sana ia mengiku­ti pen­didikan polisi milik Jepang yang lebih menekankan pada pen­didikan militer. Sesu­dah itu, Jasin ditem­patkan di Gre­sik. Ia bertu­gas seba­gai instruk­tur di Seko­lah Polisi di Surabaya, tem­pat men­didik para calon anggota Polisi Istime­wa Jelas man­tan Kasat lan­tas Pol­restabes Palem­bang

Jasin ikut ter­li­bat dalam per­juan­gan mem­per­ta­hankan kemerdekaan Indone­sia. Tin­dakan cukup mon­u­men­tal yang per­nah dilakukan Jasin adalah saat ia mem­prokla­masikan peruba­han Polisi Istime­wa men­ja­di Polisi Indone­sia. Prokla­masi terse­but ia kuman­dan­gkan pada 21 Agus­tus 1945. Melalui prokla­masi ini, Jasin berar­ti telah melepaskan keterikatan Polisi Istime­wa den­gan Jepang. Hal ini juga telah men­gubah sta­tus polisi dari polisi kolo­nial men­ja­di polisi negara merde­ka. Prokla­masi terse­but sekali­gus men­ja­di ben­tuk anti­si­pasi ter­hadap adanya kemu­ngk­i­nan Jepang melu­cu­ti sen­ja­ta Polisi Istime­wa. Bulan-bulan per­ta­ma pas­ca prokla­masi kemerdekaan, Surabaya men­ja­di kota yang san­gat “panas”. Pasal­nya telah banyak ter­ja­di perebu­tan sen­ja­ta dari pasukan Jepang dan pertem­pu­ran melawan Seku­tu. Beber­a­pa hari setela Pertem­pu­ran Surabaya meledak, melalui sebuah radio Jasin mengu­mumkan bah­wa pasukan Polisi Istime­wa yang ia pimpin telah dimili­ter­isasi. Oleh sebab itu, mere­ka harus diikut­ser­takan dalam pertem­pu­ran. Sela­ma Pertem­pu­ran Surabaya berlang­sung, Jasin memimpin pasukan­nya dalam pertem­pu­ran di beber­a­pa tem­pat. Men­je­lang akhir Novem­ber 1945, Jasin mening­galkan Surabaya dan memindahkan markas­nya ke Sidoar­jo. Selain ter­li­bat dalam pertem­pu­ran Surabaya, per­an Jasin juga tidak ter­lepas dari keterkai­tan den­gan Mobiele Brigade (Mob­brig) atau yang sekarang dise­but Brigade Mobil (Brimob). Moe­ham­mad Jasin diangkat men­ja­di Koman­dan Mobiele Brigade Besar (MBB) Jawa Timur. Ia juga men­ja­di Koor­di­na­tor Mobrig di semua keres­i­de­nan di Jawa Timur. Selain berkiprah di bidang kepolisian, Jasin juga per­nah men­ja­bat seba­gai eba­gai anggota Dewan Per­tim­ban­gan Agung (DPA), anggota Majelis Per­musyawaratan Raky­at Semen­tara (MPRS).

  Adakan Pentas Seni SDN I Rejosari Belitang Mulya OKU Timur, Lepas Siswa & Siswi Kelas VI

dan Kari­er Poli­tiknya Akhir Hidup Kom­jen Pol. (Purn) DR. H. M. Jasin wafat pada Kamis, 3 Mei 2012. Beli­au wafat di RS Pol­ri Kra­mat Jati. Jasad­nya kemu­di­an dike­bu­mikan di Taman Makam Pahlawan Kali­ba­ta. Untuk men­ge­nang jasa-jasanya, berdasarkan Kepu­tu­san Pres­i­den No. 116/TK/Tahun 2015, 5 Novem­ber 2015, ia dianuger­ahi gelar Pahlawan Nasion­al tutup­nya. (Hen­drik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *