Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Jembatan Musi 6 Palembang Jadi Sorotan, Netizen Ramai Beri Komentar

340
×

Jembatan Musi 6 Palembang Jadi Sorotan, Netizen Ramai Beri Komentar

Sebarkan artikel ini

Palem­bang, SniperNew.id – Jem­bat­an Musi 6 yang menghubungkan dua sisi Sun­gai Musi di Kota Palem­bang kem­bali men­curi per­ha­t­ian pub­lik. Dalam ung­ga­han akun Face­book Hob­by Jalan yang menampilkan foto udara jem­bat­an terse­but, neti­zen ramai-ramai mem­berikan komen­tar beragam mulai dari pujian hing­ga kri­tik, Rabu 30 Juli 2025.

  Warga Lumbirejo Protes Hambatan Sertifikasi Tanah Diduga Akibat Surat Palsu PT BLJ

Ung­ga­han terse­but menun­jukkan kein­da­han struk­tur Jem­bat­an Musi 6 den­gan latar perkam­pun­gan padat pen­duduk di tepi Sun­gai Musi. Tulisan “Jem­bat­an Musi 6” yang men­colok di ger­bang jem­bat­an juga tam­pak menyam­but para pen­gen­dara yang melin­tas.

Postin­gan itu telah men­da­p­at lebih dari 1.300 suka, 57 komen­tar, dan telah dibagikan sebanyak 27 kali hanya dalam wak­tu empat jam sejak dipost­ing.

Komen­tar neti­zen pun beragam. Rezi Ewew menanyakan, “Mano lam­pu yg indah itu,” menyi­ratkan hara­pan­nya akan penc­a­hayaan yang menarik di malam hari. Semen­tara Farizal Her­man men­yarankan agar jem­bat­an dibu­at empat lajur, “Ntakke­lah 4 lajur mangko puas.”

Komen­tar posi­tif datang dari Fatem Chan­nel yang menuliskan singkat, “Kren.” Begi­tu juga den­gan Rin­da Rizal, “Man­tul man­tap betul-betul,” dan Ija Bae, “Keren sekali jem­bat­an nya.”

  UPT BPP Sigap Tanggapi Keluhan Kelangkaan Pupuk di Pancur Batu

Namun tidak semua komen­tar berna­da pujian. Indra Wirdiana meny­oroti kea­manan wilayah, “Palem­bang banyak pre­man,” semen­tara Jamhuri mem­band­ingkan Jem­bat­an Musi 6 den­gan Jem­bat­an Ampera, “Palem­bang itu mundur apa maju. Ampera diban­gun th 1965 den­gan san­gat mewah bisa menye­suaikan den­gan jaman, ee jem­bat­an sesu­dah­nya tdk ada yg melebi­hi Ampera.”

Ada juga komen­tar nos­tal­gia dan hara­pan, seper­ti dari Lestari Maja, “Sdh ak ke musi 6,” dan Sugianto Prawiro, “Kapan bisa kesana.”

Neti­zen lain seper­ti Bang Toy­ib juga mem­beri komen­tar pem­ban­gu­nan, “Jem­bat­an lalang.. Klau jdi kya gini.. Man­tap… Bgus.” Beber­a­pa lain­nya hanya menyam­paikan salam atau pujian singkat seper­ti, “Keren,” dari Ian Caem, Fera Wati, dan Suk­ses bersama.

  Evakuasi Penumpang dari Jembatan Kuta Blang Tiba dengan Aman Menggunakan Hiace

Dari berba­gai komen­tar terse­but, ter­li­hat bah­wa Jem­bat­an Musi 6 tak hanya men­ja­di jalur penghubung fisik, tetapi juga men­ja­di sim­bol kebang­gaan dan diskusi war­ga Palem­bang ten­tang pem­ban­gu­nan dan iden­ti­tas kota.

Keber­adaan jem­bat­an ini mem­perkaya infra­struk­tur Palem­bang dan terus menarik per­ha­t­ian pub­lik di media sosial. Pemer­in­tah daer­ah pun dihara­p­kan bisa menang­gapi masukan war­ga untuk men­jadikan jem­bat­an ini lebih baik ke depan­nya.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *