Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Kecelakaan Kerja Terus Terjadi, Pekerja PT KBS Diduga tak Gunakan K3 Dalam Bekerja, Humas PT KBS Bungkam

484
×

Kecelakaan Kerja Terus Terjadi, Pekerja PT KBS Diduga tak Gunakan K3 Dalam Bekerja, Humas PT KBS Bungkam

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id — Seo­rang peker­ja tidak meng­gu­nakan alat kese­la­matan ker­ja (K3) yang men­gala­mi kece­lakaan ker­ja di smelter pabrik yang sedang diban­gun PT.BAP atau PT. KBS di Desa Pagar Men­timun Keca­matan Matan Hilir Sela­tan, Senin (09/12/2024).

Kapol­res Keta­pang AKBP Setia­di melalui Kapolsek MHS AKP Hel­wani men­gatakan bah­wa kor­ban dike­tahui berna­ma Ahmad Asrof Alim (18), war­ga Desa Sun­gai Besar Keca­matan MHS meru­pakan karyawan yang bek­er­ja seba­gai helper atau asis­ten pen­ge­lasan yang pada saat keja­di­an bek­er­ja di dalam sebuah ban­gu­nan smelter.

“Kor­ban ini meru­pakan karyawan yang bek­er­ja di bagian pen­ge­lasan yang pada hari keja­di­an, kor­ban masuk ker­ja dari pukul 18.00 wib sam­pai pukul 04.00 wib. Salah seo­rang sak­si Berna­ma Fadli yang juga rekan ker­ja kor­ban sem­pat berte­mu dan isti­ra­hat bersama kor­ban seki­ra pukul 24.00 wib yang mana sete­lah­nya sak­si berpisah kem­bali den­gan kor­ban untuk melan­jutkan peker­jaan­nya mas­ing mas­ing,” kata AKP Hel­wani.

  Bocah Kelas 3 SD Hanyut di Kali Pamulang Estate, Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian

“Kor­ban dite­mukan pada pukul 06.00 Wib sudah tergele­tak mening­gal dunia di lan­tai dalam smelter di dekat bal­ing-bal­ing yang belum ter­pasang den­gan kon­disi bagian kepala ter­lepas dari badan,” lan­jut­nya.

Saat ini beber­a­pa video pen­e­muan peker­ja yang mening­gal terse­but yang beredar di grup what­sapp ter­li­hat bah­wa kor­ban tidak men­gu­nakan alat kese­la­matan ker­ja (K3) saat bek­er­ja di PT. KBS Pagar Men­timun Keca­matan MHS Kabu­pat­en Keta­pang. Sehing­ga ter­da­p­at kelala­ian pihak PT KBS kepa­da para peker­ja, dike­tahui sebelum­nya juga ada kece­lakaan ker­ja yang diala­mi oleh para peker­ja PT. KBS terse­but.

Kapol­res Keta­pang AKBP Setia­di saat dihubun­gi oleh awak media SniperNeswID Keta­pang Kalbar men­gungkap­kan bah­wa terkait kece­lakaan ker­ja yang menim­pa karyawan PT. KBS sedang dalam pros­es pemerik­saan saksi2 dan pen­dala­man ter­hadap kelala­ian dalam bek­er­ja.

“Ya bang, untuk pros­es masih tahap pemerik­saan sak­si-sak­si dan pen­dala­man terkait kece­lakaan ker­ja yang tidak meng­gu­nakan K3,” ungkap AKBP Setia­di saat dikon­fir­masi awak media SniperNeswID Keta­pang Kalbar melalui what­sapp Senin (16/12/2024).

  Gedung Negara Grahadi Surabaya Terbakar Hebat, Warga Serukan Hentikan Aksi Anarkis

Terkait kelala­ian alat kese­la­matan ker­ja (K3) terse­but awak media juga menghubun­gi pen­gawas kete­na­gak­er­jaan Uti Royen menu­turkan bah­wa pihaknya sudah melakukan pemerik­saan dan atau inves­ti­gasi ke lapan­gan ser­ta memer­in­tahkan kepa­da pen­gusa­ha agar segera men­gu­rus hak-hak ahli waris kor­ban yang mening­gal dunia
ser­ta hak-hak kor­ban yang luka-luka terkait den­gan san­tu­nan BPJS Kete­na­gak­er­jaan.

“Kami juga sudah memer­in­tahkan kepa­da pen­gusa­ha agar segera mematuhi segala syarat-syarat kese­la­matan dan kese­hatan ker­ja ser­ta berusa­ha semak­si­mal mungkin untuk mem­i­ni­mal­isir ter­jadinya hal seru­pa ataupun kece­lakaan ker­ja lain­nya,” tuturnya.

Uti Royen mene­gaskan bah­wa jika pihak perusa­haan masih saja tidak menaati atu­ran K3 untuk para peker­ja, pihaknya akan menin­dak tegas perusa­haan terse­but.

“Kami akan tidak tegas kepa­da perusa­haan yang melang­gar atu­ran ker­ja dan kami akan berikan nota Pemerik­saan,” tegas­nya.

Pada kurun wak­tu dua bulan ter­akhir bah­wa peker­ja di PT KBS telah memakan dua kor­ban mening­gal dunia aki­bat lalainya alat kese­la­matan ker­ja. Oleh kare­na itu awak media men­co­ba menghubun­gi pihak humas PT KBS Budi Mateus, namun ia tidak mem­berikan jawa­ban atau terke­san diam.

  Peternak Ayam Solo Gelar Aksi Protes Kenaikan Harga Pakan Jagung

Tim Inves­ti­gasi LSM Tin­dak Supri­a­di men­gatakan bah­wa adanya kesan kelala­ian oleh PT KBS kare­na dalam kurun wak­tu dua bulan telah memakan kor­ban.

“Dari video yang beredar bisa kita lihat bah­wa kor­ban tidak meng­gu­nakan alat kese­la­matan ker­ja seper­ti helm, rompi dan sep­a­tu saat kor­ban dite­mukan, maka kami meni­lai jika hal ini tidak di per­hatikan oleh pihak PT KBS,” pungkas­nya.

Hal sena­da juga dis­am­paikan oleh Ket­ua Ikatan Wartawan Online Indone­sia (IWOI) Kabu­pat­en Keta­pang, bah­wa mem­inta kepa­da Aparat Pene­gak Hukum (APH) untuk menin­dak tegas apa­bi­la ada kelala­ian dalam bek­er­ja.

“Harus segera ditin­dak oleh APH dan pen­gawas kete­na­gak­er­jaan agar dike­mu­di­an hari keja­di­an ini tidak ter­ja­di beru­lang,” ucap­nya kepa­da media SniperNeswID Keta­pang Kalbar, Ming­gu (22/12/2024)

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *